Friday, October 7, 2022

Review: Herborist Lulur Tradisional Bali Rice | Coconut | Avocado

October 07, 2022



Dulu, setelah lahiran aku pernah manggil tukang pijet sekalian lulur ke rumah (home treatment ala-ala gitu deh LOL). Nah si ibu itu cuma mau kalau lulurnya Herborist ini. Ya udah, nurut ajalah ya. Padahal aku udah nyetok lulur dari brand lain.


Sejak saat itulah aku jadi sering sekali pakai Herborist. Biasanya yang Olive dan Rose. Pernah juga yang Coklat tapi udah lamaaa sih. Sayangnya, varian ini experiencenya kurang berkesan, ngga tahu deh pas kebetulan apa gimana? Next deh pakai lagi dan sharing di sini.




Kali ini aku penasaran dan pengen explore beberapa varian lain sekaligus. Yaitu Rice, Coconut dan Avocado.


Aku ceritain satu-satu ya...


Herborist Lulur Tradisional Bali | Rice




Yang beras ini bisa dibilang paling padat teksturnya. Scrubnya juga lumayan gede. Namun, okenya tuh di kulit malah ngga kasar dan ngga bikin iritasi. Uwawwww sih ini.




Aromanya paling soft, untuk kategori lulurnya herborist yang terkenal cukup kuat kan. Aromanya mirip-mirip dengan sabun beras dari Thailand, yang dulu juga sempat rame banget itu lho!


Hampir sama seperti sodara-sodara semereknya, yang beras ini juga enak banget  ketika diaplikasikan. Gampang ngegerundul dan mengangkat sel kulit mati. Setelahnya tuh terasa banget kulit jadi lebih halus, lembab dan glowing.


Yang beras ini masuk list favorit aku dan bakalan repurchase lagi dong.


Herborist Lulur Tradisional Bali | Coconut




Teksturnya sangat creamy dan lembuut. Butiran scrubnya ngga halus-halus banget, namun ngga terasa kasar dan  ngga bikin iritasi juga. Okelah.


Mudah diratakan ke seluruh permukaan kulit. Untuk sampai ke tahap dia jadi pilling, dan mengangkat sel kulit mati sampai jadi butiran. Memang ngga begitu singkat. Namun pas udah jadi bergerundul begitu, enak dan puas sekali melihatnya. Monmaap kalo geli. Tapi salah satu unsur ketertarikanku sama body scrub, kalau sampai keluar butiran sel kulit mati begitu. Ngerasanya keangkat aja gituuuh.




Aroma kelapanya juga ke arah creamy kayak santan. Dengan percampuran aroma floral yang lazim ada di lulur Bali begini. Selain itu, kayak biasanya lulur-lulur keluaran Herborist lainnya. Aromanya intense, strong dan long lasting. Nempeeeelnya lama banget di badan Bok.


Di antara beberapa lulur Herborist yang pernah aku coba, ini (juga) favorit deh.


Herborist Lulur Tradisional Bali | Avocado




Akutuh juga kayak punya obsesi sama varian Avocado, baik di skincare, body care maupun hair care. Kebayang moisturizing dan yummy aja gitu wkwk.


Untuk lulur Herborist yang Avocado ini, teksturnya lebih padat dari yg coconut tapi scrubnya mirip-mirip. Ngga sampe sepadat yang Rice juga, di tengah-tengah dan bisa dibilang konsistensinya paling cocok samaku sih. Scrubnya cukup jarang, mayan terasa tapi ngga kasar di kulit.




Tapi yg avocado malah paling ngga dapet aroma alpukatnya. Padahal ekspektasi bakalan yummy banget aroma avocadonya. Wanginya udah didominasi sama aroma khasnya Herborist yang khas bebungaan itu.

 

Namun, tetap oke sih ngangkat sel kulit matinya. Enak dipake ngegosok badannya. Efeknya juga terasa bikin kulit lembab dan halus.



Itu dia 3 varian Herborist yang udah pernah aku cobain. Untuk varian lain akan nyusul dong. Apalagi selain mudah dapetinnya, harganyapun terjangkau sekali. Untuk yang 100 ml sekitar 15k dan 200 ml sekitar 25k. Selain tersedia di mini market dan supermarket, juga bisa lho beli on line di official store mereka baik shopee maupun tokopedia. Oia, ada juga di Sociolla nih.


XOXO


Madamabi___

Tuesday, September 20, 2022

Review: The Aubree Artemisia Daily Sunscreen SPF 50 PA ++++

September 20, 2022


Kembali lagi membahas sunscreen lokal. Kenapa? Karena selain brand-brand lokal kita semakin rajin ngeluncurin sunscreen. Juga karena sunscreen tuh, benda yang paling cepat perputarannya dalam skincare squad-ku. Pakainya aja minimal 2 jari, udah gitu harus reapply kan? Jadi ya rajin banget nyetok SS Bok!


Produk yang mau aku review ini adalah hasil penasaran dari mantengin IG-nya Kak @kinans.review. Yang di mana, si The Aubree Artemisia Daily Sunscreen SPF 50 PA ++++ ini masuk di barisan My Top 3 Sunscreen-nya beliau.


Lalu gimana? Apakah sesuai ekspektasiku?


Sunscreen Dengan Kandungan Artemisia




The Aubree Artemisia Daily Sunscreen SPF 50 PA ++++ ini masuk kategori chemical sunscreen dan direkomendasikan untuk oily, combi & ance prone skin.


Dengan kandungan Artemisia (atau Mugwort) dan Kaolin yang diklaim dapat menjaga tampilan kulit tetap segar, karena finishnya yang fresh matte.


Wah gimana tuh maksudnya fresh matte? Baca terus ya...


Ingredients




Info Produk


BPOM: NA18211701790

Netto: 30 ml

Price: @109.000 IDR

Where To Buy: Tokopedia - Shopee - Sociolla

Tube Slim-nya Travel Friendly


Meskipun keliatan tubenya slim, isinya standart sunscreen pada umumnya 30 ml. Jujur aja sih, awalnya aku emang skeptis lihat tube SS slim gini.


Ternyata walaupun ngga banyak juga, tapi ngga seuprit-ituh juga sih (LOL). Setelah aku rasain sendiri, ternyata kemasaan model begini emang praktis dan travel friendly banget ya. Tinggal sisip-sisip di tas atau pouch aja.




Aplikatornya juga aku suka, model cone dengan lubang keluar yg kecil (tapi tetap mudah keluar produknya). Bagian ini tuh memudahkan pengaplikasian dan ngga ada cerita beleberan deh.


Watery Tapi Ngga Bikin Geser ((Geser Apanya?))


Teksturnya creamy gel, yang awalnya aku kira pasti bakalan ada efek oily atau licin-licin gitu. Lah, ternyata dia watery dan mudah ngesetnya. Diratainnya juga ngga pake usaha keras. Sat set.. Sat set.. Beres!




Meskipun watery, dia tuh tetap ngga geser. Even aku pakai moisturizer yg cukup thick dan rich. Aman aja gitu. Mantep deh.


No Fragrance?


Si Artemisia Daily Sunscreen ini masuk dalam jajaran skincare no fragrance. Meskipun begitu, di penciuman kalem aja, ngga ada aroma khas chemical yang menusuk. Nyaman lah dipenciuman.


How To Use


Selalu gunakan pada rangkaian day skincare routine, setelah moisturizer. Minimal sepanjang dua jari (tentunya dong) untuk seluruh wajah dan leher. Selalu ingat untuk reapply juga ya.


So... Gimana Nih Performanya?


Sesuai klaimnya, finishnya fresh matte. Jadi definisi fresh matte yang aku rasain tuh, dia matte tapi watery dan berasa adem banget. Ngga ada gerah, greasy atau plekeut. Ngga ada white cast dan juga ngga pilling. Aku malah ngerasa wajah kayak jadi berseri dan ada efek cerahan pake ini. Tapi bukan cerah tone up ya.


Meskipun jenis kulitku kombi yang cenderung ke dry, tapi si Artemisia ini di aku sih cukup menghidrasi. Tapi untuk yang ngerasa kurang lembab, tinggal dioptimalkan di step moisturizer aja ya.


Ketika dipakai reapply juga aman dan nyaman deh. Karena kayak aku bilang di bagian texture, dia ngga bikin lapisan di bawahnya geser. Syakep!


Worth The Hype?


Ngga ekspektasi yang gimana-mana sih pas nyobain ini. Sekedar mau explore SS lokal aja, eh taunya.. taunya.. Cinta sekali!


Teksturnya kece, feelnya nyaman dan finishnya juga cakep.


Untuk isi 30 ml dengan kualitas seperti yang aku jabarin di atas, harga 109k sih masih bisa dikatakan terjangkau ya. Karena emang worth the price banget performanya.


Terus juga ya, pas aku review di Instagram (duluan review di sana soalnya), aku jadi ngeh kalau produk ini juga hype sekali ternyata. Ngga heran sih, worth the hype juga ini mah.




Pros


Packaging travel friendly

Mudah merata

Watery dan cepat nge-set-nya

Ngga lengket

Ngga pilling

No whitecast

Bikin wajah berseri cerah (bukan tone up)

Reapply friendly

Cons


Sebenarnya fine aja sama sizenya, tapi kalau boleh sih, maunya isinya lebih banyak lagi. Hihi


Repurchase?


Kemungkinan besar, iya. Tapi masih pengen explore SS lain, yang dimana sekarang tuh makin rame aja. Cuma kalau ada rezeki lebih (uhuk), pengen banget sih ngestock produk ini lagi.


Rate


4,8/5


XOXO


Madamabi___

Wednesday, September 7, 2022

Review: Azarine Hydramax-C Sunscreen Serum SPF 50 PA ++++

September 07, 2022


Semenjak pakai sunscreen fenomenalnya Azarine yang hijau itu, brand ini masuk di list teratasku. Apalagi ketika tahu mereka meluncurkan SS baru lagi, ya ngga nego dong, harus nyobain!


Sebenarnya, mereka tuh langsung keroyokan gitu ya launching tiga sunscreen baru sekaligus. Tapi aku baru coba yang Hydramax-C Sunscreen Serum ini dulu.


Seperti apakah produknya?


Sunscreen Dengan Kandungan Vitamin C


Masih dengan tagline "full of skin loving ingredients". Hydramax-C Sunscreen Serum ini di klaim sebagai tabir surya juga melindungi dari paparan blue light, sekaligus sebagai brightening.




Itu sebabnya Azarine Hydramax-C Sunscreen Serum SPF 50 PA ++++ tidak hanya diformulasikan dengan kandungan Hyaluronic Acid, melainkan juga dilengkapi oleh Vitamin C dan E.


Sudah lulus uji BPOM, tersertifikasi halal MUI, 0% Alcohol & Fragrance juga.


Ingredients




Info Produk


BPOM: NA18211701919
Netto: 40 ml
Price: @ 65.000 IDR
Where To Buy: Tokopedia | Shopee


Kemasaan Khas Sunscreen Azarine


Secara desain dan detail, kemasaannya masih ngga jauh beda ya sama yang Hydrasoothe. Keduanya dibedakan oleh warna. Kalau yang Hydrasoothe didominasi warna hijau tosca. Hydramax-C ini didominasi oleh warna orange.


Masih dengan tube bertutup flip top. Hanya saja, yang membedakannya dengan "kakaknya" adalah, si orange ini tidak dilengkapi box dan hanya segel foil pada bagian tempat produk keluarnya saja.




Secara kemasaannya sih ngga ada yang uwow gimana-giamana gitu ya. Tapi okelah desain blasternya cukup eye cathcing. Tubenya juga masih masuk kategori travel friendly.


Wah, Teksturnya Itu...


Secara tekstur, meskipun masih masuk kategori gel sunscreen, namun menurutku konsistensi agak padat. Tapi feelnya masih berasa ringan kok.




Diblend juga lebih mudah dan ngga ngegeser moisturizer yang udah dipake duluan.


0% Fragrance


Seperti klaimnya yang 0% fragrance, memang ngga ada aroma-aroma parfume gitu ya. Namun wanginya aman banget dipenciuman. Ngga ada hint aroma chemical yang mengganggu dan menyengat.


How To Use


Seperti biasa, selalu gunakan pada day skincare routine di tahap terakhir. Setelah moisturizer. Aku setuju banget sama paham sunscreen sebanyak dua jari dan tentunya wajib reapply ya Bok!


Nyaman Ngga Sih Dipakainya?


Karena feelnya watery, efek basahnya masih terasa, tapi yang ini ngga sebasah yang ijo. Lebih mudah ngesetnya. Lembabnya juga pas.




Sama-sama ngasih efek segar dan mudah meresap. Ngga ada white cast maupun pilling. Untuk reapply juga aman. Ngga jadi aur-auran wajah. Adem dan nyaman dikulit. Lav!


Worth The Hype?


Setelah sebucin itu sama yang ijo, jelas dong rasanya harus nyoba yang orange ini begitu dia muncul. Ternyata... Aaawwww. Sama mantepnya sih ini. Wkwk.


Benar-benar definisi sunscreen yang nyaman di kulit juga nyaman di kantong.


Kece sih intinya, ngga heran kenapa SS Azarine bisa se-hits ituh.


Pros


Harga terjangkau


Watery


Lembab


Ngga white cast


Ngga pilling


Cons


Belum nemu sih, pas aja gitu kualitas sama harganya.


Repurchase


Yasss!!


Rate


4,8/5


XOXO


Madamabi___

Friday, August 19, 2022

Review: Hanasui Mattedorable Lip Cream Boba Edition | 03 Salted Caramel

August 19, 2022


Sungguh sudah sangat sering liat review lipcreamnya Hanasui (IG:@officialhanasui) ini. Tapi baru ini nyobain, berkat rumpi tengah malam sama @chairani.lisa.


Aku nyobain dua shade sekaligus dari varian yang berbeda. Yaitu:


Hanasui Mattedorable Lip Cream Boba Edition 03 Salted Caramel dengan Hanasui Mattedorable Lip Cream | 04 Chic


Tapi aku mau bahas yang boba dulu ya.. Ntar yang satu lagi nyusul, oke!


Hanasui Mattedorable Lip Cream Boba Edition | 03 Salted Caramel




"Feel fully Boba experience without calories worry on your lips troughout the day!"


Sensasi minum Boba tapi ada di pewarna bibir? Mungkin itu ya yang mau dihadirkan oleh brand lokal ini.


Selain pemilihan warna dan penambalan nama shade yang identik dengan minum yang banyak digandrungi ini. Pada Mattedorable Lip Cream Boba Edition juga mengandung Vitamin E dan Olive Oil yang menutrisi bibir.


Ingredients


Info Produk


BPOM: NA18211300985

Netto: 4 gr

Price: @30.500 IDR

Where To Buy: Hanasui Official Store Shopee & Tokopedia

Tubenya Dipenuhi Oleh Doodle Boba Yang Cute


Packagingnya berupa box dan tube berwarna sama, yaitu beige. Dengan detail yang sama juga, yaitu dipenuhi doodle boba gemes yang bikin haus (eh).




Aplikator doe footnya agak bengkok. Sebenarnya nyaman aja sih, namun aplikatornya ini kayak kurang "narik" atau kurang menyerap produknya. Jadi rasanya terlalu dikit lip cream yang nempel di aplikatornya. Jadi harus bolak-balik cocol. Ya tinggal cocol lagi aja sih emang. Hanya aja sih, better kalau dia lebih narik produknya. Jadi lebih memudahkan dan menghemat waktu penggunaan.


Oia, lubang tubenya juga agak terlalu gede gitu sih. Jadi ketika ngeluarin brushnya kayak agak kelobokan gitu (paham la ya, dipaham-pahamin aja deh LOL).


So far sih oke, apalagi harganya juga murce. Sesuai sih sebenarnya (antara maklum tapi mau lebih juga hihi).


Shade: 03 Salted Caramel




Warnanya di bibirku lebih ke arah beige-nude. Untuk medium skin tone, terlalu pucat. Ngga bisa dipake daily. Tapi bisalah kalau full makeup, khususnya yang pointnya di eye makeup yg agak bold.





Atau oke sekali sih jadi base ombre dan dioplos sama warna bold lain. Ini bisa jadi solusi, kalau beli lipstick yang warnanya terlalu menyala namun pengen yang lebih kalem dan muted.


Tekstur Cair & Ringan


Teksturnya creamy tapi cenderung cair dan keringnya juga cepat. Kalau mau ombre, menurutku harus cepat deh. Karena ngesetnya tuh singkat. Untuk tim sat-set-sot, bakalan senang pakai lip cream ini.


Termasuk kategori lip cream yang ringan sih ini menurutku.


Wanginya Manis Seperti Boba


Aromanya manis kayak minuman boba (aduuuh kenapa sih harus begini? ngiler kan). Pas sih kayak klaimnya. Dari pake lipen aja, sensasi bobanya dapat. Namun, masih aman dan tidak terlalu strong. Wanginyapun ngga stay lama, beberapa menit bakalan nguap kok.


"Nyaman Ngga Ya Di Bibir?"


Selama aku pakai Hanasui Mattedorable Lip Cream Boba Edition yang Salted Caramel ini, dia tuh di bibir ngga berasa tebal. Akupun ngga merasa bibirku kering sampe kaku ketarik begitu, meskipun dia finishnya matte.


Masih ada transfernya, tapi tipiiiiis kali lah. Itupun di awal aja. Kalau udah beberapa jam, bisa dibilang jadi transferproof malah.


Cuma ya ini tuh, awetnya canggih. Seharian udah dipake makan-minum bar-bar ya tahan aja. Kayak aku yang tipe minumnya lebih sering cocop langsung, bukan pakai sedotan. Makanpun cenderung berminyak dan kuah. Masih stay aja tuh lip creamnya sampai malam. Ada penurunan kualitas pasti, tapi intinya masih kelihatan pakai lipcream.


Hanya aja nih,  bersihinya cukup usaha. Pake cleansing balm enaknya biar ga perih.


Yay/Nay?


Untuk lip cream lokal dengan harga 30ribuan (malah sering 20ribuan pas promo), ini sih oke banget ya. Meskipun shadenya kurang cocok aku pake gitu aja. Harus ombre atau padanin sama make up yang pas. Namun secara kualitas, harus diacungi jempol.


Rekom deh ini. Akupun ngga ngerasa rugi atau sebel belinya meskipun shadenya kurang klop. Karena bisa diakali dan cocok di kantong juga.


Aku sih YAY!!!


Pros


Harga terjangkau

Tekstur cair 

Cepat kering

Ngga membuat bibir kering terkelupas

Awet

Cons


Aplikatornya kurang "menarik" isi produk


Repurchase?


Maybe yes, tapi mau coba warna lain sih.


Rate


4/5


XOXO


Madamabi___

Saturday, August 6, 2022

Review: Kynd Nails Creamy Paint Nail Polish | 04 Penny Lane

August 06, 2022



Aku senang sekali dengan we-warna-an!


Ngga hanya ngewarnai di kertas, di bibir tapi juga kuku! Haha. So, senang banget kalo ketemu kutek-kutek gemes. Apalagi sekarang makin ramai water based nail polish yang bisa dipeel off. Jadi mudah dilepas setiap mau sholat. Ngga harus nunggu pas halangan dulu baru bisa mewarnai kuku.


Nah, belakangan ada satu brand pewarna kuku lokal yang udah aku incer. Udah aku pantau terus postingan IG-nya dan nyatetin warna-warna yang aku suka (ini sebenarnya semua, ngelist yang mana duluan mau dimiliki aja wkwk).


Hingga akhirnya salah satu wishlist aku kesampaian!! Hehe. Nih aku ulas di sini ya.


Waterbased Nail Polish Dengan Solid Color Technology




Ya, produk yang aku maksud adalah Kynd Nails Creamy Paint Nail Polish. Cat kuku water based lokal, halal, non toxic dan tentunya udah lulus BPOM dong.


Ngga hanya itu, Brand yang diluncurkan pada bulan April 2022 ini, digagas oleh Gitta Amelia dan Ayu Saraswati ini juga memiliki yang namanya Solid Color Technology. Sehingga menutup permukaan kuku dan warna yang keluar sudah intense dari polesan pertama.


Dirancang untuk hasil warna yang lebih tinggi. Karena lebih sedikit penggunaan produk, lebih sedikit juga jejak karbon yang ditinggalkan.


Ingredients


Aqua, PPG-17/IPDI/DMPA Copolymer, Methoxyisopropanol, CI 77891, CI 19140:1, CI 15850, CI 77510. Phenoxyethanol.


Info Produk

BPOM: NA18211500291

Netto: 11 ml

Price: @69.000 IDR

Where To Buy: Official Website KYND (kyndbeauty.co) | Shopee (KYND BEAUTY Official Shop | Blibli (KYND BEAUTY OFFICIAL STORE) | Atau bisa melalui para reseller KYND, for more info please check IG @kyndbeauty.co

Mulai Dari Box Sampai Tutupnya, Gemes Semua Ini Kemasaannya




Klise banget kayaknya tiap review produk sering ngomong gini: "packagingnya cantik sekali". Tapi ya mau gimana, itulah faktanya. Ngga hanya cantik tapi juga unik nih pemilihan desain kemasaannya. Bentuk botolnya juga ngga biasa.


Khususnya tutupnya yang kayak honey dipper, gemes kaaaan. FYI, sebenarnya mereka terinspirasi dari honey comb sih. Namun aku ngeliatnya lebih kayak honey dipper *eh malah ngotot*. LOL.


Aplikatornya juga mantep. Kuasnya lebar, jadi menjangkau permukaan kuku lebih luas. Aku sih dua kali poles udah beres. Untuk kelingking sekali poles aja malah. Ini tuh salah satu keunggulan dan ciri khas dari KYND. Karena aku sendiri baru ini nemu kuas pewarna kuku yang model begini.


Shade: 04 Penny Lane




Kynd Nails sendiri memiliki 9 pilihan warna dan 1 coat. Hasil mantauin dan kepoin IG mereka, aku paling kesemsem dengan shade Penny Lane. Udah ngincer dari awal lihat deh. Kebayang kayak royal nails gitu. Greget lah pokoknya.




Daaaan, ternyata pas dengan ekspektasi aku. Warnanya nuansa nude, tepatnya pinky-beige gitu deh. Dikulit medium-tan aku masih masuk. Sepenglihatan aku juga ngga ngasih efek kusam. Aku suka deh warnanya. Karena meskipun nude, tetap pigmented. Mungkin karena Solid Color Technology tadi ya.





Warnanya ngga oksidasi. Beberapa nail polish peel off yang aku coba, warnanya lama kelamaan gelap soalnya.


FYI,  nama shade Kynd Nails terinspirasi dari nama tempat-tempat di Bali. Setelah aku ubek-ubek (karena penasaran) memang tonenya mirip dengan shade Kynd yang diberi nama sesuai tempat tersebut. Termasuk si Penny Lane ini. Lihat deh, mirip kan nuansa tempatnya dengan warna nail polishnya.




Tekstur Creamy Dengan Konsistensi Yang Pas


Seperti namanya, teskturnya juga creamy dan konsistensi yang ngga terlalu cair maupun terlalu kental. Tengah-tengah lah.


Oia.. awalnya banget, memang kayak agak patchy gitu ya. Tapi setelah dishake dulu sebelum pakai, ngga keliatan patchy lagi. Mungkin kayak ngendap gitu. Jadi kalau pas pakai nail polish ini keliatan patchy dan finishnya ngga mulus, dishake aja dulu.


Nail polish ini memang keliatan lebih cakep finishnya kalau dipakai agak tebal.


"Ada Bau-nya Ngga Nih?"


Salah satu yang bikin males dari nail polish, adalah baunya yang menyengat. Namun, Kynd Nails ini ngga ada bau menyengat kok. Meskipun masih ketangkep penciuman aroma dari ingredientsnya. Tapi ngga nyengat sampe bikin mual gitu. Sewajarnya aroma produk yang ada chemicalnya.


Cepat Kering Dan Finishnya Cakep Deh


Selain hal-hal di atas, yang aku rasain dan temukan selama pakai pewarna kuku ini adalah, dia cepat banget keringnya. Ngga ada ditiup-tiup atau sengaja dikipasin gitu, udah kering aja.


Finish glossynya cakep. Ngga lebay yang berkilauan gimana kali sih, tapi cukup menunjukan kilau-kilau kuku sehat. Ngga gampang redup atau butek juga efek glossynya. Cucok!


Di-peel-off juga mudah dan enak. Tinggal potekin bagian ujung lalu tarik deh. Puas lah rasanya. Karena salah satu point menyenangkan pakai kutek peel off, yaitu di bagian kletekinnya. Satisfying gituh. Suka betek soalnya kalo ketemu nail polish peel off yang dilepasnya tuh ngga bisa utuh gitu (paham kan ya?), ngga dapet feelnya.


Untuk ketahanannya medium ya. Kalo kerendam air ya mayan cepat buyar. Bagian ujungnya suka tepotek kalau aktifitas cukup aktif. Kayaknya memang butuh dilayer pake top coat lagi.


Namun karena aku memang suka "pake-lepas-pake" (karena meski klaim halal, tetap harus dilepas ketika wudhu ya, klaim halal terletak pada kandungannya).


Worth To Buy?




Water based nail polis dengan kualitas seperti yang aku jabarin di atas, menurutku produk ini worth to buy deh. Apalagi kalau melihat produk serupa yang harganya di atas ini.


Oke banget untuk jadi alternatif (khususnya para muslimah) yang pengen kutekan tapi juga tetap harus beribadah. Bisa dilepas-pake semudah ituh.


Pros


Packaging cantik


Pilihan warna banyak


Kuasnya lebar, memudahkan ketika diaplikasiin


Ngga ada bau menyengat


Cepat kering


Warna pigmented dari polesan pertama


Enak peel-off-nya, ngga keras


Harga terjangkau


Cons


Ngga gitu awet


Harus dishake dulu agar tidak patchy dan bertekstur di kuku


Repurchase


Iyaaa dong. Udah nyatetin Smoothie Bowl, Milk & Madu, Terracotta dan Honey Waffle. Banyak kaaaan keinginan inih.


Rate


4,5/5


XOXO


Madamabi___

Friday, August 5, 2022

Review: Neutrogena Hydro Boost Hyaluronic Acid Serum

August 05, 2022



Akhirnya aku kembali lagi mencoba produk dari Neutrogena. Yaitu Hydro Boost Hyaluronic Acid Serum. Jadi ini tuh merupakan produk kedua, dari brand yang berada di bawah naungan Johnson & Johnson yang aku gunakan. Setelah sebelumnya aku memulai perkenalan dengan si moisturizernya, yang aku luv sekali ituh.


Baca Review Neutrogena Hydro Boost Water Gel 


Neutrogena Hydro Boost Hyaluronic Acid Serum | Serum HA Dengan Prebiotic



Serum ini memiliki dua jenis Hyaluronic Acid, mikro dan makro. Kemudian dilengkapi dengan Prebiotic, Pro Vitamin B5, Barrier Boost Sugar Complex dan Glycerin.




Diformulasikan dengan bursting hyaluronic pearls, berisi konsentrat serum yang menghidrasi. Serta kandungan gliserin, sehingga diharapkan ngga hanya memberikan kelembaban dan hidrasi hingga menembus 9 lapisan permukaan kulit terluar. Namun juga membantu menjaga keremajaan kulit, menjadikan kulit terasa kenyal, halus dan terlihat sehat.


Diklaim Non-comedogenic, Hypoallergenic, cocok untuk kulit kering dan sensitif. No added Fragrance dan Dermatologist Tested.


Ingredients

Water, Glycerin, Butylene Glycol, Panthenol, Pentylene Glycol, Phenoxyethanol, Chlorphenesin, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Trehalose, Xylitylglucoside, Sodium Hyaluronate, Anhydroxylitol, Disodium EDTA, Sodium Hydroxide, Yeast Extract, Xylitol, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Caprylyl Glycol, Carrageenan, CI 77007, Agar, Potassium Chloride, CI 77891, Mica, Xanthan Gum.


Info Produk


Netto: 30 ml
BPOM: NA26210100459
Price: @249.000
Where To Buy: Shopee (johnsonnjohnson.id) | Tokopedia (Johnson & Johnson) | Sociolla

Lihat Packagingnya Aja Udah Berasa Feel Hydratingnya, Hihi...




Serum HA Neutrogena ini masih memancarkan ciri khas seri Hydra Boost. Boxnya di dominasi warna biru dengan deskripsi dan info produk yang lengkap. Keterangan ingredients, cara penggunaan sampai no BPOM dan expired juga ada (dan jelas).


Terus aku kesemsem sama botol kacanya. Tebal dan cantik deh, karena ada efek gradasi warna biru ke bening. Baru lihat kemasaannya udah dapet feel hydratingnya (eh wkwk).




Aplikatornya pun unik dan cukup beda dengan serum seangkatannya. Bukan pipet tetes karet yang kenyal, melainkan semacam button pada bagian atas tutup yang harus di-press untuk menarik produknya. Bisa dibilang hybrid antara pipet tetes dengan pump deh ini.


Awalnya agak kagok sih, kayak ngerasa kurang puas gitu ngelihat daya serap si aplikator. Kayak kurang narik cairannya dengan full. Tapi lama kelamaan luwes dan cukup mudah dipakai sih menurutku. Ya balik lagi ke perkara, bisa karena biasa mungkin ya. Huhu.


Meski agak terlihat bulky, tapi selama aku pakai ini dan udah dibawa kemana-mana, ternyata cukup travel friendly. Bisa disisip ke pouchku ya ngga gede-gede amat itu. Hanya aja, harus tetap hati-hati karena dia kan dari kaca Bok!


Tekstur HA Serum Tercantik Yang Pernah Aku Lihat


Teksturnya paling memukau sih ini. Clear gel dengan beads putih dan biru (aduuuuh, asli ini cantik sekali) yang semakin menambah efek gemes dari produk ini. Beadsnya mudah melebur dan ngga terasa bergelinjer sama sekali di kulit.




Konsistensinya cukup thick emang, seperti sewajarnya serum Hyaluronic Acid gitu deh. Gel, licin dan berasa agak kental.


Begitu menyentuh kulit, memang masih terasa licin. Lalu seketika berasa keseut dan meresap. Kulit langsung terasa terhidrasi dan ngeplump gitu. Memang masih ada feel lengket ya, apalagi kalau sebelumnya pakai hydrating toner yang juga nampol. Namun, untuk kategori HA serum yang emang sifat dari sononya thick dan cenderung sticky, ini sih masuk kategori nyaman dan wajar sekali.


No Fragrance, Tapi Berasa Segar Deh!


Seperti klaimnya yang memang no fragrance, akupun tidak mendapati aroma parfum. Namun, ingredientsnya sendiri menghasilkan aroma yang vibesnya tuh kayak aroma air deh. Wkwk. Kebayang ngga sih?


Intinya meskipun tanpa pengharum, berasa segar dan ngga ada aroma chemical yang ganggu dan menyengat.


How To Use


Di sarankan untuk digunakan sekitar 4-5 tetes ke seluruh wajah dan leher, setelah membersihkan wajah dan sebelum moisturizer. Dapat digunakan pada pagi maupun malam hari.


Performanya Gimana? Apa Cuma Lembab Aja?


Yang paling bisa aku rasain dari serum ini adalah, kondisi kulitku terjaga sekali. Memang kelihatan sepele ya, "halah cuma lembab aja paling". Namun... inget Bok, kulit sehat bermula dari kelembaban dan kondisinya yang terjaga. Aseek.




Apalagi selama pakai serum ini, cuaca lagi ngga menentu. Biasanya hal ini ngaruh ke kulit jadi kering dan terkelupas. Nah ini tuh ngga. Lembab, kenyal dan teksturnya halus. Pokoknya ngebantu banget deh ngejaga kondisi kulit.


Conclusion


Sebagai orang yang harus gandrung dengan ingredients skincare yang potent (karena tuntutan usia ya Shayyyy), Hyaluronic Acid serum ini tuh juga wajib untukku. Karena membantu kerja kandungan lain agar lebih maksimal dan membuat kulit jadi lebih anteng dan kalem.


Nah, Neutrogena Hydro Boost Hyaluronic Acid Serum ini juga salah satu HA Serum yang rekom deh. Penyerapannya enak banget di kulit. Feelnya juga nyaman. Lembab dan hidrasinya juga maksimal. Apalagi, aku juga sering lihat dia suka ada promo-promo bundling yang jatuhnya best deal lho.


Untuk yang kulitnya kering dan fokus ngejaga skin barrier, boleh banget ini ditandain ((tandain)) Beb.


Pros


Teksturnya kental namun cepat meresap

Hidrasinya nampol

Nyaman di kulit

Cons


Apa ya.. Paling pumpnya itu aja sih. Kayak kurang narik produknya dengan maksimal.


Oia.. sama ini sih. Meski sering juga promo, harga normalnya cukup pricey sih untuk ukuran HA Serum.


Repurchase?


Maybe.


Rate


4/5


XOXO


Madamabi___

Review: Herborist Lulur Tradisional Bali Rice | Coconut | Avocado

Dulu, setelah lahiran aku pernah manggil tukang pijet sekalian lulur ke rumah (home treatment ala-ala gitu deh LOL). Nah si ibu itu cuma mau...