Monday, March 1, 2021

Law Of Attraction: Tentang Tarik Menarik Keyakinan Serta Kepasrahan

March 01, 2021



Holla...


Aku punya banyak banget ketertarikan terhadap konsep-konsep ataupun pemikiran dalam kehidupan ini. Khususnya yang mengarah kepada self improvement.


Mulai dari hal-hal sederhana kayak self love, hygge, sampai law of attraction.


Nah, di postingan ini aku lebih condong bahas yang terakhir.


Memang, pasti udah banyak banget yang paham apa itu Law Of Attraction. Tapi aku mulai dari dasar dikit ya....


Secara sederhana Law Of Attraction  (LoA) disebut sebagai hukum tarik menarik.


Jadi, di mana pikiran dan perasaan kita terfokus. Maka itu juga yang akan datang kepada kita. Baik secara sadar ataupun tidak. Dikehendaki ataupun tidak.


Apa yang ditarik dan datang itu, ngga bisa kita intervensi secara langsung dan frontal.


"Mau ini dong!"


"Mau itu dong!"


Karena apa yang datang, merupakan wujud dari apa yang kita yakini. Apa yang kita yakini, tidak selalu apa yg kita kehendaki.


So.. Hati-hati sama apa yang kita pikirkan.


Jika pikiran dan perasaan (murni) kita berpusat pada hal yang baik. Maka hal baik juga yang akan datang kepada kita. Begitupun sebaliknya.


Akrab sama ungkapan berikut?


"Pikirkan hal baik, lihat hal baik, dengar hal baik. Maka kamu akan dapat yang baik"


Mirip lah sama nasehat Oma ((omaaaa)) Audrey Hepbrun





"for lovely eyes, seek the good in people"


Liat yang baek-baeknya aja ya cuuu. Gitu deh kira-kira aku memaknainya.


Tapi... Ya memang. Kita ngga bisa memungkiri, bahwa kita ngga bisa selamanya setuju atau menangkap hal baik dari setiap orang yg kita temui atau berada sekitar kita kan?


Nah di sini, memfilter interaksi dan siapa yang berada di circle kita itu penting.


Biar frekuensinya bersih.


Begitupun dengan apa yang "dikonsumsi" oleh indera kita.


Ngga usah deh lihat hal-hal yang aura negatifnya lebih kuat. Misal kepoin atau jadi hate follower utk seseorang yg memang tidak bisa kita terima. Iseng-iseng ngikutin akun hosip yang didalamnya ngga berhubungan langsung sama kita.


Untuk apa?


Mantau?


Biar ngga ketinggalan bahan obrolan?


Ngulik-ngulik sejauh mana kualitasnya, yang udah dari dalam kita tolak juga kan?  (namanya juga ngga suka, pasti penolakan lebih besar dari penerimaan).


Lalu panas sendiri. Memancing insecure, anxious & membuat kita superior ataupun (bisa jadi) malah inferior. Api kompetisi membara sendiri. Ya kitanya juga yang kebakar sendiri.


Ngomongin orang/hal yg ngga bisa kita tolerir. Block langsung deh hal yang ngga penting.


Misalnya: ngga perlu deh mikir "ga enak" kalo ada orang mancing julidin orang yang kita ngga suka.


Ngga usah bicarain hal ngga penting sama orang yang ngga bener.


Jangan biarkan dia narik kita ke alam negatifnya dia bowk!


Cut aja langsung!




Mantraku selalu: "yang begitu akan dekat dengan yang begitu juga".


Karena kalo dia bener, dia ngga akan ajak kita ngejulid. Tul tak?


Ada sedikit fun fact (anggap aja fun ya, LOL) tentang aku yg berhubungan dengan "asupan yang dikonsumsi indera kita" ini.


Jadi.. Aku tuh kalo udah ngga bisa menolerir seseorang. Ngga mau atau menghindari melihat mukanya.


Gitupun dengan hal lain. Ngga mau lama-lama mantengin.


Kenapa?


Karena benar-benar ngga mau ngasih space untuk itu di hidupku. Ngapain ngasi polusi sama indera kita. Dari pada kesumpah, lalu kemakan sumpah. Apes kita sendiri. Lagipula, bisa jadi penilaianku yang salah. Jaga jarak sampai dapat jawaban dari segala prasangka.


Jadi hindari yang emang ngga mau dijamah. Demi bersihnya cakupan panca indera.


Lalu, LoA juga identik dengan memvisualisasikan hal-hal positif. Ditanam di pikiran dan sanubari (yha baik!)


Untuk itu, pastinya kita harus jelas dulu dong nih, purposenya kemana? Apa yg kita mau? Arahnya kita mau ditempatkan kemana?


Lalu bayangkanlah yang baik-baik dan optimislah untuk itu.


Memang di sini bakalan muncul pertanyaan lagi sih.


"Mmm... Sar, ngga jatuhnya malah kayak ekspektasi ketinggian?"


Iya!!


Kalau ngga kita pupuk sama yang namanya "surrender".




Bayangkan aja hal baik. Masalah dihijabah Tuhan apa ngga, berserah aja.


Lagian, kalau aku. Bayanginnya aja udah senang. Haha.


Setidaknya jika tidak bisa benar-benar merasakan hal itu kesampean. Paling ngga, udah kerasa aja feelnya kira-kira gimana. Ngga rugi juga sebenarnya. Hihi. Halu sih emang anaknya.


Aku udah percaya dan tertarik dengan paham ini bahkan dari sebelum tahu nama kecenya.


Semakin didalamin. Semakin ngeh kalau LoA itu ya nyata.


Karena aku merasakan banyak hal-hal yang terjadi di hidupku merupakan bentuk nyata dari apa yang ditarik oleh bawah sadarku.


Yang paling keliatan emang yang sifatnya kebendaan sih memang. Misal lihat sesuatu, pengen. Tapi sadar mungkin kondisi ngga memungkinkan. Udah, ikhlaskan aja. Tapi di bagian terdalam hati nih masih nempel aja di situ. Ngga disangka ya tiba-tiba muncul aja di depan mata.


Kalau non-kebendaan (bahasa apa inih? Haha) mungkin peristiwa-peristiwa dalam hidup. Jalan hidup yang tidak selalu sesuai timing yang kita mau. Tapi Tuhan kasih waktu yang benar-benar tepat. Atau bahkan Tuhan ngga kasih, karena memang itu bukan yang kita kehendaki, sekedar BM aja. Yang begini memang jatuhnya ngga baik juga untuk kita nantinya.


Cara kerja LoA ini juga misterius kan.. Di saat yang kita ngga sangka, kalau Tuhan mau berkehendak ya kejadian.


Tuhan menyesuaikan dengan kebutuhan kita beb. Bukan sekedar BMnya kita aja.


Memang kuncinya adalah kepasrahan. Percaya. Yakin. Sabar.


Semakin kita berserah dan ikhlas. Maka semakin kuat juga daya tarik menarik itu berkerja. Begitu juga ketika kita semakin kuat menolak, makin kencang pula arus yang datang.


Kuncinya adalah melatih. Melatih diri untuk siap.


So.. Siapa yang mampir ke sini juga karena percaya dan tertarik dengan LoA?


Boleh cerita-cerita di komen yaaaa.


XOXO


Madamabi___

Friday, February 26, 2021

9 Ways to Upcycle LBP Bottles | #DIYProject

February 26, 2021



Holla...


Sekali-kali bikin konten DIY Project boleh lah ya. FYI juga, awal-awal ngeblog (di blog satu lagi hehe) dulu, aku emang lebih sering bikin postingan DIY dibanding beauty. Itung-itung nostalgia deh. Atau bahkan cikal bakal kembali lagi nge-DIY. Bisa jadi..


Oke, jadi gini. Tiap ngelihat ada produk kosong, selain "nyes" karena harus nyiapin budget untuk repurchase. Juga "nyessss" banget karena mikirin jadi penyumbang sampah lagi.


Biar hati agak tenang, digunakan kembali aja deh.


Pas juga kan, upcycle ini membuat jiwa-jiwa DIY-ku bergembira.


Seringnya sih, aku jadiin benda-benda yang memang benar-benar bermanfaat lagi untukku. Bukan sekedar prakarya yang ujung-ujungnya juga terongok.


Nah kali ini aku mau upcycling kemasaan LBP nih. Ternyata banyak juga yang bisa didapatkan dari benda yang kita pikir sudah tidak terpakai lagi.


1. Scrunchie Tower




Mulai dari yang mudah seperti scrunchie tower. Tinggal susun aja. Lagian sering bete kan ketika mau dipakai, scrunchienya entah berhamburan kemana.


2. Vas




Jadi vas adalah yang paling lazim kita bikin kan beb. Apalagi botol LBP ini desainnya simpel & cakep untuk dipajang


3. Washi tape Storage




Pas kebetulan juga butuh tempat penyimpanan untuk washi tape. Pas deh. Jadi lebih rapi printilan bujo aku.


4. Flower Pot




Dengan bentuk yang sama. Bisa dijadiin pot bunga. Menanam juga baik untum Bumi ini bukan? Udara jadi lebih segar dan mata juga enak mandangnya.


5. Bookmark




Aku paling ngga suka ngelipet halaman buku yang dibaca. Jadi butuh bookmark.


6-7 Makeup & Pencil Case




Alat tulis dan makeup kayak lipstick dan brush yang berantakan juga ganggu mood. So, butuh tempat yang lucu untuk menyimpan mereka.


8. Journal Decoration




Label botol yang dilepas juga sayang untuk dibuang. Lagian desain label LBP lucu banget. Selain itu, aku juga ingin menyimpan memori sebagai bagian dari #LBPlovers di jurnalku. Kenang-kenangan kalo tua nanti..wkwk.


9. Puppet




Aku dan anakku menjadikan story telling sebagai quality time kami. Aku senang cerita, dan dia senang dengar aku cerita. Hihi. Apalagi kami berdua makhluk visual, jadi senang kalo ada peraga kayak puppet. Puppet juga jadi jalan ninjaku kalau anaknya uda mager ngga mau disuru mandi atau beresin mainan. Hehe.


Oia, dari pengalamanku mengajak anak untuk upcycle dari kemasaan produk yang biasa dia pakai. Juga efektif memancing rasa ingin tahunya dan menanamkan konsep sayang bumi lho. Anakku penasaran, kenapa sih sedotannya dipakai lagi? Bahkan kadang dia kagum, oh ternyata yang biasanya jadi sampah bisa digunakan lagi lho..


Untuk tutorialnya, kalian bisa lihat di video berikut:




XOXO


Madamabi___

Friday, February 5, 2021

Review: Dear Me Beauty Perfect Lasting Lip Tint | Shade Dear Tasya

February 05, 2021



Holla...


Tahun 2020 kemarin, aku segandrung itu pakai liptint. Selain karena konsepnya lip tint kan lebih transferproof tuh, dibanding lip cream atau lipstick. Jadi lebih mask-able. Juga karena looknya jadi lebih necurel dan santai. Cocoklah untuk situasi yang masih berharap kita di rumah aja ini.


Ada beberapa lip tint yang aku coba, salah satunya yang paling favorit adalah yang mau aku review ini. Yasss. Dear Me Beauty Perfect Lasting Lip Tint shade Dear Tasya. Ngga ada niat khusus sih sebenarnya. Kebetulan pengen nambah liptint dan pas cek sociolla lagi promo mayan murah. Dari harga asli 109ribuan, aku dapat cuma sekitar 60ribuan. Kan cucok kan beb. Ya emang penasaran juga untuk nyoba produk dari brand ini.


Lalu, gimana sih menurutku lip tint lokal yang satu ini? Aku ulas dan swatch di bawah ini ya.


Pewarna Bibir Dengan Watermelon Extract




Karena bagian dari watermelon collectionnya Dear Me Beauty (DMB). Produk ini mengandung watermelon extract (memang terasa sih aroma semangkanya) & Inca Omega Oil. Ada Vit E & F utk menutrisi bibir dan juga sebagai antioxidant. Plus ada UV protectionnya juga.




Terdiri dari sepuluh shade yang cukup beragam. Dari merah, nude, mauve, orange dan pink.


Oia, selain lip tint. Seri watermelon ini juga terdapat dua produk lain. Multipurpose gel & multipurpose spray.


Info produk


Netto: 5,5 gr
NO BPOM: NA18201300040
Price: @109.000 thanks god kemarin aku belinya pas promo. Hihi.
Where To Buy: Official Store Dear Me Beauty (Shopee & Tokopedia) - Sociolla. 


Ingredients



Tube Seperti Kapsul Yang Cute




Pengemasannya cukup apik dan safe. Dengan box bernuansa merah dan hijau. Serta dilapis segel plastik lagi dibagian luarnya.





Keterangan dan deskripsi produk dalam box tertera jelas. Nama brand, nama produk, deskripsi dan klaim produk, nama swatch, kode batch, expired dan no BPOM.


Kemasaannya berupa tube aklirik bening yang menunjukkan isi dari lip tint ini. Dengan tutup ulir berwarna merah. Uniknya, wadahnya menyerupai bentuk kapsul. Tube silinder dengan kedua ujungnya yang cembung.




Meskipun telihat bulky. Namun masih cukup fleksibel dan untuk dibawa dan diselipkan dalam pouch atau tas. Ya meksipun pertanyaannya, mo kemaneeee situasi begini. Hihi.





Aplikatornya tipe doe foot yang brush sekitarnya halus dan ngga bikin bibir gatal. Stick aplikatornya juga kokoh dan ngga goyang-goyang ketika diaplikasiin. So far sih aku suka dan nyaman dengan aplikatornya.


Tekstur Creamy Moussenya Menarik Banget


Produk ini masuk kategori creamy tint. Karena teksturnya sangat kental, creamy dan mengarah ke mousse.




Tapi setelah diaplikasikan ke bibir, residunya perlahan ngeset dan sheer. Sampe lama-lama cuma ninggalin stainnya. Ngga benar-benar terbalut seperti kita pakai lip cream.


Formulanya Ngga Bikin Bibir Terkelupas Lho!


Begitu mengenai bibir, tekstur creamynya terasa moist. Awalnya masih meninggalkan rasa tebal. Namun setelahnya sih tidak begitu kentara lagi. Bibir juga tidak terasa lengket jika kedua sisinya menempel.


Seharian pakai lip tint ini, aku tidak melihat dan merasakan  ada efek bibir kering. Ngga bikin bibir terkelupas atau terasa kaku.


Oia, aku juga menangkap ada hint agak pahit ketika lidahku bertemu dengan kulit sekitar area bibir.


Dengan Aroma Watermelon Yang Samar


Karena watermelon series, sempat sih ekspektasinya bakalan wangi manis kayak semangka gitu. Ternyata, setelah aku gunakan, aroma semangkanya memang ada. Tapi jatuhnya lebih ke fatty daripada sweet. Oke sih, meskipun jauh dari bayangan.


Aromanya samar namun cukup awet di penciuman.


Shade: Dear Tasya


Berhasrat sekali dengan @dearmebeauty Perfect Lasting Lip Tint shade Dear Tasya ini karena sempat lihat swatch dan deskripsi shade yang katanya reddish brown. Kebetulan lagi nyari shade begitu.


Ternyata di bibirku jatuhnya deep orange. Orange pekat yang seorange ituh. Masih kerasa yellow hintnya dan masih masuk kategori warm tone. Mengingatkan aku sama pumpkin sorbetnya BLP (yg juga favoritku), versi lip tint tapinya ini.




Meskipun agak geser dikit dari ekspektasiku. Tetap oke sih, karena warnanya ngasih efek kulit  medium tan jadi lebih glowy dan fresh.


Coveragenya Bagaikan Lip Cream


Coveragenya berada di kelas lip cream. Hi coverage yg super nutup. Ya ngga heran juga sih, teksturnya creamynya memang mempengaruhi.




Untuk yang sering enggan menggunakan lip tint karena khawatir ngga menutup permukaan bibir. Apalagi bibir yang gelap sepertiku, ini sih cocok banget.


Pigmentasi? Wah... Wah... Wah...


Pigmentasinya ngga main-main deh. Super pigmented. Ngga perlu pake sekali swab, oles setitik aja lalu dibaurin, udah keluar banget pigmentasinya. Lav!


Finishnya Gimana?


Finishnya soft matte. Ketika sheer pun, permukaan bibir akan terlihat soft karena terbalut residunya.


Transfer Ngga Sih?


Ada transfernya, tapi tipis-tipis lah. Ngga yang beleber kemana-mana gitu.


Lasting Powernya Awet Nih!


Oia, lasting powernya good. Pake makan minum masih ada stainnya. Memang ya ngga seperfect di awal. Tapi aku ga masalah. Tinggal poles aja lagi.




Yay Or Nay?


Meskipun ada beberapa hal yang tidak benar-benar ngena' di hatiku. Tapi aku menyimpulkan aku suka dengan produk ini. Masuk kategori lip tint yang bakalan aku pake terus.


Mulai dari penampakan, isi sampai perfoma oke.


Warnanya cantik dan banyak pilihan. Awet dan nyaman di bibir. Terus, satu lagi ya. Pilihan tepat untuk yang ingin pakai lip tint tapi selalu keganjel takut ngga nutupin warna bibir yang gelap. Cus cobain deh.


Ibaratnya tuh, kualitas lip cream tapi feelnya yang tetap lip tint. Aku sih Yay!


Pros


Kemasaannya cute

Pilihan warna banyak dan cantik-cantik

Ngga bikin bibir kering & kaku

Long lasting

Pigmentasinya super!

Coveragenya nampol!

Cons


Masih ada transfernya

Ada pait-paintnya, hehe

Repurchase


Udah kepikiran sih, tapi untuk shade lain.


Rate


4/5


XOXO


Madamabi___

Monday, December 7, 2020

#JurnalBulananMadamabi: November 2020

December 07, 2020



Holla...


Yeay! Ini adalah postingan curhatan ketiga di blog ini.


Akhirnya bisa konsisten juga. Hihi. Baru tiga postingan udah jumawa.


Note: Sebenarnya udah ditulis dari akhir bulan 11, tapi ngeditnya mager. Baru sekarang deh diposting.


Personal Feeling


November kemarin aku cukup mindfull sih. Kan songong lagi kan.. Haha. Alhamdulillah, usaha self care untuk self love yang lebih baik kayaknya nunjukin hasil.


Ya bukan berarti se-aman-damai itu juga. Kerikil-kerikil tajem, ya teteup lah terpampang di hamparan pandangan mata.


Hanya aja, bulan kemarin itu aku lebih ke tipe orang yang:


"Ya udah, ya udahlah ya".


Padahal untuk si virgo ini jelas mustahil. Virgo kan tipe yang:


"Duh kok gini? Ngga bisa nih gini. Pasti ada yg harus dibegini-begituin bala bala bala bala".


Haha. Semua harus sesuai rundown yang dia bikin. Perfectionist stress sejati.


Bahkan seringnya, suami yang ngomong :


"Udahlah Ma.. Bikin lagi.. Beli lagi... Atur ulang lagi.."


Wkwkwk. Lah ini kebalik.


Social media life


Memang belakangan aku lebih rajin bikin konten Instagram, secara tinggal itu aja sosmed yang aku ikutin.


Selain post tentang beauty, November kemarin cukup rajin ikutan daily challenge-nya Upload Kompakan.


Fyi, sebenarnya aku udah ikutan UK itu dari tahun 2014. Dari jaman belum nikah. Tapi sempat insyekur sendiri.


"Aduh, malu-malu aja ngikutin poto begini ke challenge mereka".


Tapi, ya kayak aku bilang. Belakangan memang aku lebih bodo amat. Jadi ngga ada lagi pikiran-pikiran begitu. Ya join lagi deh.


Salah satu hal yang bikin aku semangat ikutan UK lagi adalah. Tema-temanya nantangin aku untuk belajar tentang moto lebih dalam. Kayak eksplor komposisi dan angle. Jadi kepicu untuk keluar dari zona nyaman dan lebih ngembangin skill perflatlay-an.


Aku juga sedang berusaha untuk aktif bikin konten sebelum ntar mau detox sosmed lagi. Jadi kayak manfaatin waktu sebelum ntar mau deactive bentar.


Biasa.. Memang niatnya tiap bulan mau detox. Tapi dua bulan ini ngga bisa, karena ada beberapa project yang masih jalan.


Oia, sama kayak curhatan bulan lalu. Aku masih main-main sama tampilan feed ig. Kalo bulan lalu item dan matcha tone. Bulan ini aku pake santorini (ala-ala biru putih gitu maksudnya) (>_<) dan salmon tone.




Oia, aku mau bagiin racikan preset salmon tone aku deh. Kali aja bisa cocok di foto kalian juga.




Aku kasih nama Dakota 1. Iya.. Aku suka namain presetku dengan nama ertong-ertong yang aku seneng lihatnya. And yasss. Ini terinspo dari Dakota Fanning.




Best moment


Ini kejadiannya akhir bulan kemarin. Di saat aku merasa "oh damainya hidupku" di situ juga kena shake dikit.


Bermula dari jadwal DL blog post yang agak tetiba. Kenapa aku bilang tiba-tiba? Karena pas deal project ini, ngga ada tanggal pasti untuk DL. Pokoknya masih di bulan November. Jadi aku berinisiatif bikin jadwal sendiri. Ngga jauh sih jaraknya memang sama jadwal yang tiba-tiba itu. Jadi pas diinfokan ganti jadwal, aku sih oke aja. Lagian mereka bukan yang mendesak gimana gitu. Biasa juga kan kejadian begini di dunia perdedlainan.


Tapi..... Aku mulai olengnya karena H-1 mau DL anakku tiba-tiba muntah. Ngga ada angin ngga ada ujan deh.


Nah di situ, si mamak ini udah ngga fokes kan nulis! Apalagi big no no lah untuk aku nunda kewajiban karena alesan anak. Takut jadi kebiasaan dan sebel juga sama orang-orang yang mangkir dari tanggung jawab dengan alasan anak. Jadi ngga mau begitu deh.


Apalagi udah payment di depan, jadinya aku lebih beban aja.


Terus, aku masih berusaha tarik nafas dalam dan optimis (plus denial). Ah besok sembuh lah.


Eh taunya besoknya yang dimana hari H DL, ngga hanya muntah namun juga diare. Asli! Apa yang masuk itu yang keluar. Udah gitu jadi lemes banget anaknya.


Jadinya yang tadinya, habis masak mau duduk depan laptop sambil minum es kopi, gagal.


Segera nelfon suami untuk bawa anak ke RS.

 

Tulisan yang di laptop aku pindahi ke handphone. Niatnya mau lanjut di jalan atau pas lagi nunggu antrean nanti. Pokoknya jaga-jaga aja deh. Es kopi tetap dong diboyong juga. Haha.


Ya venue nulisnya aja yang geser.


Yang aku banggakan dari diriku saat itu adalah: Sangat yakin kalau semuanya akan beres.




Optimis banget gitu. Ngga ada pikiran, kalau ngga terkejar gimana?


Kalau gini-gitu gimana?


Pokoknya di pikiranku yakin aja. Pasti bisa. Pasti siap.


Sepanjang perjalanan rumah ke RS, anak juga anteng aja. Jadi aku lanjut nyicil tulisan deh. Sampai di RS juga urusan cukup cepat. Oke. Kelar. Pulang deh.


Baru aja mau ngerancang schedule baru. Nyampe rumah, kasih obat, makan. Lanjut nulis. Beres.


Eh, ngga jauh dari RS kabel klos (ngga tau apa nama benernya, suami sih bilangnya gitu) putus bok. Iya. Pu-tus!


Aku ngga tahu pasti sih bakalan kenapa atau gimana kalau si kabel klos ini putus. Tapi pastinya, ngga beres lah.


Sepemahaman aku kalau sampe mobil berhenti, ngga bisa jalan lagi. Jadi kita ngga bisa berhenti. Ngga boleh kena lampu merah. Karena kalo sampe itu kejadian. Ya mogok. Haha. Terus kecepatan juga stand by gitu aja. Kan ngga bisa pindah persneling.


Ngga nanya lebih lanjut sama suami, takut dia ngga fokes. Biar aja dia selesaikan sendiri deh, gimana caranya tetap jalan dan ngga kehambat lampu lalu lintas. Wkwk.


Lagian dijelasin juga aku ngga ngerti. Orang naek sepeda aja ngga bisa.


Setelah dapat info kalau kita bakalan ke bengkel. Aku mutusin untuk (berusaha) anteng dan lanjut nyicil postingan blog yang memang tinggal editing aja sih.


Anakku awalnya bolak-balik nanya sih. Ini ke mana? Kok ngga arah jalan pulang?


Tapi yaudah, setelah penjelasan kesekian ribu kali, akhirnya dia mutusin ikutan santuy. Itupun karena lihat ada truk-truk, mobil polisi & ambulance di jalan. Jadi perhatiannya teralihkan.


Aku sendirinya, udah sering sih ngadepin situasi kenderaan mogok/rusak begini. Yah, perjalanan sama suami mah udah mayan banyaklah asyem garemnya. Haha. Tapi karena anakku diarenya ngga bisa di ajak kompromi, jadinya agak kepikiran. Gimana ngga? Ibuk-ibuk mah kalau kenyaman diri sendiri masih bisa kompromi. Tapi kalau kenyaman anak, panik itu kerap terjadi sodara-sodara.


Long story short....


Nyampe juga dibengkel. Dan tulisanpun sudah berhasil dipublish. Postingan Instagramnya juga udah beres. Report juga udah di kirim.


Huuft.


Udah gitu, aku ngerasa kita dapat reward aja dari Tuhan. Karena udah berusaha tetap tenang.


Di dekat bengkel langganan keluarga suami itu, ternyata ada resto lesehan dengan menu ayam penyet. Konsepnya semi outdoor dan sepi. Yang aku takjub. Ngga nyangka aja. Itu bengkel, letaknya udah jauh dari jalan raya, eh masuk gang lagi. Jadi benar-benar rahasia Ilahi deh bisa nemu tempat makan begitu di situ. Selain bersih, asli enak banget. Kita sampe rencana mau makan di situ lagi.


Haha, siapa yang nyangka kita malah jadi halan-halan dan mamam di luar jadinya.


Jadi setelah sholat (yang juga ada mesjid di dekat situ) kita makan deh di situ. Pas juga anakku mau minum obat.


Urusan anak, beres.


Urusan kerjaan, beres.


Dapat bonus refreshing tanpa terduga pula itu.


Ya ampun.. Benar-benar ruar biasa sih hari itu menurutku.


Ngajarin untuk tetap tenang.


Untuk percaya sama rencana Tuhan, dan no debat. Doa aja, udah!


Untuk yakin, kalau semua ada jalan.


Plus, selalu ada hal  baik dari hal yang kita pikir bakalan buruk.


Semrawut tapi pasti. LOL.


Bullet Journaling


Terus. Untuk per-bujo-an. Akhirnya udah siap ngerjain template bulan Desember. Alhamdulillah, niat untuk konsisten ngebujo setahun ini kecapai juga.


Ya meskipun kadang di tengah-tengah bulan suka --yagitudeh--.  Wkwk. Mogok. Tapi paling ngga template tiap bulan kebikin.


Bulan terakhir ini pake pressed flower. Simpel aja. Kayak idup. Makin tua, makin sederhana pikirannya.


Semoga 2021 lebih greget lagi ngebullet journalnya. Amin✨


Ma Baby Boy Bala-Bala


Oke.. Lalu anak, gimana anak?


Anakku ya lagi hobi-hobinya ngikutin adegan kartun. Yang lucu kalo dalam bentuk animasi. Tapi bahaya dalam dunia nyata.


Contohnya adegan main sepeda kayak rem blooong ya tetiba nabrak nembok. Padahal ngga nabrak beneran, tapi dibuat ala-ala nambrak sama dia. 





Emang sih masih kekontrol sama dia. Cuma kan ya eike jantungan bok.


Terus, adegan ala kartun yang lagi minum lalu keselek sampai air keluar dari mulut.


Nah ini juga nyebelin sih. Jadi basah kan lantai. Yang paling betein, pernah dia lagi reka adegan ala keselek kartun gitu. Aku pas lagi nunduk ambil mainannya. Yah.. Alamat! Airnya meluncur kekupingku dengan sangat indahnya.


Paham sih nak, imajinasi kamu tinggi. Tapi denging kuping mamak nak.


***


Oke deh..


Demikian deh kira-kira hidup di bulan November kemarin. Semoga masih konsisten untuk #JurnalBulananMadamabi selanjutnya.


XOXO


Madamabi___

Wednesday, November 25, 2020

Review: Ella Skin Care Goats Milk Whitening Body Lotion

November 25, 2020

 


Holla…

 

Karena pernah punya pengalaman buruk akibat mengabaikan penggunaan body lotion. Aku benar-benar kapok untuk mengabaikan hal satu ini. Kejadiannya pada saat baru lahiran dulu. Kesibukan dunia baru sebagai ibu, bikin aku mager banget untuk molesin pelembab ke tubuh. Ujung-ujungnya, kulit keringku malah makin kering. Sampai separah itu. Sampai berbusik dan kalau digoret pake kuku, meninggalkan garis putih. Kalau dibikin nulis puisipun bisa kali. Haha.

 

Jadi body lotion itu memang basic banget untuk aku. Gimanapun ceritanya, harus pakai. Mau itu sambil tiduran kek. Sambil ngejar-ngejar anak. Pokoknya, sempat ngga sempat. Harus.

 

 

Nah seperti yang sering aku share di postingan Instagram Story belakangan ini. Baru-baru ini aku kenalan dengan Ella Goats Milk Whitening Body Lotion. Klaimnya ngga hanya melembabkan. Tapi juga berfungsi sebagai eksfoliator. Hah? Apa tuh? Gimana tuh?

 

Oke deh, akan aku ulas lebih lanjut di sini ya.

 

Body Lotion Dengan Kandungan Milky, Niacinamide & AHA

 

 


Ella Skin Care merupakan brand lokal yang basicnya mereka ini adalah klinik kecantikan. Klinik Ella Skin Care sudah memiliki 17 cabang baik di pulau Jawa dan Sumatera (kalau Sumatera baru ada di Lampung aja).

 

Goats Milk Whitening Body Lotion ini adalah pelembab tubuh yang juga memiliki fungsi sebagai eksfoliator. Jadi selain body lotion, juga disebut sebagai peeling lotion.

 



Kenapa bisa begitu? Karena memiliki kandungan Milky, AHA dan Niacinamide yang diformulasi agar kulit menjadi lebih lembab, cerah, sehat dan lembut.

 

Hal ini membuat klaim whitening pada pada nama produknya, merupakan hal natural. Karena ada proses ekfoliasi dan regenerasi kulit. Peran dari AHA dan Niacinamide tadi. 




Selain memiliki izin BPOM dan sertifikasi Halal dari MUI. Produk Ella juga no paraben. Dermatology tested.

 

Ingredients

 

 


Info Produk

 

Netto: 250 g

POM: NA18190125042

Price: @82.000 IDR

Where To Buy:

Shopee Mall ellabeautystoreofficial

For more info, please check:

Instagram @ellaskincareofficial & @ellabeautystore

 

Dikemas Dalam Botol Plastik Simpel

 



Body lotion dari Ella Skin Care ini dikemas dalam botol silinder plastik bening. Cukup simple dan ngga rame atapun “berisik”. Selain nama brand dan keterangan produk, ada satu detail yang cukup menonjol. Yaitu ada gambar dombanya. Gemes banget.

 

Kalau ditelisik lebih lanjut, si domba tadi untuk mempertegas bahwa produk ini mengandung susu. Tapi aku tidak menemukan keterangan jelas yang mempertegas jenis susunya. Apakah susu kambing atau bukan? Bahkan nama Goats Milk itu aku dapatkan pada postingan Instagram dan nama produk pada shopee mereka. Menurutku, nama dari produknya ini harus diperjelas dan disesuaikan juga baik pada katalog dan kemasaan. Agar tidak terjadi kerancuan.

 

Terdapat tutup press top hitam untuk jalan keluar produk atau aplikatornya. Simple memang konsepnya. Sayangnya, lubang aplikator tadi agak kekecilan sih menurutku. Mengingat tekstur produk ini memang padat dan kental. 




Jadi butuh usaha untuk memencet botol plastik, agar cream lotionnya keluar. Itupun terkadang sulit dikontrol dan sering kebanyakan jumlah produk yang keluar.

 

Bagusnya, botol plastik tadi cukup lunak dan mudah dipencet.

 

Oia, untuk isi 250 gram. Size botolnya termasuk fleksibel. Ngga bulky dan makan tempat. Meskipun belum benar-benar bisa dikatakan travel friendly juga.

 

Tesktur Creamy Yang Padat Namun Blendable

 

Teksturnya berupa krim putih yang padat. Sangking padatnya, ibaratnya tuh. Kalau kamu tuang ke telapak tangan, lalu dibalik. Tenang, dia ngga bakalan jatuh. Tapi meskipun begitu, sangat mudah dibaur. Blendable dan ringan. Ngga patchy dan ngga meninggalkan jejak residu pada pori-pori.

Awalnya di kulit terasa seperti creamy yang watery. Menarik sih ini menurutku. Karena memang ada hint basah seperti air yang ngasih efek sejuk (meskipun dia super creamy). Namun, ketika produk sudah membaluri kulit ada feel buttery yang sangat melembabkan. Tapi bukan greasy yang plekeut gitu ya.

 



Untuk aku pemilik kulit kering, kelembabannya ini benar-benar memenuhi kebutuhan kulitku. Sifatnya tuh emollient-occlusive. 

 

Memang ketika terkena air, ada rasa licin. Namun aku perhatikan, meskipun licin terkena air, bukan serta merta residunya luntur begitu kok. Bahkan efek lembabnya masih terasa, meskipun sudah terbasuh oleh air.

 

Aromanya Mewah Banget

 

Awalnya aku berpikir, lotion ini aromanya bakalan seperti susu banget. Ternyata, surprisingly aromanya agak berbeda dari wangi lotion pada umumnya. Di penciumanku, wanginya seperti parfum floral yang sweet dan kesannya romantic. Classy banget, kayak parfum mahal gitu. LOL.

 

Selain nyaman banget dipenciuman. Dia cukup intense wanginya, tapi ngga nyegrak sama sekali. Udah gitu, awet banget lagi.

 

Jadi selama pakai body lotion ini, bahkan baju aku juga jadi wangi. Aromanya nempel di baju. Jujur ya, ini jadi bikin aku makin rajin pake lotion ngga hanya di kaki dan tangan. Tapi literally sebadan. Haha. Biar wangi plus lembab dan mulus sebadan deh.

 

Parah banget ini lotion. Bener-bener mood booster.

 

Kulit Ngga Hanya Lembab dan Lebih Cerah, Namun....

 

Pada deskripsi di kemasaan botolnya, memang dikatakan untuk melihat hasil dari produk ini dibutuhkan waktu sekitar dua minggu. Aku pakai ini sudah lebih seminggu, tapi belum genap dua minggu. Namun menurutku, sudah ada hasil yang terlihat cukup signifikan dan sesuai dengan klaim dari produknya.

 

Aku merasakan banget kalau kulitku jadi lebih lembab. Kalau selesai mandi, ngga buru-buru harus terkejar untuk pakai lotion. Karena kelembaban kulit jadi lebih stabil.

 



Untuk klaim peeling lotionnya juga terlihat dari kondisi kulit yang rasanya jadi lebih halus dan perlahan bergerak menuju mulus. Iya. Aku pede banget bilang mulus ya! Karena aku mendapati sendiri selama pakai lotion ini, kayaknya sel kulit matiku ngga sempat numpuk.

 

FYI: Perawatan tubuh lainnya masih sama aja seperti sebelumnya (mandi dengan sabun dan shower puff dan luluran).

 

Setiap pakai lotion dengan judul “whitening” aku udah yang “ngga white juga ngga apa”. Karena memang goalsnya bukan white. Tapi aku juga memahami kok, kenapa penambalan kata white ada pada produk ini (seperti yang sudah aku jabarin di bagian tentang produk ya). Tapi, ya memang kulitku terlihat lebih cerah. Berkat kandungan dan eksfoliasi dari produk ini pasti tentunya. Bukan langsung jadi putih kayak porcelain ya. Ya ngga gitu juga lah. Tapi lebih cerah sekitar satu tingkat dari sebelumnya. Senangnya adalah, warna kulitpun semakin merata dan ngga kusam.

 

Ingat juga, harus konsisten dan telaten. Pakai rutin dua kali sehari, atau sekiranya dirasa kulit butuh kelembaban khusus. Sabar juga pastinya. Ini bukan body lotion yang sekali swab, bim salabim jadi putih ya beb. Haha. Ada prosesnya.

 

Conclusion

 

Aku sendiri baru-baru ini sekali mengenal brand Ella Skin Care. Ella Peeling Lotion Whitening Body Lotion ini juga merupakan produk mereka yang pertama sekali aku gunakan. Tapi, perkenalan ini sangat manis.

 

Walaupun ada beberapa hal yang agak kurang sesuai denganku, dan semoga bisa dievaluasi lagi. Namun bisa dikatakan ini adalah produk yang akan aku pakai untuk kedepannya.

 

Karena memang aku senang sekali dengan kelembabannya yang sangat pas bagi kulit keringku. Udah gitu, peelingnya juga terasa. Bikin sel kulit mati terangkat. Rasanya ngga ada cerita numpuk.

 

Belum lagi wanginya, aku suka sekali. Wah banget! Ini sih benar-benar aroma parfum horang kayahhhh.

 

Seperti yang udah aku katakana juga, ini produk masuk kategori mood booster. Ngga hanya kulit yang happy, tapi hati ini juga happy pas pakai body lotion ini. Benar-benar teman self care yang kece.

 

Lagi-lagi aku salut sama produk lokal. Good job Ella Skin Care.

 

Pros

 

Kelembabannya pas untuk pemilik kulit kering

Aromanya mewah

Efek eksfoliasinya terlihat

Aroma dan lembabnya awet

Kulit jadi lebih cerah

Harga terjangkau

Isinya banyak

 

Cons

Masih ada efek licin kalau terkena air

Aplikator pada tutupnya terlalu kecil, produk jadi sulit keluar

 

Repurchase


Maybe, Yes!


Rate

 4/5 


XOXO

 

Madamabi___ 

Law Of Attraction: Tentang Tarik Menarik Keyakinan Serta Kepasrahan

Holla... Aku punya banyak banget ketertarikan terhadap konsep-konsep ataupun pemikiran dalam kehidupan ini. Khususnya yang mengarah kepada ...