Monday, October 8, 2018

Review: Freeman Charcoal + Black Sugar Mud Mask | Detoxifying


Holla...

Awalnya aku agak mikir juga sih, hari gini masih ngereview freeman? Pasti udah pada pakai kali. Tapi disisi lain mikir juga, ya namanya juga mau sharing. Nggak ada salahnya ditulis aja kali ya bok. Siapa tahu ada yang masih belum nyobain varian ini. Atau siapa tahu masih ada yang penasaran bagaimana reaksinya di wajah orang lain.


Apa lagi masker ini variannya banyak sekali ya. Dan semuanya bikin penasaran untuk dicobain. Alhamdulillah ya, akhirnya aku bisa cobain yang varian charcoal + black sugar mud mask yang memang udah lama masuk wish list aku.


For your info, ini adalah masker freeman kedua yang aku miliki. Sebelumnya aku sudah punya yang charcoal + black sugar namun dalam versi gel mask and scrub. Karena yang sebelumnya cocok di kulitku, jadi aku memutuskan untuk nambah lagi deh.


Baca Juga:

Seperti apa sensasi dari masker ini diwajahku? Dan bagaimana pendapatku mengenai masker yang konon katanya susah didapat karena peminatnya banyak ini?

Yuuuk.. Mareee kita bahas.

Tentang Produk

Masker yang kandungan utamanya berasal dari arang bambu dan black sugar ini, ditujukan untuk pemilik kulit normal to combo skin (kombinasi). Fungsi utama dari masker ini adalah sebagai pembuang racun atau detoxifying. 


Disebutkan juga pada klaimnya:

Instantly removes impurities + nourishes for renewed skin.

Jadi selain mampu menghilangkan kotoran secara instan, masker yang dianjurkan digunakan selama 10 menit ini juga dapat menutrisi sel kulit baru. 

Umm, kira-kira bener nggak ya?

Info Produk:

- Netto: 175 ml
- Not tested on animals
- Made in USA
- Period After Opening (PAO) 36 bulan / 3 tahun
- Price: @ 100.000 - 150.000 IDR
- Where to buy: Online shop, E-Commerce, Jastip, dll.

Packaging

Tubenya berbentuk seperti segitiga terbalik dengan bagian atas yang semakin pipih. Berwarna abu-abu muda dengan detail hitam. Terdapat ilustrasi charcoal yang seolah mempertegas main ingredients-nya. 


Deskripsi produk, cara penggunaan, ingredients, profile produsen, barcode sampai PAO ada di bagian belakang produk. Cukup lengkap dan jelas ya menurutku. 


Tutupnya berupa flip top dengan sebuah lubang kecil tempat keluar produk. Ukuran lubang sebagai akses produk pas, tidak membuat produk sulit keluar atau menjadi muncrat dan beleber.


Intinya, desain produknya hampir sama dengan varian lain, hanya dibedakan oleh warna yang sesuai dengan setiap kandungan maskernya.

How To Use


Apply mask to face and neck, avoiding contact with eyes. Leave on 7-10 minutes or until dry. Rinse with warm water. Use twice a week or as often as needed.

Masker ini disarankan digunakan dua kali seminggu atau lebih, jika memang diperlukan. Penggunaan sekitar 7 sampai 10 menit. Dan sebaiknya bilas dengan air hangat.

Karena masker ini ditujukan untuk oily skin dan kombinasi. Sedangkan kulitku kering kerontang, jadi aku hanya pakai sekitar 7 menit. Ga sampai 10 menitan pokokmya. Tips ini aku dapatkan dari yutubnya Neng Suhay. 

Tekstur

Pada deskripsi produk disebut, bahwa masker ini "velvety mud mask". Awalnya aku nggak ngeh maksudnya apa. Tapi setelah aku cobain, barulah aku mengerti.


Masker lumpur ini sangat halus dan licin. Ketika dioles kewajah juga sangat lembut dan enak sekali dalam proses pengaplikasiannya keseluruh permukaan kulit wajah. Seneng sih aku sama teksturnya ini. Lav.

Fragrance

Setelah aku hirup-hirup, aromanya ini sangat mirip dengan yang charcoal dan black sugar versi gel scrub mask. Aku suka aromanya yang lembut, seperti perpaduan floral dan forest. Segar dan menenangkan. 

Namun, ketika digunakan perlahan aromanya meredup dan samar tercium seperti bau dari abu atau arang yang dibakar. 

Performa

Ketika digunakan, akan terasa adem pada saat dioleskan pertama kali. Lalu selang sekitar satu sampai dua menit akan terasa perih dimata, namun akan menghilang beberapa waktu kemudian. Sembari mengering dia juga akan memberi rasa seperti cekit-cekit yang kemudian disusul oleh rasa sedikit gatal. Bagiku ini sedikit mengganggu sih, tapi masih dalam kategori bisa diatasi.


Masker ini juga memberikan sensasi firming pada kulit wajah. Jadi rasanya kulit wajah seperti ketarik dan terasa kencang. Level ketariknya tidak terlalu kencang, dapat dikatakan medium atau sedanglah ya bok.

Seperti yang aku sebutkan di point fragrance, seperti tercium aroma abu atau arang yang sedang dibakar. Semakin mengering maskernya, semakin tercium aroma abu tadi. Jadi, bisa sebagai penanda masker sudah kering. Proses keringnya juga cepat. Aku suka masker yang cepat kering begini.

Setelah kering, permukaan masker yang tadinya licin dan berwarna pekat, berubah. Warna menjadi lebih soft dan seperti ada totol-totol seperti pori-pori. 


Penampakan ketika kering seperti foto diatas ya beb. Sedangkan untuk perbandingan penampakan ketika basah dan kering, ada di foto berikut.


Oia, masker ini cukup sulit dibersihkan. Disiram dengan air dan digosok-gosok dengan tangan saja tidak membuat maskernya rontok. Tapi harus dibantu dengan washlap atau facial sponge, baru deh bersih.

Lalu apakah terasa perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan masker ini?


Seperti foto di atas. Aku merasa lebih segar dan kulit kusamku terlihat lebih bersih dan sedikit glowing-glowing manjah.

Foto tersebut sama-sama setelah mencuci muka. Yang before, mencuci muka sebelum maskeran. Dan yang after, mencuci muka setelah maskeran.

Conclusion

Walaupun memiliki beberapa catatan yang membuat kesan kurang nyaman ketika digunakan. Aku sih, cukup suka dengan masker ini. Efek bersihnya nampol diwajahku. Feel maskerannya juga kerasa lho. 

Belum lagi untuk harga dibawah 150.000 IDR, ditambah dengan size yang besar begitu. Menurutku sangat patut untuk dimiliki. 

Pros

+ Harga terjangkau
+ Isi banyak
+ Aroma segar
+ Tekstur nyaman 
+ Cepat kering
+ Ada sensasi firming
+ Wajah terasa bersih dan segar

Cons

- Terasa cekit-cekit
- Ada efek gatal
- Tercium aroma abu
- Mata terasa perih

Repurchase?
50:50 beb. Kalau nemu hasil dan feel yang sama tanpa rasa cekit-cekit dan gatal, kayaknya aku beralih. Kalo nggak nemu, mungkin akan repurchase lagi.

Rate
(4/5)
****

Kalian sudah coba varian freeman mana aja? Atau masih ragu beb? Sharing di komen yuk.

XOXO

Madamabi___

19 comments:

  1. Hasilnya kelihatan ya madam, aku penasaran sama charcoal karena belom pernah nyoba satupun dengan bahan ini.

    ReplyDelete
  2. Setahu saya, masker-masker detoxifying yang mengandung charcoal & berjenis mud mask emang cekit-cekit kalau dipakai. Masker high-end macem Glamglow juga begitu. Dan seinget saya emang cekit-cekit itu karena dia lagi deep cleansing pori-pori dan (sesuai namanya) mendetoks kulit. Kalau dipakai rutin, nanti juga berkurang cekit-cekitnya, karena memang sudah rutin dibersihkan kulitnya. Mungkin awal pakai rasanya perih dan gatal banget karena masih banyak kotoran yang harus diangkat.

    Saya juga pakai masker yang sama dan keluhannya sejauh ini cuma karena bikin perih mata aja hehe. Tapi biasanya saya atasi dengan mengoles masker jauh dari mata (biasanya batasnya sampai daerah tulang pipi aja). Oh iya, kalau susah dibersihkan, pakai air hangat sangat membantu lho.

    Thank you for sharing!

    ReplyDelete
  3. Me : orang yang belom nyobain masker freeman. Gatau lah, pengen beli tapi kok kaya masih ragu-ragu gimana gitu, mau ga beli tapi sayang juga.

    ReplyDelete
  4. Krn tekstur kyk lumpur gt x ya kak mkny susah dibilas tapi langsung keliatan bedanya kak setelah penggunaan, duh ku ketinggalan blm pernah nyobain.

    ReplyDelete
  5. Aku sendiri bahkan belum pernah coba masker ini. Hahaha. #KBBVmember

    ReplyDelete
  6. wah aku baru tau ada yang gel nya. aku sempet kepengen buat beli yang mud mask ini tapi mau ngabisin freeman ku dulu yang varian lemon. tapi serem juga ya bikin gatal-gatal.. #kbbvmember

    ReplyDelete
  7. freeman ini harganya ga sama ya, online shoop banyak yg jual harganya snagat bervariasi :( #kbbvmember

    ReplyDelete
  8. Ak blum prnah coba masker freeman haha. Hasilnya lmyn ya bisa bikin cerahan, cm bersihinnya kayaknya butuh effort lebih #kbbvmember

    ReplyDelete
  9. kayaknya semua masker freeman bikin perih mata ya, aku berkali-kali punya dan setiap beli ya bikin perih. Btw, review freeman gak ketinggalan jaman kok, malah ngebantu karena variannya banyak banget. thank you sharingnya #kbbvmember

    ReplyDelete
  10. Aku blm sempat beli ini, lagi gak ada. Jadinya yang timun deh yg terbeli hehe

    ReplyDelete
  11. Hasilnya kelihatan signifikan banget yah. Tapi jujur, aku sendiri belum pernah nyoba. #kbbvmember

    ReplyDelete
  12. wah ada charcoal ya freeman sekarang, jaman gw dulu mentok di cucumber yang heits hahaha #KBBVMember Carnellin

    ReplyDelete
  13. Hmm sepertinya ku menyesal sudah menjual charcoal mud mask ini kak wkkw #kbbvmember

    ReplyDelete
  14. wiih.. dari dulu pengen coba freeman tapi ga pernah kesampean aja.. jadi makin mupeng nih hahaha #kbbvmember

    ReplyDelete
  15. Freeman ini maskernya banyak banget ya. Saking banyaknya sampai bingung harus cobain yang mana dulu #kbbvmember

    ReplyDelete
  16. freeman ni banyak ya serielny ampe bingung mw nyoba yg mana, tp ini lsg cerahan di kamu

    ReplyDelete
  17. Akuuu! Aku blm pernah nyobain freeman sama sekali hahahah. Kalo baca reviewnya yg varian ini agak cadas ya... Sampe cekit2 gitu

    #Kbbvmember

    ReplyDelete
  18. Waa racun banget buat aku ni kk, cuman harganya waw juga ya kk

    ReplyDelete
  19. Sama sekali belum pernah nyobain freeman wkwkkw.. Mupeng..

    ReplyDelete

Hai. Terimakasih sudah membaca postingan ini. Silahkan memberi komentar yang baik dan tentu saja sopan ya dear. 😘

Review: Beauty Story Matte Generation Lipstick (All Shade)

Holla... Setelah beberapa waktu lalu aku bahas haul dari produk-produk Beauty Story yang aku punya dan aku dapatkan dari kerja sa...