Bullet journal adalah seni menulis jurnal dengan system analog. Dibuat oleh seorang desainer asal new York, Ryder Carroll. Cara ini menekankan untuk melacak (masa lalu), mengatur (masa sekarang) dan merencanakan (masa depan).
Aku senang dengan metode ini, karena
simple, tepat sasaran. Sebab dibuat dalam bentuk point. Sehingga mudah untuk
merorganisir jurnal. Sehingga tidak semata berisi curhatan. Lebih punya tujuan
dan bisa menjadi media untuk menganalisa kehidupan. Eaaak!
Wadaw, hari gini baru bahas bullet
journal (bujo) mak?
Iya nih neng, telat ya? Monmaap.
Sebenarnya aku sudah mempraktekan bujo
ini dari masa-masa sekolah dulu. Sempat terhenti karena mikir, “waduh! uda
mak-mak apa pantes nulis jurnal warna-warni gini?” Tapi masak iya membatasi
diri sendiri untuk hal yang tidak merugikan, malah bermanfaat.
Sebelum membahas apa saja manfaat-manfaat
dari nge-Bujo ini, aku mau share dulu cara memulainya agar tidak terlalu mager,
dan mikir ribet duluan. Bukan patokan resmi atau paling bener ya. Cuma cara
versi aku aja. Kali aja cocok di kamu. Dari pemula untuk pemula memang nih
judulnya.
Siapkan
Peralatan
Buku
catatan / jurnal:
Aku nggak matok banget harus yang polos ya. Seadanya aja sih. Jangan dibikin
repot beb. Nanti juga kita akan berkreasi disini. Jangan tegang-tegang amat. Sesuaikan
sama selera. Kebetulan aku punya jurnal kosong yang bermotif daun-daunan, jadi
aku pakai itu saja. Menurutku, pattern yang sudah ada malah membantuku untuk
membuat tema dari bujo milikku.
Alat
tulis:
Yang simple aja. Kayak pensil, pulpen, penggaris, penghapus dan spidol warna. Kalau
kamu belum punya spidol warna, ngga apa. Mulai aja dulu. Peng-kode-an kan
(seperti mood tracker), nggak mesti dengan warna. Melainkan bisa dengan kode
pattern, seperti garis horizontal, vertical, polkadot dan lainnya. Intinya sih,
jangan sampai keterbatasan menunda keinginan beb. Haha.
Dekorasi:
Macem-macem
yang bentuknya. Seperti washi tape, stiker, foto Polaroid, print dari majalah,
daun kering dan masih banyak hal disekitar kita yang bisa di manfaatkan.
Cari
Inspirasi
Dimana? Banyak beb. Bisa melalui
instagram maupun pinterest. Tinggal masukin keyword-nya aja, lalu akan
bermunculan berbagai contoh bujo. Untuk yang lebih suka lihat tutorial dalam
bentuk video, cus deh ke you tube. Disana juga banyak banget lho. Atau, tentu
saja melalui blog, kayak yang aku buat ini. Hihihi.
Aku anaknya team pinterest banget, jadi apapun itu lebih suka cari inspirasi dari pinterest. Termasuk untuk hal bujo ini. |
Selain memberi inspirasi desain, hal ini
juga dapat membantu kamu untuk menentukan apa saja yang penting kamu masukan
kedalam bujo.
Mulai
Dari Judul
Tandai dahulu setiap halaman, dengan
judul yang kamu inginkan setiap bulannya. Perkirakan juga setiap judul,
kira-kira membutuhkan berapa lembar halaman. Lalu langkahi dengan judul
lainnya.
Misalnya, untuk bulan januari kamu ingin
mengisinya dengan kalender bulanan (beserta target dalam bulan tersebut), mood
tracker, to do list, dan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan kamu.
Pakai Pensil Dulu
Jangan stuck dengan desain. Mulai aja
dulu dengan menggunakan pensil. Setelah itu, baru diretouch dengan spidol warna
dan printilan dekorasi lainnya. Isi aja dulu pokoknya. Ntar masalah desain bisa
di makeover belakangan. Nanti juga kalau terisi, ide desain akan mengalir
sendiri.
Selain itu, memulai dengan menggunakan
pensil, membantu untuk mengurangi kesalahan dalam layout. Jadi bujo juga lebih
rapi dan indah. Ini juga untuk menghindari kebiasaan salah lalu sobek. Hihihi.
Isi
Aja Terus
Karena template bujo rata-rata sudah
dipatok berdasarkan tanggal. Kita sering males kalau udah ada yang ke-skip. Isi
aja terus beb. Lanjutin aja terus. Ini akan menunjukan dan melatih bagaimana
kita berkomitmen dan konsisten-tidaknya kita dalam melakukan sesuatu. Santai
tapi berusahalah untuk selalu fokus.
===================================================
Hanya itu yang bisa aku share ke kalian.
Next, aku bakalan posting hal-hal lain seputar bullet journal. Berseri gitu
deh, biar per point dan spesifik, karena kalau dibahas sekaligus bakalan
becabang banget beb.
Semoga postingan dari si-pemula ini ada
manfaatnya, untuk yang juga ingin konsisten nge-bujo ya. Semangaaaaat beb.
XOXO
Madamabi___
Baik.. Setelah terpengaruh akhirnya bujo January kelar dan lanjut ke February. Semoga konsisten sampai..saat..nan..ti..
ReplyDeletesy tim pinterest juga mbaaa.. hehe.. tp liat2 aja seneng, aplikasinya blm tentu hihi
ReplyDeleteselalu suka sama orang-orang yang bikin bujo.
ReplyDeletenyoba bikin sendiri tapi nggak berhasil soalnya nggak puas lah, kurang bagus lah, ada aja alesan pokoknya. hihhhihi
kreatif sekali jadi lebih berwarna..
ReplyDeleteaku juga lagi rajin bikin bullet journal cuma ga suka yang meriah jadi monokrom paling tambah hiasan ala rustic, seru bikin bullet journal ituu jadi bikin semangat beraktifitas sih ;D
ReplyDeleteSy justru tau bulet jurnal semnjak gabung grup 3 bln ini... Kudet bgt khan 😁btw tu keren bgt mba gambarnya
ReplyDeleteAku kok nggak pernah berhasil buat bujo yaa. Habis ini mau coba lagi ah
ReplyDeleteSungguh aku demen sama bujo nya madam. Konsisten sekali. Apalagi warna warnanya menggoda. Kutunggu update an bujo mu madam.
ReplyDeleteAku gak pernah buat bujo nih. Pernah nya cuma nulis diary bergambar. Cakep bgt emang kalau dibuat gitu kan ya madam. Jd kepengen. Tapi sering ga ada waktu sekarang. Hiks.
ReplyDeleteAku samsek gak pernah buat madam, cuma taunya mentok buat planner. Tapi kalau buat list atau agenda pakai bujo lebih semangat liatnya krn warna warni ye madam. Baiqlah akan aku coba
ReplyDeleteJadi semangat ngebujo aku...
ReplyDeleteSenengnya