Friday, February 8, 2019

How To Start A Bullet Journal | #BujoLove


Holla…

Bullet journal adalah seni menulis jurnal dengan system analog. Dibuat oleh seorang desainer asal new York, Ryder Carroll. Cara ini menekankan untuk melacak (masa lalu), mengatur (masa sekarang) dan merencanakan (masa depan).  


Aku senang dengan metode ini, karena simple, tepat sasaran. Sebab dibuat dalam bentuk point. Sehingga mudah untuk merorganisir jurnal. Sehingga tidak semata berisi curhatan. Lebih punya tujuan dan bisa menjadi media untuk menganalisa kehidupan. Eaaak!

Wadaw, hari gini baru bahas bullet journal  (bujo) mak?

Iya nih neng, telat ya? Monmaap.

Sebenarnya aku sudah mempraktekan bujo ini dari masa-masa sekolah dulu. Sempat terhenti karena mikir, “waduh! uda mak-mak apa pantes nulis jurnal warna-warni gini?” Tapi masak iya membatasi diri sendiri untuk hal yang tidak merugikan, malah bermanfaat.

Sebelum membahas apa saja manfaat-manfaat dari nge-Bujo ini, aku mau share dulu cara memulainya agar tidak terlalu mager, dan mikir ribet duluan. Bukan patokan resmi atau paling bener ya. Cuma cara versi aku aja. Kali aja cocok di kamu. Dari pemula untuk pemula memang nih judulnya.

Siapkan Peralatan

Buku catatan / jurnal: Aku nggak matok banget harus yang polos ya. Seadanya aja sih. Jangan dibikin repot beb. Nanti juga kita akan berkreasi disini. Jangan tegang-tegang amat. Sesuaikan sama selera. Kebetulan aku punya jurnal kosong yang bermotif daun-daunan, jadi aku pakai itu saja. Menurutku, pattern yang sudah ada malah membantuku untuk membuat tema dari bujo milikku.

Jurnalnya bukan sponsor beb, tapi kebetulan adanya itu. Hehe.

Alat tulis: Yang simple aja. Kayak pensil, pulpen, penggaris, penghapus dan spidol warna. Kalau kamu belum punya spidol warna, ngga apa. Mulai aja dulu. Peng-kode-an kan (seperti mood tracker), nggak mesti dengan warna. Melainkan bisa dengan kode pattern, seperti garis horizontal, vertical, polkadot dan lainnya. Intinya sih, jangan sampai keterbatasan menunda keinginan beb. Haha.

Dekorasi: Macem-macem yang bentuknya. Seperti washi tape, stiker, foto Polaroid, print dari majalah, daun kering dan masih banyak hal disekitar kita yang bisa di manfaatkan.

Cari Inspirasi

Dimana? Banyak beb. Bisa melalui instagram maupun pinterest. Tinggal masukin keyword-nya aja, lalu akan bermunculan berbagai contoh bujo. Untuk yang lebih suka lihat tutorial dalam bentuk video, cus deh ke you tube. Disana juga banyak banget lho. Atau, tentu saja melalui blog, kayak yang aku buat ini. Hihihi.

Aku anaknya team pinterest banget, jadi apapun itu lebih suka cari inspirasi dari pinterest. Termasuk untuk hal bujo ini.

Selain memberi inspirasi desain, hal ini juga dapat membantu kamu untuk menentukan apa saja yang penting kamu masukan kedalam bujo.

Mulai Dari Judul

Tandai dahulu setiap halaman, dengan judul yang kamu inginkan setiap bulannya. Perkirakan juga setiap judul, kira-kira membutuhkan berapa lembar halaman. Lalu langkahi dengan judul lainnya.


Misalnya, untuk bulan januari kamu ingin mengisinya dengan kalender bulanan (beserta target dalam bulan tersebut), mood tracker, to do list, dan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan kamu.

Pakai Pensil Dulu


Jangan stuck dengan desain. Mulai aja dulu dengan menggunakan pensil. Setelah itu, baru diretouch dengan spidol warna dan printilan dekorasi lainnya. Isi aja dulu pokoknya. Ntar masalah desain bisa di makeover belakangan. Nanti juga kalau terisi, ide desain akan mengalir sendiri.

Selain itu, memulai dengan menggunakan pensil, membantu untuk mengurangi kesalahan dalam layout. Jadi bujo juga lebih rapi dan indah. Ini juga untuk menghindari kebiasaan salah lalu sobek. Hihihi.

Isi Aja Terus

Karena template bujo rata-rata sudah dipatok berdasarkan tanggal. Kita sering males kalau udah ada yang ke-skip. Isi aja terus beb. Lanjutin aja terus. Ini akan menunjukan dan melatih bagaimana kita berkomitmen dan konsisten-tidaknya kita dalam melakukan sesuatu. Santai tapi berusahalah untuk selalu fokus.

===================================================

Hanya itu yang bisa aku share ke kalian. Next, aku bakalan posting hal-hal lain seputar bullet journal. Berseri gitu deh, biar per point dan spesifik, karena kalau dibahas sekaligus bakalan becabang banget beb.

Semoga postingan dari si-pemula ini ada manfaatnya, untuk yang juga ingin konsisten nge-bujo ya. Semangaaaaat beb.

XOXO

Madamabi___

11 comments:

  1. Baik.. Setelah terpengaruh akhirnya bujo January kelar dan lanjut ke February. Semoga konsisten sampai..saat..nan..ti..

    ReplyDelete
  2. sy tim pinterest juga mbaaa.. hehe.. tp liat2 aja seneng, aplikasinya blm tentu hihi

    ReplyDelete
  3. selalu suka sama orang-orang yang bikin bujo.
    nyoba bikin sendiri tapi nggak berhasil soalnya nggak puas lah, kurang bagus lah, ada aja alesan pokoknya. hihhhihi

    ReplyDelete
  4. aku juga lagi rajin bikin bullet journal cuma ga suka yang meriah jadi monokrom paling tambah hiasan ala rustic, seru bikin bullet journal ituu jadi bikin semangat beraktifitas sih ;D

    ReplyDelete
  5. Sy justru tau bulet jurnal semnjak gabung grup 3 bln ini... Kudet bgt khan 😁btw tu keren bgt mba gambarnya

    ReplyDelete
  6. Aku kok nggak pernah berhasil buat bujo yaa. Habis ini mau coba lagi ah

    ReplyDelete
  7. Sungguh aku demen sama bujo nya madam. Konsisten sekali. Apalagi warna warnanya menggoda. Kutunggu update an bujo mu madam.

    ReplyDelete
  8. Aku gak pernah buat bujo nih. Pernah nya cuma nulis diary bergambar. Cakep bgt emang kalau dibuat gitu kan ya madam. Jd kepengen. Tapi sering ga ada waktu sekarang. Hiks.

    ReplyDelete
  9. Aku samsek gak pernah buat madam, cuma taunya mentok buat planner. Tapi kalau buat list atau agenda pakai bujo lebih semangat liatnya krn warna warni ye madam. Baiqlah akan aku coba

    ReplyDelete

Hai. Terimakasih sudah membaca postingan ini. Silahkan memberi komentar yang baik dan tentu saja sopan ya dear. 😘

Repurchase? Yass! | Batch 1

Holla... Repurchase? Yas! Untuk yang suka baca blog aku, atau blognya beauty blogger lain. Pasti akrab dengan dua penggalan k...