Thursday, September 19, 2019

Review: L'oreal Paris Pure Clay Mask | Exfoliates, Brightens (3 Pure Clays + Red Algae)


Holla...

Selain sheet mask, clay mask adalah jenis masker favoritku. Karena biasanya, clay mask kasih sensasi firming dan bersih yang sangat memuaskan. Apalagi kalau maskernya mengandung beberapa jenis clay sekaligus. Wah.. Menarik sekali bagiku. 

Nah, ini persis seperti masker yang mau aku review kali ini. Mengandung tiga (iya tiga!) jenis clay, plusss red alga. Yaps, L'oreal Paris Pure Clay Mask Exfoliating - Brightens.

Wuidih...

Apa sajakah tiga jenis clay itu, serta manfaatnya untuk kulit?

Lalu, apakah performanya terasa baik di wajahku?

Tentang Produk


Pure Clay Mask Exfoliating - Brightens, adalah salah satu dari varian masker L'oreal, yang ditujukan untuk ekfoliasi dan mencerahkan.

Diracik dengan menggunakan tiga jenis clay murni. Yaitu: Kaolin, Montmorillonite dan Ghassoul yang memiliki fungsi dan keunggulan masing-masing.


KAOLIN: Tanah liat yang umum digunakan dalam pembuatan masker. Terkenal efektif untuk menyerap sebum berlebih pada wajah.

MONTMORILLONITE: Selain mengandung kadar mineral yang tinggi. Dapat membantu mengurangi ketidak sempurnaan pada kulit wajah.

GHASSOUL: Tanah liat murni yang juga terdapat konsetrat mineral. Berfungsi untuk mempertegas tone alami kulit.
Serta alga merah yang juga terkenal memiliki manfaat untuk kulit, dan juga sering digunakan sebagai kandungan skincare.

RED ALGAE: Ganggang laut berwarna merah ini, lazim digunakan pada produk anti aging. Mengandung Astaxanthin sebagai antioxidant. Protein yang merangsang pertumbuhan sel baru, khususnya jaringan tissue agar mencegah hipergimentasi. Vitamin B12 sebagai anti inflamasi. Plus fatty acid yang mengunci kelembaban kulit.

Sayangnya varian ini memang tidak resmi masuk ke Indonesia. Fyi, aku mendapatkan produk ini dari ikutan jastip Arab.

Berdasarkan hasil penelusuran dari akun sosmednya L'oreal di beberapa negara berbeda. Walaupun dengan main ingredients yang sama, masker varian ini memiliki sedikit perbedaan di setiap negara. Baik itu dari nama produknya. Atau bahkan ada sedikit modifikasi dari kandungannya. Tapi pada dasarnya sih, masih jenis yang sama.

Menurutku, mungkin menyesuaikan formula dengan kondisi negara tersebut ya. CMIIW deh kalau kalian punya penjelasan lain, yang lebih valid tentunya.

Info Produk

Netto: 50 ml (diklaim untuk 10 kali pemakaian, tapi berdasarkan pengalamanku sih lebih banget).

Made In Germany

Price & Where To Buy: Aku jastip sekitar @165.000 IDR dengan fee jastip. Pernah lihat ada yang jual di tokopedia / shopee sekitar 250.000 - 350.000 IDR

Packaging

Kemasaanya dalam jar kaca tebal, berbentuk persegi. Lumayan berat dan jelas tidak travel friendly. Jadi baiknya kalian kemas dalam mini jar aklirik (atau sejenisnya) kalau ingin dibawa bepergian.


Tapi secara keseluruhan, emang terkesan berkelas sih.

Dalam tutupnya yang model putar, terdapat partisi plastik putih lagi. Aku menyimpulkan agar isi produk tidak cepat kering, walaupun ada klaim non drying texture.

Tapi, sedikit yang aku sayangkan adalah. Untuk bentuk jar begini, kenapa tidak ada spatula ya? Tetap saja ada kecemasan, kehigienisan produk berkurang.

Texture

Teksturnya seperti layaknya clay-tanah liat, yang padat. Memiliki scrub yang tidak begitu halus, tapi dikulit tidak terasa kasar. Menarik.



Warnanya adalah terracotta. Kelihatan seperti batu bata yang di lumatkan. Hihi. Bisa disimpulkan, ini karena terdapat kandungan alga merahnya ya.

Formula

Ada sensasi cekit-cekit ketika awal digunakan. Tapi tidak parah dan menggangu sampai meringis. Cuma bikin kita ngerasa, "oke... agak kriyip-kriyip nih".

Aku ngga tahu apakah ini hanya sensasi di awal-awal pemakaian, atau memang begitu terus. Saat ini aku sudah ada (kurang lebih) lima kali pemakaian. Rasa cekit-cekit masih terasa.


Seperti yang aku sebutkan sebelumnya, scrubnya walaupun tidak halus. Namun nyaman sekali di kulit. Tidak menyakiti kulit. Tidak meninggalkan efek kemerahan atau perih pada kulit.

Oia, ada sensasi hangat (bukan panas apalagi terbakar) ketika digunakan.

Masker ini memang cukup mudah kering. Pada anjuran pemakaian juga, hanya sekitar 5 sampai 10 menit. Namun, keringnya bukan yang sampai bikin kulit kaku ketarik. Sayangnya, aku sudah memprediksikan begitu. Karena suka sekali dengan efek kering-ketarik-kaku begitu.

Tapi sejauh ini sih tetap oke, walaupun proses keringnya agak jauh dari ekspektasiku.

Fragrance

Terdapat aroma yang segar dan rada nge-spicy gitu. Seperti ada aroma rempahnya. Tapi nggak gitu spesifik, aroma dari apa.
Intinya sih enak. Segeeeer dan rileks.

How To Use?

Aplikasikan pada wajah yang sudah dibersihkan. Bisa untuk seluruh wajah, maupun bagian yang diinginkan saja.

Hindari area mata dan bibir. Diamkan sekitar 5-10 menit. Kemudian bersihkan dengan air hangat atau bisa juga dengan bantuan washlap basah.

Tips: Karena ada klaim eksfoliator plus terdapat scrub. Aku biasanya membasahi-nya dengan menepukkan air kewajah, kemudian pijat lembut. Setelah ini bilas dengan air hangat.

Performa

Pada pemakaian pertama, aku merasakan wajahku sangat bersih dan halus. Tone kulit juga terlihat lebih cerah. Walaupun maksimal mengangkat sebum, tidak membuat kulitku yang kering ini semakin krispi (kriuk~kriuk~).

Lalu setelah rutin dipakai, sekitar seminggu 2 kali (dalam dua minggu terakhir). Efek bersihnya semakin terasa. Sebum terangkat (byarrr) dan kulit tetap terjaga kelembabannya. Hanya saja, efek mencerahkannya tidak sedrastis seperi pemakaian pertama.



Tekstur kulitpun semakin halus dan kenyal.

Oia, kalau lagi jerawatan pakai ini jerawat lebih cepat kempes dan tidak begitu meradang. Mungkin ini peran dari B12 yang ada pada red alga tadi ya.

Conclusion

Intinya, aku senang dan puas dengan hasil dari masker ini. Bersihnya beneran bikin happy. Wajah clear dan ronanya jadi berseri-seri.

Scrub halusnya juga bikin praktis. Sekalian masker, ya sekalian scrubbing juga. Efisien dan hasilnya memuaskan. Plus kulitpun happy.

Sejauh ini, aku masih yes dan ngerekomendasiin produk ini untuk yang mau mencari masker aging, yang bikin kulit bersih serta nggak mau ribet.

Pros

- Diformulasi dari 3 jenis clay alami
- Terdapat red alga yang terkenal manfaatnya untuk kulit (khsususnya aging)
- Isinya banyak dan harga terjangkau
- Terdapat scrub (praktis sekalian eksfoliasi)
- Tidak membuat kulit kering
- Bikin jerawat tidak begitu meradang

Cons

- Belum masuk Indonesia secara resmi, sehingga agak sulit didapatkan (terutama kalau mau repurchase)

Repurchase?

Yasss dungs. Btw, di postingan sebelumnya aku ada sedikit cerita kalau memang lagi suka dan penasaran dengan skin care keluaran L'OREAL.


Rate
4/5
****
XOXO

Madamabi___

6 comments:

  1. Penasaran sama produk ini. Coba ada ukuran travel size gitu ya, biar ringan dan hemat juga tentu nya heheheh

    ReplyDelete
  2. Wah aku baru tahu clay mask-nya L'Oreal ada yang merah kayak gini, lucu banget warnanya <3

    ReplyDelete
  3. Unik ya kak clay mask tapi uda ada scrubnya gitu. Sayangnya belum ada di indonesia ya produk ini

    ReplyDelete
  4. Uda kayak sambel tomat ya kak.. Apalagi pas dipake muka kayak abis iritasi. Unik banget yah.. Tapi tetap saja aku kudet, jd baru tahu varian ini krna baca blog nya madam.

    ReplyDelete
  5. Aku pernah pakai yang sudah ada resmi di sini dan suka. Kalau utk yg ini, belum pernah madam.

    ReplyDelete
  6. Sedih nya belum ada di indo ya kak,kalau di shoppe gitu rada2 takut sih ..

    ReplyDelete

Hai. Terimakasih sudah membaca postingan ini. Silahkan memberi komentar yang baik dan tentu saja sopan ya dear. 😘

Review: Sukin, Sustainable & Natural Skin Care Asal Australia Dengan Harga Terjangkau

Holla… Bicara tentang skin care, memang ngga akan pernah ada habisnya. Para brand-brand skin care juga semakin marak menggempur pasa...