Monday, November 4, 2019

Review: Freeman Tea Tree + Blackberry Sheet Mask | Deep Clearing


Holla...

Udah dari lama banget aku penasaran sama sheet mask dari Freeman. Karena cocok dan suka sama performa masker olesnya. Jelas, begitu ada sheet masknya, aku tergoda beb. Setelah menunggu lama, akhirnya aku mencoba juga nih masker lembar dari Freeman.

Mmm, apakah hasilnya sememuaskan masker-masker lainnya yang pernah aku pakai?

Tentang Produk


Freeman Tea Tree + Blackberry Sheet mask ini ditujukan untuk kulit oily atau yang sedang mengalami breakout. Diformulasi untuk deep clearing.

Blackberry memberikan fungsi detox dan membuat kulit lebih fresh. Sedangkan Tea tree membantu membersihkan pori-pori.



Jadi masker ini dapat membersihkan wajah secara instan dan mendalam. Juga memiliki oil control agar complexion terlihat lebih bersih.

For your info, produk sheet mask dari Freeman terdiri dari enam varian.

- Tea tree + Blackberry (Deep Clearing, for oily & breakout skin)
- Strawberry + Mint (Pore Cleansing, for normal to combo skin)
-  Lotus + Lavender Oil (Calming, for sensitive skin)
- Aloe + Seaberry (Hydrating, for dry skin)
- Seaweed + Pearl (Brightening, for all skin types)
- Charcoal + Sea Salt (Detoxifying, for normal to combo skin)

Info Produk

Netto: 1 Mask = 25 ml
Not Tested On Animal
Price: Sekitar 50.000 IDR
Where To Buy: Bisa jastip Malaysia atau online shop. FYI, aku sempat lihat juga ada yang jual di shopee. Tapi ngga ingat nama tokonya. Boleh cek aja ya.

Packaging


Kemasaanya dalam bentuk sachet, yang disesuaikan dengan ciri khas warna ingredients utamanya. Punya berwarna ungu karena dari Blackberry (eh harusnya item ya? LOL).

Kualitas plastik sheetnya cukup tebal, tapi sizenya tidak terlalu besar. Kurang lebih seukuran telapak tangan lah.

Keterangan pada kemasaanya detail dan informatif.

Okelah, walaupun ngga yang takjub banget. Tapi untuk kemasaan ngga ada masalah sih menurutku.

Fragrance

Ketika dibuka dari kemasaanya, seperti ada aroma buah yang manis. Tapi setelah diendus-endus lagi, aromanya malah terasa soft.

Tapi begitu dipakai, rasanya aromanya cukup semeriwing. Aroma manis khas buah. Aku nggak nangkep aroma tea tree yang seperti minyak kayu putih itu malah.

Suka sih sama aromanya, tapi nggak yang sesuka itu sampe jatuh cinta. Wkwk.

Essence

Essencenya milky dan kental. Lumayan banyak sih sisa essencenya. Tapi nggak yang luber banget gitu.

Oiaz essencenya agak sulit menyerap ke kulitku. Lengkapnya aku jelaskan di performa ya.

Sheet

Lembarannya putih dan agak tebal. Tapi bagusnya sih, walaupun tebal tetap nyaman di kulit. Tidak terasa gerah.

Teskstur sheetnya memang lembut, tapi tidak cukup soft dan lunak.


Sejujurnya, aku tidak begitu terkesima dengan kualitas sheetnya. Not bad, tapi bukan seperti tipe sheet favoritku. Yang lembut, halus dan ngeplek di wajah.

Sheetnya ini, seperti yang bisa kalian lihat di foto.


Tidak terlalu pas di wajahku. Juga tidak menempel, plek ketimplek, plek..plek. Berasa kayak mau jatuh aja rasanya.

Performa

Sheet mask ini tidak langsung terasa sejuk begitu dipakai. Tapi memberikan sensasi semeriwing yang dingin-dingin unik ketika dipakai sekitar dua-tiga menit.

Sensasinya nyaman dan bikin rileks banget sih...

Dari sisi kelembabannya. Yang paling terasa adalah moisturizingnya ya. Bukan hydratingnya. Wajah terasa  teremulsi banget. Licin dan sedikit lengket, karena essencenya tidak cepat meresap.

Habis pakai ini wajahku asli greasy parah.

Hal di atas membuat aku ngga bisa menjelaskan bagaimana oil controlnya. Ngga ngerti deh, itu oil controlnya yang tidak berkerja atau kulitku yang tidak mampu menyerap essence dengan baik.



Untuk clearingnya. So so aja sih. Nggak yang berasa bersih banget.

Tapi seperti klaimnya yang untuk kulit yang sedang breakout. Ini bener sih. Jerawatku terlihat mereda kemerahannya, dan radangnya tidak semakin nyut-nyutan setelah pakai ini. Nenangin kulit yang sedang breakout.

Conclusion

Sejujurnya, aku berharap bisa punya kenangan yang lebih manis lagi sama si sheet mask Freeman ini.

Not bad sih. Tapi mengingat diciptakan oleh brand masker yang legendaris. Aku berharap kualitas sheetnya lebih enakan aja. Lebih soft dan nyaman kualitasnya.

Kalau essencenya, aku prediksikan sih kayaknya karena memang tidak diciptakan untuk dry skin kayak aku. Jadinya dia tidak benar-benar berjodoh untuk kulitku.

Kemarin aku memang lebih fokus sama fungsi untuk mengatasi breakoutnya aja.

Tapi aku tetap merekomendasikan masker ini, khususnya untuk yang berkulit oily atau breakout. Karena di aku, ini berhasil meredakan jerawat yang meradang.

Pros:
- Essencenya banyak
- Mampu meredakan jerawat yang meradang

Cons:
- Sheetnya agak kaku dan tidak begitu menempel di wajah
- Terasa greasy

Repurchase?

Masih pengen nyobain, tapi yang varian lain. Mungkin next bakalan cobain yang Aloe + Seaberry, Seaweed + Pearl & Strawberry + Mint.

Rate
(3/5)
***

XOXO

Madamabi___

1 comment:

  1. Wah aku kurang suka sama sheet mask yang essencenya lama menyerap ke kulit. Biasanya yang kayak gitu langsung aku bilas aja karena kalo nggak malah bisa jadi jerawatan :(

    ReplyDelete

Hai. Terimakasih sudah membaca postingan ini. Silahkan memberi komentar yang baik dan tentu saja sopan ya dear. 😘

Review: Freeman Tea Tree + Blackberry Sheet Mask | Deep Clearing

Holla... Udah dari lama banget aku penasaran sama sheet mask dari Freeman. Karena cocok dan suka sama performa masker olesny...