Tuesday, December 17, 2019

Review: Silcot Maximizer Cotton


Holla...

Aku sering sekali ya bahas sheet mask di Blog dan Instagram. Karena memang senang mencoba produk sheet mask dan seringnya cocok di wajahku. Lagi pula, diantara jenis masker yang ada, sheet mask paling efektif performanya.

Ternyata banyak juga yang tidak cocok dengan sheet mask, bukan?

Namun, teramat ingin menggunakan masker lembaran tersebut, agar kerja produk lebih maksimal.
Tenang beb...

Pakai Chizu Saeki Method (CSM) aja. Agar kamu mendapatkan sensasi yang sama, dengan menggunakan sheet mask.

Lebih jelas tentang Chizu Saeki Method, nanti aku bahas di post berbeda ya.

Yang jelas, ini adalah teknik menggunakan produk (umumnya yang berbentuk cair) dengan bantuan media kapas.

Apalagi sekarang ada kapas, yang memang sangat recommeded untuk CSM. YASSS! Silcot Maximizer Cotton.

Seperti apa sih produknya? Beneran beda dengan kapas lain?

Yuk mari kita bahas disini ya beb.

Tentang Produk


Silcot Maximizer Cotton merupakan kapas dengan tekture microsponge yang berpori. Hal ini memang dirancang dengan teknologi resap maksimal, agar mampu menyerap cairan dua kali lipat (dibandingkan produk Silcot lainnya). Agar apa? agar produk dapat lebih maksimal sampai kekulit kita.

Kabar baiknya lagi, kapas Silcot ini hanya memerlukan produk setengah atau lebih sedikit dari biasanya. Jadi walaupun memberikan hasil maksimal, tetap hemat juga dalam penggunaan produk.

Material kapasnya diciptakan dari bahan pulp atau rayon yang lembut dan halus. Konon katanya sih, terhalus dan terlembut dari yang pernah ada sebelumnya. Wah, menarik!


Untuk variasi produknya, sebenarnya Silcot punya banyak jenis. Namun untuk pasar Indonesia, masih yang Maximizer Cotton ini saja.

FYI: Sebelum hadir secara resmi di Indonesia, kapas asal Jepang ini sudah banyak sekali diminati. Hal ini dilihat dari ramainya yang ikutan Jastip atau menyempatkan membeli produk ini ketika liburan ke negeri sakura tersebut lho.

Info Produk

Isi: 1 Pack = 40 pcs / 80 sheet
Manufacturer: Uni-charm Japan
Importer (Indonesia): PT Uni-charm Indonesia
Price: @29.000 IDR
Where To Buy: Offline Store | Watson & Guardian
Online Store | Shopee, Tokopedia, Lazada, Neuffah dan Sociolla

*Untuk pembelian di Sociolla, kalian bisa pakai kode SBNUNI39 dan dapatkan disc 50K min purchase 250K ya. Berlaku hanya untuk harga normal beb.

Packaging

Aku suka sekali bok, dengan kemasaanya. Bukan.. bukan karena packagingnya unyu-unyu atau gimana.



Tapi dikemas dalam box yang sangat fleksibel. Ngga hanya sebagai kemasaan ketika dijual namun juga sebagai wadah penyimpanan selama pemakaian. 

Kalau dilihat memang biasa aja ya. Dalam box kotak (standart) berwarna biru tua. Deskripsi produknya lengkap dan jelas. Tapi yang bikin aku greget adalah, bagian depannya itu lho.

Ada detail cutting di bagian depan. Berbentuk persegi yang lumayan besar. Jadi bagian ini bisa di buka tutup gitu beb. Bagian bukaan itu di depan lho. Sehingga praktis. Mau ambil, buka. Uda diambil? tutup lagi. Dalam posisi produknya tetep stay tiduran. Tanpa di angkat-angkat. 


Receh banget ya emang konsep salut aku. Wkwk. Tapi intinya aku suka sekali. Mengingat kapas yang dulu-dulu aku pake, kemasaanya kalau udah dibuka, ya udah mangap gitu aja. Berdebu.

Size

Di keterangan "Info Produk", aku tuliskan bahwa isinya dalam satu pack 40 pcs / 80 sheet. Jadi kapas ini bentuknya memang unik dan berbeda dari kapas pada umumnya.


Ukurannya satu pcs adalah 70x58mm. Namun satu pcs dapat dipisah lagi menjadi dua sheet. Karena pada bagian tengahnya terdapat garis putus-putus yang bisa disobek.

Jadi dalam satu pcs bisa menjadi dua bagian.

Tekstur

Apa yang kamu pikirkan dan bayangkan kalau mendengar kata kapas?

Tebal?

Berserabut / berserat?

Lembek?

Silcot menghempas itu semua. Mereka menciptakan kapas dengan tekstur micro sponge. Tipis, tanpa serabut dan padat namun berpori.


Menurut pandangan mata aku, ini pas sekali disebut sponge atau bahkan foam yang tipis. Menariknya bila wujudnya ketika kering seperti yang aku gambarkan tadi. Beda lagi ketika basah. Bentuknya berubah menjadi lebih tipis. Sangat mirip dengan tissue, kertas, atau lembaran sheet mask.

How To Use

Jika melihat keterangan dikemasaan, produk ini memanglah dirancang untuk mengaplikasikan produk. Bukan sebagai kapas pembersih. Oke aja sih kalau ada yang menggunakannya untuk mengangkat makeup atau kotoran di wajah. Tapi dari deskripsinya, jelas bukanlah itu fungsi utamanya.

Pada kemasaanya, dijelaskan bahwa kapas ini dapat digunakan dengan cara menuangkan produk ke kapas. Lalu usap-usap ke wajah. Kemudian tempelkan di wajah, seperti kita menggunakan sheet mask.

Aku sendiri punya cara yang agak berbeda, tapi masih sesuailah dengan anjuran penggunaannya. Seperti ini nih caraku...

Biasanya aku menggunakan pada malam hari. Setelah cleanser dan toner. Aku menuangkan produk ke kapas sambil menekan-nekan sampai benar-benar basah.

Biasanya sekali penggunaan, aku pakai dua pcs atau empat sheet. Satu pipi kiri. Satu pipi kanan. Satu dahi. Satu lembarnya lagi aku potong dua secara horizontal, sehingga menjadi dua sheet lagi. Biasanya dua-duanya untuk dagu, agar lebih lebar sampai ke pipi sedikit. Atau kadang, satu sheet di dagu dan satunya lagi di hidung.


Selain menuangkan produk langsung, aku juga sering menggunakan teknik rendam. Ambil wadah seperti cup kecil, tuangkan produk yang kamu ingin pakai. Lalu rendam kapas Silcot sampai meresap seluruh produk.

Produk yang aku gunakan bersama kapas ini biasanya, toner, lotion dan emulsion.

Oia, aku juga sering share caraku menggunakan kapas ini di Instagram-ku. Boleh cek highlight CSM atau Silcot pada bio ya.

Performa

Aku sudah pakai ini beberapa bulan belakangan, dan bahkan ini (ketika menulis review) sudah box kedua. Aku bisa katakan bahwa klaimnya sangat valid.

Kapas ini sangat mudah meresap produk yang aku pakai apapun teskturnya. Mau yang toner cair, sampai emulsion yang lumayan kental. Semua dapat diterima olehnya.

Dia juga mampu menyesuaikan daya resapnya dengan jumlah produk. Awalnya aku sempat berpikir bakalan boros banget. Tapi ternyata, kapas ini seperti men-setting sendiri kemampuannya untuk meresap produk. Berapapun produk yang aku tuangkan, mampu iya serap.

Paling ada sedikit yang terlalu kering, tapi itupun tetap layak untuk dipakai.

Sebaliknya, walaupun berlebih, dia tidak yang menetes banjir  sampai bikin risih gitu. Paling tidak, sejauh aku menggunakannya, aku tidak menjumpai hal tersebut.

Peresapan produk ke kulit juga menjadi sangat cepat. Kulit terasa nyaman banget. Ngga greasy. Lembab banget malah. Ngga terasa licin-licin juga. Ah beneran nampol.

Aku sudah pernah pakai metode CSM ini dengan kapas biasa. Bedanya dengan Silcot, kapas biasa ketika dipakai CSM, akan meninggalkan serat di pipi. Kalau Silcot ngga dong beb.

Conclusion

Sejauh ini, aku sangat puas dengan kapas dari Silcot ini. Membuat 'ritual' self care dan skin care-an aku jadi lebih nyaman dan mudah.

Menurutku, ini sangat oke sebagai alternatif bagi yang tidak cocok dengan sheet mask. Karena cairannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulit kita. Kan, bisa digunakan dengan produk yang memang kita gunakan biasanya beb. Jadi no breakout-breakout deh.

Selain itu, oke juga untuk yang sulit  menemukan sheet mask yang fix dengan wajahnya. Jadi kalau pakai kapas ini, ngga ada deh cerita detail mata atau bibir molor. Kan bisa disesuaikan sendiri.

Tapi, intinya. Aku suka karena produk yang aku pakai jadi lebih nampol dan enak terasa di kulit.

Pros

Harga terjangkau
Kemasaan fleksibel dan praktis
Kapas menyerap dengan mudah
Teksturnya lembut di kulit
Produk skin care terasa lebih maksimal performanya di wajah
Efektif untuk peresapan skin care ke kulit

Cons

Belum ada tuch beb

Repurchase?

 Iya dong, dan memang sudah. Hihi

Rate
5/5
*****

XOXO

Madamabi___

3 comments:

  1. Sering kali liat silcot ini sliweran di ig story kk, ntr beli pke kode vocer kk deh di sociolla

    ReplyDelete
  2. Wah menarik ya, abis liat Kae jg make ini, tambah baca blog ini jd makin tertarik, oia hidung kok ga dipkein jg say?, aku pgn bgt nyobain ini pas pake hydrating toner ��

    ReplyDelete
  3. Sumpah penasaran banget sama kapas ini, hampir semua orang pakai dan suka xD Btw awalnya kukira CSM itu kepanjangannya Compressed Sheet Mask lho hahah!

    ReplyDelete

Hai. Terimakasih sudah membaca postingan ini. Silahkan memberi komentar yang baik dan tentu saja sopan ya dear. 😘

3 Serum Elsheskin Terfavorit | It’s Your Turn

  Holla…   Serum selalu mendapat tempat special di hatiku. Aku pikir, setidak sedikit pencinta skin care yang berpikiran sama, bukan? Ra...