Thursday, February 13, 2020

Detox Sosial Media (LAGI) | +Podcast

Holla...


Mulai dari tanggal 6 Februari kemarin, aku kembali melakukan detox pada sosial mediaku.

Tahun lalu, tepatnya sekitar bulan July aku juga sudah pernah detox sosmed. So ini bukan yang pertama kalinya. Jadi adaptasinya juga ngga sulit.

Seperti yang pernah aku ceritakan juga DI POSTINGAN INI, bahwa detox sosmedku tahun lalu bisa dibilang berhasil dan cukup mudah. Aku juga sangat enjoy ternyata hidup tanpa sosmed.

Sama juga seperti sebelumnya, yang paling aku fokuskan untuk di detox adalah aku instagram pribadiku. Karena yang satu ini benar-benar bikin aku sulit fokus karena memicu banyak distraksi pada diriku.

Namun, karena aku masih juga merasakan manfaat dari Instagram, aku tidak berniat untuk meninggalkannya selamanya. Hanya sementara. Jadi detox instagram lebih masuk akal daripada menghapus akunnya permanen.

FYI, untuk Facebook dan Twitter emang udah aku deactive. Pinterest belum, dan tidak berniat untuk di setop penggunaannya. Karena selain tidak menganggu kehidupanku, juga masih memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhanku.

Emang dulu aku niat untuk detox rutin. Tapi ya gitu deh. Kebablasan.

Karena semakin ke sini, semakin banyak hal (dari aktifitasku membuka instagram) memunculkan ketidak nyamanan baik untuk fisik dan psikis. Aku fix untuk memutuskan detox segera.

Seketika dan semudah itu. Karena memang jika semakin ditunda, tidak akan terlaksana.

Beberapa hal yang terkadang sulit aku tolerir dari situasi di sosial media (khsusnya Instagram, karena aku lebih sering menggunakannya) adalah:

Mengalihkan fokusku dan memonopoli waktu. Niatnya mau buka apa, yang dilihat apa.

Orang yang kita follow tidak selalu memposting hal sesuai dengan kebutuhan kita. Walaupun siapa yang kita ikuti sudah disortir sekalipun. Ada kalanya juga mereka mengupload sesuatu yang diluar minat kita. Tidak salah memang. Sebab itu akunya yang merasa perlu detox untuk mengendalikan diriku sendiri. Hingga siap kembali menerima sesuatu yang aku senangi. Ataupun mengabaikan hal yang diluar ketertarikanku.

Belum lagi, mau tidak mau Instagram memunculkan banyak teori-teori yang mempengaruhi kehidupan induvidu. Mulai dari teori dalam ber-instagram sendiri. 

Seperti engangement yang seakan "mengendalikan" kita untuk "perduli" dengan waktu kapan baiknya kita memposting sesuatu. Membuat aktifitas sosial media yang tadinya hanya untuk bersenang-senang dan mengisi waktu luang menjadi aktifitas rutin yang terlihat serius.

Plus lagi, semakin banyak saja orang yang merasa expert dalam hal kehidupan lalu membagikan teori-teori pribadi mereka.

Terkadang, tidak hanya berbagi, namun seperti "mengajarkan". Hufft.

Iya kembali lagi, semua ada dikontrol kita sang pengguna. Bagiku, kontrol yang paling ampuh adalah dengan melakukan detox pada sosial mediaku. Terutama instagram. Si penyumbang distraksi terbesar bagiku.

Walaupun pernah melakukannya sebelumnya. Aku tetap butuh sugest ketika ingin detox sosmed kembali. Yaitu dengan gooling kisah-kisah mereka yang berhasil survive dan tetap berkarya tanpa sosial media. Seperti kisah Marissa Anita dan Nadiem Makarim yang telah meninggalkan sosial medianya. Iya, aku belum berniat meninggalkan semua sosmed. Tapi semakin yakin bahwa, kita bisa tetap hidup dan melakukan sesuatu ataupun berkarya kok tanpa sosial media.

Lalu aku sharing juga dengan temanku Desti, yang juga melakukan detox sosial media.

Setiap detox sosmed, aku selalu merasakan diri ini lebih tenang aja secara otomatis. Mental dan fisik lebih lempeng. Karena pusat perhatianku terputus satu. Jadi rasanya space di otak lebih lowong. Bahkan terasa sangat longgar dan siap untuk diisi banyak hal positif. Kemudian karena distraksi juga seakan punah, tubuh dan otak semakin bersemangat untuk melakukan segala sesuatu lebih cepat.

Lebih lengkap tentang bagaimana aku melakukan detox sosial media ini juga aku ceritakan dalam podcastku. Silahkan jika mau mendengarkan versi cuap-cuapnya ya.



XOXO

Madamabi___

No comments:

Post a Comment

Hai. Terimakasih sudah membaca postingan ini. Silahkan memberi komentar yang baik dan tentu saja sopan ya dear. 😘

Review: Mother Of Pearl My Lips But Prettier Skin Tint | 07 Pretty Bold

Okeh.. waktunya kita review lipennya mama ayang!! Dari awal kemunculan Mother Of Pearl, aku udah ngebatin "harus coba nih!". At ...