Saturday, August 15, 2020

Review: Elsheskin Active Rejuvenating Night Serum

August 15, 2020


Holla…

 

Walaupun rajin skin care-an dulu, ngga bisa dipungkiri usia juga semakin mempengaruhi perfoma kulit. Aku sadar banget kalau butuh kandungan skin care yang lebih sakti dari sebelumnya. Yang mampu meregenerasi kulit. Meningkatkan skin barrier. Memperbaiki kondisi kulit. Melawan tanda-tanda penuaan kulit, seperti kerut, keriput dan flek hitam.

 

Retinol merupakan salah satu incaranku. Yah, meskipun banyak hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan ingredient ini. Good news banget, Elsheskin yang merupakan vrand skin care yang sedang aku pakai selama dua tahun ini, mengeluarkan serum terbaru mereka. Yeay! Untuk yang sering baca blog ini, tahulah aku langganan banget sama serumnya Elsheskin.

 

Apa sih yang membuat Elsheskin Rejuvenating Night Serum ini special? Mengingat semakin gencarnya brand-brand lokal mengeluarkan serum rertinol.

 

Lalu seperti apa hasilnya di wajahku?

 

Dengan 1% Encapsulated Retinol, Multi-Peptide, Hyaluronic Acid, Niacinamide, PHA & Licorice Extract. Komplit Banget!

 


Meskipun jagoan utamanya adalah 1% Retinol  yang di enkapsulasi dalam mikrosfer yang disebut liposom. Sehingga dikenal dengan Liposomal Retinol. Agar bahan aktif yang tidak stabil menjadi lebih tahan terhadap oksidasi. Jenis ini juga lebih lembut di kulit. akrena liposom melepaskan bahan aktif dengan perlahan. Liposom juga meningkatkan penyerapan bahan aktif sehingga lebih meresap maksimal pada kulit. sehingga dapat bekerja lebih efektif untuk merangsang pergantian sel-sel kulit mati. Hal ini juga membuat produksi kolagen semakin meningkat.

 


Elsheskin meraciknya menjadi lebih super lagi, dengan menggabungkan beberapa kandungan unggulan lainnya.

 

Multi Peptide Complex. Yaitu kombinasi dari 3 jenis peptide yang mampu meningkatkan hyaluronic acid alami. Sehingga kulit lebih kencang.

 

Hyaluronic Acid dikombinasikan dengan PHA merupakan Humektan yang mampu menjaga kelembapan kulit dengan powerful.

 

2% Niacinamide yang memperkuat skin barrier. Membantu meningkatkan jumlah ceramide alami. Hal ini berperan untuk meredakan iritasi pada kulit.

 

Licorice Extract, atau ekstrak akar manis. Kandungan ini membantu mencerahkan kuli dan membuatnya terasa lembut.

 

Renew – Repair – Rejuvenate

 

Dari kandungan-kandungan di atas, tergambar bukan bahwa fungsinya untuk menghalang segala tanda-tanda penuaan. Seperti:

 

Untuk mengecangkan kulit

 

Mengurangi garis halus

 

Mengurangi flek hitam

 

Mencerahkan kulit

 

Melembabkan kulit

 

Membuat kulit lebih kenyal

 

Meningkatkan produksi kolagen

 

Merangsang pergantian sel kulit

 

Seperti slogannya. Serum ini membantu memperbaharui, memperbaiki dan meremajakan kulit.

 

 

Info Produk

 

Netto: 20ml

Price: Rp 240.000

Where To Buy: Website Elsheskin atau sebelum order kamu bisa konsultasi dahulu via WA dan Line yang tertera di bio Instagram mereka. Kamu bisa gunakan kode SQUADSARIHATI untuk diskon 10% min order 250k.

 

Atau bisa juga order di Sociolla beb.

 

Dikemas Dengan Penampilan Terbaru Dari Elsheskin

 


Sebelum kemunculan serum ini, Elsheskin memang sedang berbenah “penampilan” mereka. Dengan botol kaca coklat gelap, dengan finish doff dan lebih tebal dari sebelumnya. Dilengkapi dengan tutup plus aplikator berwarna putih. Bagian lingkar tutupnya lebih tebal dan minimalis.

 


Desain tersebutlah yang digunakan pada Active Rejuvenating Night Serum ini.

 

Simple dan terasa banget ciri dari Elsheskin-nya.

 

Sejauh ini, aku suka dan menurutku pengemasaanya simple serta lebih aman. Tutupnya rapat dan botolnya kokoh. Meminimalisir oksidasi pada produknya juga.

 

Pump pada pipet dropnya juga oke. Ngga macet atau nyendat ketika dikeluarkan.

 

Teksturnya Kental Namun Watery Dan Mudah Meresap

 

Active Rejuvenating Night Serum ini memiliki tekstur yang kekentalannya medium. Tapi begitu dibaurkan ke kulit berasa seperti gel liquid, sangat watery. Mudah meresap dan sama sekali tidak meninggalkan efek greasy atau lengket. Nah, dari hal ini aku melihat bahwa konsep enkapsulasi yang dimaksud agar dapat menyerap maksimal tadi benar-benar berhasil.

 

Sangat nyaman.

 


Sedikit mengingatkan aku, pada sensasi ketika menggunakan Radiant Skin Serumnya yang memiliki tekstur serupa. Hanya saja, kalau yang Radiant Skin berwarna bening. Serum yang ini, warnanya putih keruh. Untuk penampakannya lebih mirip dengan yang Sebum Reducer Serum.

 

Apakah Ada Efek Tingling Atau Burn Sensation?

 

Melihat dari ingredientnya. Aku sempat berpikir bahwa serum retinol ini kayak bakalan “tajam” di kulitku. Ternyata? Sama sekali tidak!

 

Dari awal menggunakannya sampai saat ini, yaitu hampir satu bulan. Aku sama sekali tidak merasakan yang namanya tingling. Atau bahkan beberapa area pada wajah terasa panas karena burn sensation. Sama sekali tidak ada. Formulanya terasa ringan dan nyaman.

 

Mmm, Ada Fragrancenya Ngga Ya?

 

Salah satu hal yang aku suka dari serumnya Elsheskin adalah, rata-rata tidak memiliki aroma. Jadi untuk yang memprioritaskan, skin care yang no fragrance. Ini salah satu pilihan tepat untuk kalian.

 

Meskipun, di awalnya aku sempat menangkap ada aroma seperti asam yang cukup kentara. Tapi setelah menggunakannya ebebrapa waktu, semakin hari aku merasa hal tersebut semakin tidak tercium lagi.

 

Retinol Kan? Bikin Purging Atau Breakout Ngga?

 

Udah bukan rahasia lagi memang kalau Retinol sangat berpeluang menimbulkan reaksi seperti jerawat di wajah. Hal ini juga merupakan sesuatu yang alamiah, hasil dari system kerja si Retinol tadi di kulit.

 

Tapi, tetap saja akan berbeda reaksinya di setiap orang. Pada kulitku sendiri, serum ini menimbulkan purging. Yaitu pada daerah dahi, pipi kiri dan atas bibirku.




Meskipun aku sudah menggunakannya perlahan-lahan. Selang-seling pemakaiannya. Dibarengi dengan produk hydrating tambahan juga.

 

For your info. Ini bukan pertama kali aku menggunakan Retinol. Tapi memang, masih selalu menimbulkan purging dan proses adaptasi yang cukup lama. Sekitar 1,5 bulan.

 

Jadi sebenarnya, untuk serum yang inipun. Meski sudah aku gunakan hampir sebulan, namun belum benar-benar sudah beradaptasi dengan baik. Aku juga ngga heran sih. Aku sadar bahwa masih butuh waktu bagi kulitku, untuk menerima serum ini dengan baik.

 

Mengapa Disarankan Digunakan Pada Malam Hari?

 

Seperti namanya, yang menekankan “Night Serum”. Memang sangat dianjurkan untuk digunakan pada malam hari.

 

Kenapa?

 

Karena, retinol cenderung membuat kulit sensitive pada cahaya. Sebab itu, penggunaanya pun harus dibarengi dengan pemakaian sunscreen pada pada pagi dan siang hari. Penggunaan pada malam hari disaat kita tidur, juga dapat mengoptimalkan fungsi dari kandungannya.

 

Untuk Efek Anti Aging-nya, Bagaimana?

 

Meskipun menimbulkan purging. Tapi aku melihat bahwa performa kulitku menjadi lebih meningkat.

 

Hal itu ditunjukan dengan semakin cerah dan meratanya warna kulitku. Pori-pori juga semakin terwat dan terminimalisir. Ngga terlalu terekspose seperti sebelumnya. Membuat kulit terlihat lebih halus. Ibaratnya tuh, kalau sebelumnya jeruk purut. Sekarang jadi lebih seperti jeruk peras atau jeruk brastagi lah. Haha.

 




Apalagi untuk bagian pipi. Aku melihat kulitku berasa lebih kencang dan ngeplump. Meskipun bekas jerawat masih ada. Memang memudar, tapi masih tipis banget sih kemajuannya. Apalgi ditambah dengan jerawat baru, karena purging.

 

Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Serum retinol

 

Barengin dengan produk hydrating tambahan. Kalau aku semakin rutin CSM-an

 

Gunakan secara selang-seling

 

Gunakan hanya di malam hari

 

Selalu gunakan dan reapply sun screen

 

Conclusion

 

Meskipun kulitku masih beradaptasi dengan serum ini. Aku tetap masih penasaran dan nagih sih. Karena Elsheskin Active Rejuvenating Night Serum ini membuat kulitku lebih muda. Kencang, halus, dan fresh aja gitu kesannya.

 

Ditambah lagi experience menggunakannya juga asyik. Nyaman karena mudah meresap dan tidak ada sensasi tidak nyaman.

 

Serum Retinol ini cocok ya untuk kulit kering. Karena dikombinasi dengan kandungan lainnya bersifat menghidrasi dan melembabkan kulit. Selain itu, sesuai juga untuk kulit kombinasi, berminyak dan normal.

 

Plus, untuk serum dengan kandungan yang komplit. Harganya sangat terjangkau.

 

 

Pros

 

Harga terjangkau

Memiliki kandungan unggulan lain

Mudah menyerap

Tidak lengket

Tidak greasy

Tidak menimbulkan efek ngga nyaman di kulit wajah

Kulit lebih kencang

Pori-pori lebih terawatt

Kulit menjadi lebih cerah dan merata

 

Cons

 

Masih menimbulkan purging

Adaptasinya cukup lama di kulitku

 

Repurchase?

 

Aku masih melihat progresnya di wajahku beberapa waktu lagi. Baru nanti bisa menyimpulkan ya. Kemungkinan sih iya.

 

Rate

 

4/5

 

XOXO

Madamabi___

Thursday, August 13, 2020

Review: ST.Ives Energizing Coconut & Coffee Scrub

August 13, 2020


Holla…

 

Buat tim komedoan sama pori-pori grudukan, pasti akrab banget sama yang namanya exfoliasi kan? Ya sama dong. Karena selain kulit kering, permasalahan kulitku adalah komedo. Sejauh ini memang senjata ampuhnya memang dengan eksfoliasi. Lagian aku suka dengan feel habis eksfoliasi wajah. Kulit jadi smooth banget.

 

Udah cukup banyak lah produk yang dipakai. Sampai akhirnya nyobain ST.Ives Energizing Coconut & Coffee Scrub. Sempat juga nyobain yang Apricot hits itu. Tapi sebagai pecinta kopi, ya jelas kuharus coba juga varian yang satu ini.

 

Face Scrub No 1 Dari Amerika Dengan 100% Natural Exfoliant

 


Paraben Free – Dermatologist Tested – Oil Free – Non Comedogenic (won’t clog pores)

 

Brand asal Amerika ini memang sangat terkenal dengan scrub wajahnya. Memiliki beberapa varian, selain Apricot yang terkenal dan melegenda itu. Mereka juga sudah meluncurkan beberapa varian scrub lain seperti, Pink Lemon & Mandarin Orange Scrub, Oatmeal Scrub & Mask dan Coconut & Coffee yang mau aku review ini. Sebenarnya sih masih banyak lagi. Namun yang aku sebutkan tadi, hanyalah yang tersedia di Indonesia saja.

 

Untuk varian Coconut & Coffee ini difokuskan untuk membuat kulit lebih berenergi. Terutama pada kulit yang kusam dan lelah. Karena exfoliation factornya deep, jadi kemampuan membersihkanya cukup deep. Eksfoliantnya dengan 100% natural walnut shell powder. Tidak mengandung paraben serta sudah teruji dermatologis. ST.Ives juga mengklaim scrubnya ini tidak menyumbat pori-pori atau memicu komedo.

 

Dari deskripsinya, dapat dilihat scrub ini cocok untuk kulit kusam, kering, berminyak dan normal.

 

Info Produk

 

Netto: 170 g

Price: 72.500

Where To Buy:

(Offline) Guardian & Watson

(Online) Shopee & Sociolla (iya, sekarang ST.Ives sudah ada di Sociolla beb).

 

Btw, untuk belanja di sociolla bisa pakai kode SBN08CA7D. Disc Rp 25.000 minimal belanja Rp. 150.000 (termasuk produk diskon). Hanya berlaku untuk user baru.



Packagingnya Praktis, Tapi Travel Friendly?

 

Dikemas dalam wadah tube yang lumayan besar (yas, karena isinya juga banyak kan 170 gram). Seperti umumnya kemasaan tube, tutupnya berupa flip top yang praktis. Meskipun begitu, menurutku, tidak dapat dikatakan travel friendly karena bulky dan cukup makan tempat kalau dibawa-bawa. Untuk yang mau traveling membawa produk ini, bisa dikemas lagi pada wadah travel kit ya.

 


Punyaku ini, merupakan kemasaan dengan desain terbaru (ya ngga baru-baru amat, cuma desain terupdate mereka). Didominasi dengan warna coklat dan putih. Terdapat detail gambar biji kopi dan juga kelapa.

 

Oia, karena merupakan produk import. Pada kemasaanya ada beberapa penyesuaian. Seperti penempelan label dan klaim yang diperkuat. Seperti penjelasan bahwa ini adalah import produk pada bagian kiri atas tube. 



Serta label biru pada bagian depan bawah kemasaan, America’s #1 Face Scrub Brand. Sebenarnya aku sangat menyangkan ini, karena label biru itu menutup klaim yang menurutku lebih penting, yaitu keterangan paraben free, dermatologist tested dan oil free.

 

Teksturnya Kasar Ngga?

 

Scrub ini perpaduan antara cream yang super creamy dengan butiran yang cukup gede dan sekilas terlihat kasar.

 

Benar-benar menggambarkan komposisi utamanya ya. Kelapa yang creamy dan butiran kopi (plus bubuk kulit walnut).

 


Berwarna coklat muda dan coklat keemasan pada butiran scrubnya. Sekilas memang terlihat yummy banget sih. Kayak tiramisu cream. LOL.

 

Bikin Kulit Kering & Iritasi Ngga Ya?

 

Nah di sini letak unik dan kecenya. Meskipun butiran scrubnya ngga bisa dibilang halus. Namun peran kelapa yang creamy tadi bikin produknya terasa lembut di kulit. Enak banget waktu dipakai eksfoliasi.

 

Walaupun exfoliation factornya deep (yaitu tingkat paling tinggi), ngga berasa tajam sama sekali. Dipijit-pijit agak kenceng dan penekanan kuat tidak bikin kulit iritasi. Teremulsinya nyaman dan mudah banget.

 

Aromanya Seperti Kopi Santan Kekinian Itu Tuh…

 

Aduuuuh. Asli ya bok. Wanginya enak banget. Aroma kopinya cukup intense. Tapi ngga yang ngopi banget gitu. Perpaduannya nikmat banget sama si kelapa, yang di penciumanku lebih seperti santan dari pada air kelapa atau daging kelapa. Semoga valid ya bok, soalnya buk-ibuk dapur kan mainnya ya sama santen.

 

Bisa dibilang juga, aromanya seperti kopi-kopi santan kekinian itu lho.

 

Setiap pakai ini, aku benar-benar seperti berenergi lagi. Rasanya lebih semangat gitu. Ah, sesuai nih sama klaimnya.

 

How To Use?

 

Seperti petunjuknya. Basahkan dahulu wajah. Tuangkan scrub secukupnya dan pijat lembut ke seluruh bagian wajah. Bilas hingga bersih.

 

Tapi aku punya cara sendiri yang sedikit berbeda. Dasarnya sih memang mengikuti instruksi yang ada. Tapi aku lebih senang, mengolesnya ke wajah seperti menggunakan masker. Lalu aku diamkan sebentar. Sekitar 3 menit. Lalu pijat lembut. Terutama bagian yang rawan (wkwk), seperti cuping hidung dan dagu.

 

Baru deh bilas.

 

Lalu, Beneran Bersih?

 

Scrub ini deep cleansingnya beneran nampol. Komedo-komedo di sekitar hidungku berhasil dibasmi sama dia. Yang tadinya grudukan jadi smooth dan licin. Kulit juga lebih halus dan kenyal. Terlihat banget dia bisa mengekstraksi dan mengangkat komedo.

 



Memang beberapa sisi yang membandel seperti cuping hidung masih ada beberapa komedo yang stay. Tapi kalau rutin dan konsisten, permasalahan black head dan white head bakalan terpecahkan sih.

 

Conclusion

 

Untuk ukuran produk import, ST.Ives Energizing Coconut & Coffee Scrub ini sangat terjangkau. Apalagi isinya memang banyak. Kualitasnya juga memuaskan dan sesuai dengan harga. Ngga heran sih mereka terkenal banget scrubnya.

 

Kemudian, karena tekstur, formula dan aromanya yang enak juga nyaman. Bikin experience menggunakan produk ini jadi lebih fun dan happy. Senang aja gitu rasanya pakai produk ini.

 

Aku sangat rekomendasikan ini. Apalagi untuk kulit kering sepertiku. Bersih pool tanpa bikin kulit kering, kaku sampai kretek-kretek.

 

Pros

 

Harga terjangkau

Isinya banyak

Aromanya enak banget, bikin fresh

Teksturnya creamy

Scrubnya gede tapi ngga bikin wajah iritasi

Aman untuk kulit kering

Bikin kulit lembab dan halus

Bersihnya terasa

Paraben free

 

Cons

 

Kemasaannya ngga travel friendly (meskipun aku sih ngga masalah banget hihi)

 

 

Rate

 

4,5/5

 

XOXO

 

Madamabi___

Tuesday, August 4, 2020

3 Rekomendasi Dry Shampoo Favorit

August 04, 2020


Holla...

 

Beberapa waktu lalu, akutuh nyobain beberapa dry shampoo berturut-turut. Dari tiga brand yang berbeda.

 

Rata-rata sih performanya sama-sama oke, untuk membuat rambut tampak maksimal dan ngga lepek. Ya kayak kondisi baru keramas gitu lah.

 

Kualitas masing-masing sama kecenya. Tapi ada beberapa point yang membuat mereka lebih unggul satu sama lainnya. Menurutku, ini menjadi ciri khas ketiganya.

 


Nah, di sini aku mau merekomendasikan ketiganya. Serta sedikit mengulas kenapa menurutku mereka-mereka ini oke untuk digunakan. Apalagi yang memang sedang melirik dry shampoo.

 

FOR YOUR INFO:

Dry shampoo atau shampoo kering yang penggunaannya tidak perlu dibilas. Dapat membuat rambut lebih bervolume. Menyerap keringat dan mengatasi rambut lepek. Mengatasi kekeringan dan kaku pada rambut ikal dan keriting. Biasanya, dry shampoo berupa spray, powder dan kertas minyak.

 

Ellips Dry Shampoo Breeze

 


Brand yang lebih dahulu dikenal dengan hair vitaminnya ini, juga punya dry shampoo lho beb. Iya, udah lama sih emang. Memiliki klaim 1 minute only dan for all hair types.

 

Terdapat empat varian. Blossom (pink), Fruity (ungu), Exotic (orange) & Breeze (hijau).

Diantara dry shampoo yang mau aku bahas. Ini aromanya yang paling seger. Seperti aroma permen karet.

 

Memang kalau kurang dishake, white residuenya cukup terasa sih. Jadi sebelum digunakan pastikan kamu sudah shake dengan baik ya.

 

Aku suka yang Ellips ini karena membuat rambut tipis kayak aku jadi lebih bervolume kesannya. Nggak bikin rambut kering, malah kayak baru cuci blow. Taraaaa... Rambut lepek cuss kabur.

 

Apalagi produk ini cepat juga kerjanya. Ya, pas seperti klaimnya. 1 minute only. Begitu di semprot (pastiin cairan nyampe ke kulit kepala ya) lalu pijat-pijat pelan.

 

Lasting powernya sekitar 6-8 jam. Kalau re-apply masih oke.

 

Oia, aplikator spraynya juga enak. Nggak keras juga ngga terlalu kencang begitu dipencet. Jadi bisa rata ketika diaplikasikan.

 

Tersedia dalam dua size. 200 ml @67.000 IDR dan 50 ml @32.000 IDR.

 

COLab Dry Shampoo Original

 


COLab adalah brand dry shampoo yang paling dahulu aku ketahui. Jadi kalau ingat dry shampoo, aku awalnya hanya ngeh dari brand ini.

 

Brand asal UK ini juga 100% vegan, cruelty free & paraben free lho beb.

 

COLab sendiri memiliki banyak varian dry shampoo, tapi aku baru coba yang original ini saja.

 

Aromanya kayak bunga mawar (ya menurutku). Ternyata memang, setelah cek sana-sini, memang terdapat bergamot dan rose scent. Soft tapi enakkkk.

 

Ngga heran sih mendapat award sebagai best dry shampoo di Negara asalnya. Karena memang paling nyaman formulanya di rambut. Ringan aja gitu, ngga ada feel yang ngeganggu.

 

Klaimnya without white residue, memang bener. Dari awal aku pakai, aku tidak merasa terdapat serbuk-serbuk putih di rambutku. Tapi ketika mau abis, residunya terasa juga, namun ngga ganggu sih.

 

Terdapat dua size juga. 50 ml @55.000 IDR dan 200 ml @149.500 IDR.

 

Klorane Dry Shampoo With Oat Milk

 


Brand asal Perancis ini sudah hadir lebih dari 50 tahun. Membudidayakan dermokosmetik yang diolah dengan keahlian botani, Konsep yang menarik. Itu sebabnya aku antusias mencobanya pada saat awal launch di Indonesia.

 

Dry shampoo ini, memiliki klaim dapat membersihkan, menghilangkan minyak dan menambah volume rambut.

 

Awal pakai, jujur ya, aku sempat mikir ini sih sooo sooo aja kalau dibandingkan sama yang lain. Iya. Aku sempat yang flat aja. Rasanya first impression sama produk ini kurang berkesan. Eh taunya, pas keesokan harinya aku baru ngeh kalau dry shampoo ini paling awet. Paling lama efeknya di rambutku. Kalau yg lain sekitar 4-6 jam terasa di efeknya. Punyanya klorane ini bisa 8 sampe 10 jam.

 

Memang, untuk fragrancenya kurang kecium. Bahkan menurutku ngga ada. Meskipun sempat baca beberapa review, ada fragrancenya walaupun soft. Untuk white residuenya juga masih terasa sih memang. Tapi ya bisa dibilang masuk batas toleransi. Ngga yang ngeselin banget white residuenya.

 

Size 150 ml @195.000 IDR.

 

____

 

 

Jadi ya beb, menurutku semuanya oke. Recommended. Nah tinggal disesuaikan aja sama kebutuhan kita beb. Mau yang seger dan bikin rambut bervolume?  Ya si Ellips. Yang paling nyaman formulanya? Silahkan pakai si COLab. Atau yang paling awet efeknya? Itu jelas si Klorane deh jawabannya.

 

XOXO

 

Madamabi___

3 Serum Elsheskin Terfavorit | It’s Your Turn

  Holla…   Serum selalu mendapat tempat special di hatiku. Aku pikir, setidak sedikit pencinta skin care yang berpikiran sama, bukan? Ra...