Monday, June 14, 2021

3 Variant Love Beauty & Planet Terfavorit

June 14, 2021



Holla...


Sejak sering sekali sharing dan posting tentang produk Love Beauty And Planet (LBP) di Instagram. Cukup banyak yang ikutan curhat kalau udah penasaran juga dengan brand ini. Lalu banyak juga yang bertanya variant mana yang paling recommended?


Kalau masalah selera pasti setiap orang beda-beda ya. Belum tentu yang aku rekomendasikan bakalan cocok dengan orang lain. Tapi di sini, aku bakalan share variant apa aja yang paling aku suka.




Dari enam variant yang ada, aku sudah mencoba empat variant. Berikut tiga variant teratas yang aku favoritkan.


1. Murumuru Butter & Rose


Ini adalah variant pertama yang aku gunakan. Tepatnya yang Murumuru Butter & Rose Majestic Glow Body Wash.


Seri ini fokusnya untuk membuat tone kulit ataupun rambut menjadi lebih bercahaya. Kalau kulit jadi lebih glowing. Sedangkan, rambut semakin bercahaya dan menonjolkan kilau dan warnanya, apalagi untuk rambut yang diwarnai.




Produk-produk dari LBP pink ini juga cukup banyak. Ada body wash, body lotion, shampoo, conditioner, face scrub, sheet mask dan hand cream.


Aku sudah mencoba semuanya kecuali shampoo dan conditionernya. Sudah masuk wishlist tentunya. Tinggal nunggu waktunya aja. Habisin yang lain dulu bok. Hihi.


Aroma dari variant ini adalah wangi Rose Damascena yang pure dan bold. Kuat dan tajam namun tidak menyengat apalagi menyegrak yang sampai bikin pusing begitu. Terdapat hint yang agak fatty dari si murumuru butternya.


Ibaratnya kalau ini adalah karakter manusia. Dia akan mencerminkan watak yang romantic, lovely & sensitive. Haha.


2. Coconut Water & Mimosa Flower


Ini adalah varian kedua yang aku suka banget. Awalnya ngga ekspektasi bakalan nyantol di hati. Karena ngga gitu paham aroma mimosa atau bunga putri malu itu gimana. Ternyata, sekali coba, variant ini berhasil menempati salah satu singgasana di hatiku (eaaak).




Selain karena aromanya, Coconut Water & Mimosa Flower ini memang ditujukan untuk hidrasi. Jelas sesuai dengan kebutuhan pemiliki kulit dan rambut kering sepertiku.


Variant LBP biru ini juga produknya sangat beragam. Mulai dari body wash, body lotion, shampoo, conditioner, face cleanser, sheet mask dan hand cream.


Untuk yang Coconut Water & Mimosa Flower ini, aku sudah mencoba semua yang aku sebut di atas. Kecuali, body lotion dengan conditionernya.


Aromanya air kelapa yang manisnya terasa banget. Ada hint floral yang juga ngga kalah manis dan membuat wanginya semakin intense. Setiap pakai yang biru ini, aku ngebayangin klappertaart. Haha.


Selain wanginya semerbak dan awet. Aku merasa seri ini berhasil membawa aura happy dan ceria yang bikin mood semakin baik.


3. Tea Tree Oil & Vetiver


Pertama kali aku kecantol dengan aromanya, ketika menggunakan LBP Tea Tree Oil & Vetiver Invigorate & Purify Face Cleansing Gel. Meskipun produk ini kurang begitu bersahabat dengan kulitku. Tapi aku suka sekali dengan aromanya.




Sampai akhirnya, beberapa waktu kemudian nyobain produk lain dari variant ini. Yang body wash, shampoo dan conditioner.


Asli ya.. Aroma Tea Tree-nya ngga se-minyak-kayu-putih itu. Walaupun memang masih dapet banget aromanya di penciuman, namun dalam versi yang santai. Ditambah vetiver yang bikin aromanya sedikit manis dan mature. Efek rileksnya dapat banget. Segar dan nyaman rasanya.


Fyi, gara-gara produk ini. Aku jadi agak obsesi deh dengan aroma vetiver. Sekarang kalo nyari parfum, senang banget kalo ada vetiver di notesnya.


Produk varian hijau ini ada body wash, body lotion, shampoo, conditioner, face cleanser dan sheet mask. Diantara semuanya hanya body lotionnya saja yang belum pernah aku gunakan.


Oia, variant ini klaimnya untuk membantu proses detox kulit tubuh, wajah dan kepala dari polusi.


---


Nah, jadi kalau ditanya:


Baiknya nyobain yang mana dulu atau yang mana lagi?




Aku sih yes banget untuk rekomendasiin ketiga variant di atas. Semoga membantu ya...


XOXO


Madamabi___

Sunday, June 13, 2021

Mengenang Kehidupan Pada Awal Pandemi | #HelloLife

June 13, 2021



Holla...


Berawal dari diingatkan oleh Instagram, tentang postingan yang aku upload setahun lalu. Dari situ, aku menjelajahi postingan lainnya di waktu yang sama. Lalu kemudian kayak flashback mengingat kehidupan pada masa-masa awal pandemi dulu.


Awww...


Ternyata di saat-saat yang cukup hopeless (karena dunia ini baru dihadapkan situasi baru: pandemi virus COVID 19), aku cukup bergelora untuk melakukan hal-hal yang sangat aku senangin.


Beberapa diantaranya tuh:


Menggambar


Mau cerita dikit ya...


Dari kecil aku memang suka sekali menggambar. Dapat julukan "si cacing kepanasan" karena ngga bisa diem. Tapi paling anteng kalau udah berhadapan sama seperangkat alat menggambar/mewarnai.


Tapi ngga diseriusin karena berada di circle yang lebih gandrung membaca dan menulis dibanding menggambar. Akhirnya aku lebih tenggelam ke kegiatan tulis menulis. Kayak nulis blog ini misalnya. Meskipun masih suka ngedoodle juga di binder dulu pas SMA dan kuliah.


Lalu, ketika duduk di bangku perguruan tinggi. Aku kenal dengan seseorang yang jago banget gambar. Aku memanggilnya Madam Wil. Karena dia anggun, bagaikan keturunan aristokrat.


Nah, si Madam Wil ini sering banget ngegambar di kamar kosku dulu. Dan aku sangat menikmati moment memandangi gambarnya dari masih tarikan garis pertama sampai jadi dan berwarna.


Ketika awal pandemi kemarin itulah, Madam Wil mengajakku untuk art exchange. Saling bertukar karya. Jadi aku ngegambar dirinya dan begitupun sebaliknya.


Sebenarnya, kalau dia ngegambar aku udah pernah. Aku yang baru ini bikin gambar dirinya. Mana selama ini, kalaupun ngegambar. Aku ngga bikin sketch orang. Tapi gambar-gambar untuk cover bullet journalku. Kayak bunga-bunga-an atau gambar random kayak penampakan toko bunga, kursi taman, pohon-pohon, dll.


Begitu diajakin gambar manusia, jiper sih. Tapi semangat juga. Haha. Jadinya aku iyain.

Yah.. Agak ngga fair sih memang. Si Madam Wil ngegambar aku cakep banget begini:




Lah, aku dengan skill monmaap-ku deh ngegambarin dia seadanya begini:




Di sinilah awal mula aku mulai kerajingan gambarin orang. Nyari model-modelnya di Pinterest. 






Tapi aku masih menghindari gambar yang ada detail jarinya. Ngga tahu kenapa jadi pisang goreng semua aku buat tuh jari. Hihi.


Namun, ngga lama sih. Akhirnya balik lagi cuma ngegambar bunga-bungaan dan lainnya kayak awal. Lalu sekarang pengen gambar orang lagi. Ntar deh dicoba lagi. Hihi.


Otak-Atik Preset LR


Tahun lalu juga aku lagi kerajingan bikin preset. Berawal dari bosen banget sama tone foto. Pengen sesuatu yang baru dan beda.


Ubek-ubek sana sini, akhirnya memutuskan untuk instal Light Room (setelah sebelumnya merasa aman di Snapseed). Dari sini mulai deh berkelana nyari racikan preset. Sempat kepikiran untuk beli aja. Tapi jiwa DIY-ku bergejolak. Haha.


Coba aja ngeset sendiri dulu. Ntar kalau udah mau pingsan ngga nemu racikan preset yanf sesuai harapan, yaudah beli.




Ternyata nemu, sampai sekarangpun masih suka otak-atik preset LR. Benar bikin proses ngedit-ngedit lebih cepat. Tone feed IG juga jadi lebih rapi. Budak konten? Maybeeee. LOL.


Foto-Foto (sok) Aesthetic


Karena udah punya preset syakep. Terus ngelunjak dong (ahay..). Pengen bikin konten yang lebih aesthetic. Pas juga saat itu lagi marak virtual photoshoot para artis-artis dan influencer. Sebut aja Ana Octarina, Sarah Azka sampai Dian Sastro juga ikutan.


Nah, selain konsepnya yang kece. Pose-pose dan angle photonya juga indah-indah banget. Di sini deh kayaknya poto setengah muka, setengah tanaman/bunga atau properti lainnya makin banyak yang pakai.


Dan aku...


Ikutan dong.




Karena aku memang senang konsep poto ala-ala peek a boo gini.


Nyobain Resep-Resep Masakan


Awal pandemi tahun lalu, semua orang berusaha untuk mencari pengalihan kan. Bikin ini-itu. Salah satu yang booming banget adalah, masak. Ngga hanya untuk diri sendiri. Banyak juga yang menjadikannya konten.


Mostly pada share resep-resep yang banyak penggemarnya dan bikinnya mudah (juga murah). Kayak donat, pizza, martabak dll.




Karena orang di rumah pada suka makan. Ya sudah akupun semangat untuk ikutan bikin. Haha. Lumayan lah. Sering berhasil, ada juga yang gagal.


Aku suka masak, tapi sebelumnya memang lagi di berada di zona mager. Nah begitu rame pada masak-masak, jadi semangat juga mau ikutan.


Latah Ikutan Bikin Usaha Kuliner


Berkaitan sama yang di atas. Karena lagi semangat masak. Jadi kepikiran mau buka-buka orderan makanan. Hihi. Sempat jalan beberapa bulan. Tapi setelah dipikir-pikir, aku kok ngga enjoy ya masak untuk jualan. Kayak kaku banget. Lalu berpikir, kayaknya aku emang senang masak untuk bikin happy diri sendiri. Untuk muasin diriku sendiri. Kalau jualan kan ada ekspektasi orang-orang diluar diri kita yang dipikirkan.




Akhirnya tutup sementara, tapi ngga mentok berhenti sih. Karena masih punya niat mau bikin bisnis kuliner.


Ntar deh ya, kalau anak udah sekolah tatap muka. Hehe. Alesannn.


Mabok Dalgona


Aku suka banget kopi. Sekeluarga (orangtua dan saudara kandungku) emang peminum kopi. Jadi kalau yang berhubungan sama kopi, FOMO aja gitu rasanya, wkwk.


Waktu dalgona ini hits banget. Udah gatel dong mau coba bikin. Apalagi dapat review dari circleku yang pencinta kopi, emang enak. Belum lagi tampilannya, foaming lucu gemes gitu.




Setelah berkali-kali minta tolong suami (karena pas awal pandemi yang keluar cuma dia) ngubek-ngubek supermarket, untuk nyari kopi nescafe. Eh ngga ketemu. Kayaknya pada diborong orang. Pake salah beli pula itu. Belinya yang kapal api. Bener-bener deh si dalgona ini.


Akhirnya udah agak basi juga hitsnya, hampir sebulanan, baru nemu tuh si nescafe. Kesampaean juga sih, meskipun udah telat ngikutin trendnya. Haha.


Namun, karena emang cocok di lidah. Sampai sekarang aku masih suka bikin dalgona. Masih berasa satisfying juga, setiap melihat si kopi dan gula bertransformasi jadi foam.


Happy deh pokoknya tiap bikin ini.


--


Jadi insight yang aku dapatkan dari kehidupan pada masa pandemi tahun lalu adalah:


Hidup itu selalu bisa asyik sayy... Meskipun di situasi yang bikin anxious sekalipun. Jadi, tetap semangat dan yakin.


XOXO


Madamabi___

Saturday, June 12, 2021

3 Produk Terbaru Dari Elsheskin

June 12, 2021



Holla...


Beauty brand lokal saat ini tuh benar-benar lagi gercep-gercepnya berinovasi dan menghasilkan karya. Jujur, bangga banget. Meskipun situasi lagi pandemi gini, tapi tetap produktif. Salah satu brand  lokal yang rajin banget menelurkan produk baru adalah Elsheskin.


Brand skincare asal Jogya yang berbasis klinik ini, mengeluarkan tiga produk terbaru mereka mulai dari awal tahun 2021 kemarin.


Apa sajakah itu?


Yuk mariii.


1. Bundle Perfect Duo to Glow Up




Bagaimana jika dua produk holy grail sekaligus best seller ini berdampingan? Booooom! Pecah banget!!


Yass. Radiant Skin Serum & Active Rejuvenating Night Serum.


Tidak hanya menggandengkan mereka karena alasan best seller dan sesama penerima award. Namun kedua serum ini memang sangat powerfull jika dikombinasikan.


Active Rejuvenating Night Serum (ARNS) yang memiliki fokus pada "Rejuvenate & Glow Skin".  Sedangkan Radiant Skin Serum sebagai "Brighten Up".


Star Ingredients dari adalah ARNS: Retinol, Multi Peptide, Hyaluronic Acid, Niacinamide, PHA & Licorice Extract.




Kalau Radiant Skin Serum, memiliki kandungan bintang sebagai berikut: Niacinamide, Arbutin, Sodium Ascorbyl Phosphate, Glutathione & Grape Seed Extract.


Keduanya bisa dipakai dengan dua pilihan cara.


Opsi pertama:


Gunakan Radiant Skin Serum pada pagi hari.


Kemudian


ARNS pada malam hari


Atau...


Opsi kedua:


Menggunakan Radiant Skin Serum pada pagi hari.


Lalu


Malamnya, gunakan lagi Radiant Skin Serum berbarengan dengan ARNS.


Bundle ini dibandrol dengan harga @455.000 IDR. Kalian bisa dapatkan di website resmi Elsheskin, Tokopedia, Shopee dan Sociolla.


2. Kenalin, Serum Terbaru Mereka. Radiant Supple Skin




Sekilas namanya mirip dengan serum Elshe terdahulu. Radiant Skin Serum. Meskipun memiliki fungsi yang hampir mirip, Radiant Supple Skin ini diklaim lebih gentle.




Dengan star ingredients berikut:Radiant Supple ada Arbutin, Tranexamic Acid, Niacinamide, White Mulberry, Bisabolol & Annona Cherimola Extract.


Sehingga lebih direkomendasikan untuk pemilik kulit dry, sensitive dan acne prone.


Tekstur dari Radiant Supple Lebih milky dan agak kental. Namun tetap ringan dan cepat meresap.


Serum ini dijual dengan harga @215.000 IDR. Cukup terjangkau bukan?


3. Wah Sekarang Ada Eye Serum




Begitu tahu Elsheskin ngeluncurin eye care, langsung senang. Karena berada di usia bucin eye care. LOL.


Elsheskin 5 in 1 Eyessential Night Serum ini, merupakan eye care lokal pertama yang menggunakan Retinol. Itu sebabnya dianjurkan digunakan pada malam hari.




Selain Encapsulated Retinol, terdapat juga kandungan utama lainnya. Vitamin C, Red Algae, Apple Stem Cells, Duo-Peptides, Hyaluronic Acid dan Polyglutamic Acid.


Serum ini cocok untuk semua jenis kulit. Diformulasikan untuk mencerahkan dan menyamarkan lingkaran hitam. Mengurangi mata sembab. Mengencangkan kulit area mata. Menghaluskan garis kerutan di area mata. Serta menghidrasi mata sehingga menjadi lebih lembab dan terasa fresh.


Teksturnya berupa gel yang ringan dan mudah diratakan.


Serum ini bisa kamu dapatkan dengan harga @199.000 IDR aja beb.


---


Udah wish list yang mana aja beb? Atau malah jangan-jangan udah pada nyobain semua ya?


Untuk Radiant Skin Serum dan Active Rejuvenating Nigh Serum. Masing-masing sudah pernah aku review lengkap diblog ini ya beb.


Untuk pembelian via website, wa dan line yang ada di bio akun Instagram @elsheskin. Pakai kode "SQUADSARIHATI" untuk diskon 10% dan bisa konsultasi kulit online juga lho.


XOXO


Madamabi___

Friday, June 11, 2021

Bujo Gallery: Monthly Cover January - June 2021

June 11, 2021




Holla...


Sejak awal memutuskan untuk konsisten membuat bullet journal (bujo) dari tiga tahun lalu. Aku juga berniat untuk konsisten memposting bujo-ku setiap bulannya di instagram dan blog.


Kalau di instagram, Alhamdulillah masih konsisten posting selalu setiap bulan. Meskipun belakangan cuma share monthly covernya aja. Haha. Kalau tahun lalu, lumayan ramai (dan rajin). Sampai template habit juga diposting.


Bujo-ku setiap bulannya memiliki tema-tema tersendiri. Yang secara keseluruhan terwakili di monthly cover. Jadi kalau melihat tampilan halaman bulanan, pasti udah bisa nebak spread yang lain bakalan gimana temanya.


Di postingan kali ini, aku mau bagiin monthly cover bujo dari Januari sampai Juni selama tahun 2021 ini. Anggap aja lagi keliling di galeri bullet journalku ya. Hihi.


Januari




Mulai dari awal tahun ini aku lagi pakai jurnal dari Love Beauty and Planet  X 88lovelife (ditulis oleh: Diana Rika Sari dan didesain oleh: Dinda Puspita Sari). Karena desainnya gemes plus bikin happy lihatnya.


Emang lbh praktis pakai dotted/grid journal sih. Tapi ya tetap bisa teratasi. Ternyata beda banget yaaa feelnya, ngejurnal di kertas yang bener-bener plain dengan yang udah ada patternnya. Meskipun kertasnya juga polos/ngga bergaris.


Untuk desain, aku sesuaikan dengan bawaan dari jurnalnya yang ceria. Kebetulan punya stiker kawaii dan agak-agak pop art gitu. Ya sudah, anggap saja mengawali tahun dengan keceriaan dan keimutan. Wkwk.


Februari




Semangat banget bikin template bujo Februari. Karena printilan bujo lagi rame, soalnya menang GA seperangkat alat ngejurnal di akhir tahun 2020 kemarin. Haha.


Tapi blank ngga tau mau pake tema apa. Yaudah deh, ikutin kata hati aja. Wkwk. Pengen ada pink-pinknya. Biar cute & girly gitu. Namun, si tante memang ngga bisa (atau ngga pantesss) lagi emang sok girly-girly-an.


Taraaaaa.




Begini deh jadinya. Tempel sana sini. Jadi ingat masa-masa scrapbookan dulu. Hihi.


Oia, printilan jurnalnya dari IG: @sticca.id ya (cek deh online shopnya). Super aesthetic. Lavvvv


Maret



Bulan ini, udah mulai gatel mau ngegambar lagi. Asyik sih bikin bujo tinggal tempel-tempel aja. Tapi kangen oret-oret kertas.


Niatnya kemarin mau bikin gambar siluet diantara langit pastel. Sempat kepoin di Pinterest.


Ya karena udah lama ngga ngegambar, tangan agak kaku (alasan). Jadi siluet ala-ala aja deh ya.


April



April ini juga masih pengen ngegambar. Tapi ngga mau ribet. Haha. Jadi masih main background yang berwarna (aku pilih ungu dan abu karena suka sama paduan warna ini dari dulu) dan ngedoodle dedaunan.


Pas bikin ini baru ngeh, kayaknya alat warna udah menipis. Mmm, harus beli lagi nih (kesempatan).


Mei




Di bulan ini agak riweuh. Jadi pake jalan ninja aja deh. Yaitu tempel-tempel ala scarpbook lagi.


Bedanya dengan bulan Februari, kali ini aku nambahin pake bunga kering yang aku bikin sendiri.


Keriweuhan hidup kelihatan juga dari monthly covernya ya bok.


Juni




Karena nemenin anak ngegambar, jadi kepancing juga untuk ngegambar. Moodnya pengen gambarin hal yang dekat atau identik denganku gitu. Pilihan jatuh pada... Cangkir. Haha.


Karena aku suka ngeteh dan ngopi. Cangkir juga salah satu benda yang indah banget menurutku. Even dia cuma polosan gitu. Mungkin salah satu cita-citaku yang belum terwujud adalah: jadi desainer cangkir. LOL.


---


Begitu deh bentukan jurnalku setengah tahun ini. Ntar setengah tahunnya lagi (Insyallah) bakalan aku update juga ya di sini.


XOXO


Madamabi___

Thursday, June 10, 2021

Review: BLP X Avoskin Multipurpose Tinted Sunscreen | Shade: Honey

June 10, 2021



Holla...


Meskipun senang bangeeet dandan walaupun ngga ke mana-mana dan di rumah aja. Sering juga sih kadang mager untuk lanjut moles-moles muka setelah step skincare. Apalagi untuk hal complexion. Maunya tuh "triiing" complexion udah on, setelah pake sunscreen.


Jadi begitu tahu ada yang namanya tinted sunscreen. Ya jelas, auto masuk wishlist teratas. Apalagi merupakan kolaborasi dari dua brand yang terkenal jagoan di bidang masing-masing. Yang satu expert di makeup, yang satunya lagi skincare.


Lalu, apakah memang sejagoan itu? Worth the hype-kah?


Nih.. Nih.. Aku akan berbagi ulasannya di sini ya.


Hybrid Tinted Sunscreen Dengan Star Ingredient Yang Banyak Digandrungi




BLP X Avoskin Multipurpose Tinted Sunscreen pertama kali launch pada tanggal 26 April 2021 kemarin. Produk yang berhasil menyedot perhatian dan antusiasme para beauty enthusiast ini, merupakan produk limited edition. Tapi sampai kapan pastinya sih aku ngga tahu.


Meskipun memiliki tint, namun sejatinya ini adalah produk tabir surya. Jadi memang fungsi utamanya adalah skincare. Dengan klaim SPF 50/PA++++.


Diformulasi untuk daily use dan fix to all skin type. Sehingga diracik sedemikian rupa agar memberi kenyamanan pemakainya. Non comedogenic, dermatologically tested,  dengan acne care, menghidrasi kulit  serta dengan oil control.




Itu sebabnya star ingredientsnya adalah: Niacinamide, Squalane Oil, Centella Asiatica & BHA. Merupakan kandungan skincare yang banyak digandrungi, bukan?


Info produk


Netto: 30 g


Specially Made By: PT. Cosmax Indonesia For PT. Lizzie Parra Kreasi


Price: @189.000 IDR (tersedia juga size 5 gram = @56.000 IDR)


Where To Buy: Official website BLP, Tokopedia & Sociolla.


Ingredients




Kemasaan Khas BLP Yang Slim & Travel Friendly


Kemasaannya lebih mengarah ke ciri khasnya BLP. Box serta botol plastik dengan nuansa beige-putih yang slim.


Boxnya simpel dan keterangan serta deskripsi produknya cukup jelas dan lengkap. Ingredients, kode BPOM, how to use, dll.




Pas lihat di IGnya, mikirnya bakalan bulky (entah kenapa aku lebih mengharap dia gendut aja, karena sugestinya isinya banyak wkwk). Tapi bagusnya travel friendly.


Pumpnya lumayan enak sih, ngga keras. Tapi jangkauannya pendek. Harus pencet berkali-kali tiap mau pake. Awalnya aku ngerasa bolongannya terlalu kecil. Tapi lama-kelamaan terbiasa dan udah luwes.


Tekstur Cukup Cair & Mudah Diratakan


Untuk teksturnya, di level medium. Kelihatan cukup encer (untuk kategori sunscreen yang pernah aku temui), tapi ngga semudah itu melelehnya.




Sebagai skincare, dia nyaman. Mudah ngeblendnya. Tinggal oles-oles pelan atau tap-tap aja. Ngga perlu kerja keras sampai ngegosok apalagi ngegusrek wajah. Jangan juga sih ya bok.


Cepat ngesetnya juga, asal... pastiin skincare sebelumnya udah ngeset. Kalau ngga, memang jadi peeling, ngeblock atau berasa greasy dan kelihatan shinny banget.


Formulanya Nyaman Untuk Kulit Keringku


Karena ada Cica, BHA, Niacinamide dan Squalane. Sebagai pemilik dry skin, aku merasakan setiap pake ini ada efek soothingnya. Berasa banget kulit jadi lebih tenang, meskipun jerawatan, ngga memperparah radangnya.


Lembabnya juga pas. Kulit juga terasa terhidrasi sepanjang hari. Dari awal pakai di pagi hari, sampai sorenya ngga ada terasa kulit kayak ketarik atau kaku. Karena ya itu tadi, efek hydratingnya memang nampol di kulitku. Nyaman banget, seharian juga tanpa ngerasa oily atau greasy.


Lalu, Coveragenya Bagaimana?


Sebagai complexion, coveragenya memang sheer to medium (itupun layernya harus beberapa kali). Bekas jerawat kemerahan masih ketutup. Kalau scar dan kehitaman ya memang masih kelihatan.




Tinted sunscreen ini tidak mengekspose pori-pori. Ngga ngeblurin juga. Pori-pori kelihatan lebih apa adanya dan natural aja sih.




Namun yang aku takjub, dia memperlihatkan tekstur kulit. Tapi dengan goresan yang terlihat lebih halus. Kulit terasa lebih real namun tetap aesthetic. Haha.


Dari awal, aku udah memperhatikan di akun Instagram mereka. Foto para muse sunscreen ini, kalau di zoom kulitnya kelihatan real banget. Garis-garis dan tekstur kulitnya tetap terlihat namun dalam artian yang indah.


Ini tuh ngasi makna dalem untuk tetap merawat kulit sekaligus menerimanya apa adanya. Dari coveragenya aja, campaignya self lovenya dapet. Uuuu.


Aromanya Aman Di Penciuman


Tidak ada aroma harum yang terendus penciumanku. Akan tetapi, tidak serta merta ada aroma khas chemical yang menyolok juga. Sejauh ini, aman dan nyaman di hidungku.


Shade: Honey, Bikin Kulit Tan Jadi Lebih Glowing & Segar


Shade Honey ini pas untuk kulitku yang medium tan. Deskripsinya memang medium to tan skin tone. Memang agak oren sih. Tapi ngga bikin kusem.




Honey ini membuat kulit tan lebih glowing dan segar. Eksotisnya dapet. Eaaak.


Meskipun masih ada oksidasinya, naeknya dikit aja kok. Ngga sampai kegelapan ataupun bikin kusam juga. Bagusnya juga dia ngga ninggalin whitecast.


How To Use?


Waktu baru launch, sempat agak simpang siur ya tentang cara pemakaiannya. Ada yang cuma ditap-tap aja di bagian wajah tertentu, ada yang pakai brush atau beauty sponge. Intinya cukup banyak yang mendemokannya seperti memakai foundation.


Eitsss, tapi...


Pihak BLP dari awal sudah menegaskan kalau ini sunscreen dan dipakai sepanjang dua jari. Penggunaannya juga di step terakhir skincare. Setelah moisturizer. Sebagaimana standart penggunaan sunscreen.


*Dijelasin lagi deh ya.. Karena kalau review sunscreen, masih ada aja yang komen: "dipakainya setelah apa?" "mana lebih dulu sama moisturizer?" "pakainya gimana?" --- Padahal udah dijelasin juga disitu. Weekekek.




Jadi baik itu langsung dipoles ke wajah, ataupun di pencet dulu di tangan. Intinya 2 jari ya beb. Tenang aja, seperti yang aku sebut sebelumnya. Ngeratainnya mudah, jadi ngga usah cemas bakalan cemong.


Performanya Bagaimanakah?


Setelah sebulan pakai sunscreen BLP X Avoskin ini, aku menyimpulkan lasting powernya low. Ya wajar sih, karena walaupun tampilannya secara kasat mata kayak foundie, hakikatnya ya dia sunscreen. Jadi cepat pudar dan mudah luntur. Sehingga ini mempengaruhi coveragenya tadi.


Meskipun begitu, efek finishnya yang dewy masih kelihatan dan bikin kulit tetap kelihatan segar. Tapi tetap ya, reapply! Ngga ada nego-nego kalau yang ini.


Apakah maskproof?


Kalau habis dandan langsung pakai masker. Monmaap, cukup transfer.




Tapi kalau mau nunggu setengah jam sampai ngeset sih, transfernya ngga gitu banyak.



*Note ya: sejauh ini (khususnya selama pandemi) aku belum nemu produk yang benar-benar tidak transfer sama sekali di masker. Jadi meskipun dia transfer, toleranku masih sangat tinggi. Akan sangat berbeda penilaiannya bagi yang udah pernah menemukan produk yang sama sekali ngga transfer.


Oia, baiknya sebelum dipake harus shake dulu deh.. Biar shade dan formulanya optimal.


Worth The Hype?


To the point aja deh ya.. BLP X Avoskin Multi Purposed Tinted Sunscreen ini benar-benar inovasi cerdas. Kelihatan banget "diracik" oleh orang-orang yang memang expert di bidangnya.


Memang masih ada beberapa point cons yang aku rasakan selama pakai ini. Tapi bisa dibilang dia adalah penyelamat aku sih cang-cing-cung mau cepat, namum ngotot pengen dapet complexion yang kece. Ibaratnya, dari step skincare-an aja udah jadi complexionnya. Tinggal poles-poles lipstick dan tap-tap blush dikit. Taraaa.


Plus formulasinya nyaaaaaman sekali. Apalagi dapat shade yang pas dan nonjolin warna kulit asliku. Lav deh.


Definisi holy grail, life changing & life saviour dalam satu produk. Wkwk.


Pros


Mudah diratakan

Formulasi nyaman

Efek hidrasinya awet

Shadenya pas dengan warna kulitku

Bikin dandan jadi lebih simpel

Cons


Transfer


Repurchase


Selama produknya masih tersedia, kemungkinan besar iya deh. Karena ngebantu hidupku banget dalam hal perdandanan. Hihi.


Rate


4,5/5


XOXO


Madamabi___

Wednesday, June 9, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Mei 2021

June 09, 2021



Holla...


Kayaknya di antara para blogger yang suka bikin blogpost rekapan kehidupan bulanan, aku yang paling leler deh. Haha.


Udah tanggal segini baru naik nih tulisan. Tapi ya sudah. Anggap aja ngga apa ya beb. Yang penting ada usaha untuk mempertahankan konsistensi ya bok.


Oke! Pembelaan. Hihi


Diajarin Syukur Nikmat Saat Sakit


Tepat satu hari sebelum lebaran, diberi nikmat sakit sama Tuhan. Demam dan kepala sakit banget. Kayaknya sepanjang hidup, itu deh kondisi sakit aku yang bikin badan lemes banget. Sakitnya ngga parah. Tapi kok badan rasanya lemeeees banget nget nget.


Biasanya kalau sakitpun, masih bisa ngapa-ngapain. Ini energi kayak disedot vacuum cleaner bok.


Terus. Karena tubuh ngga berdaya, beberapa hari itu aku sama sekali ngga ngapa-ngapain. Masak ngga. Beres-beres rumah nggak. Boro-boro bikin konten. Benar-benar jauh dari aktivitasku biasanya.


Pola hidupku saat itu hanya makan-tidur-makan tidur deh.


Aku jadi tersadar. Meskipun selama ini aku sadar bahwa menjadi Ibu Rumah Tangga (beserta segala aktivitas mengurus rumah) itu adalah pilihanku sendiri. Kadang terbersit perasaan capek lah. Mager lah. Manusiawi memang. Tapi tetap aja ngga boleh kebiasaan.


Nah, pas sakit kemarin diingatkan. Bahwa ternyata hal yang kadang bikin capek dan mager itu, adalah sesuatu yang melumasi mesin semangatku.


Ternyata aku memang butuh untuk melakukan semua itu. Karena aktivitasku selama ini memang diinginkan oleh tubuhku.


Mungkin harus lebih me-manage-nya aja. Karena emang kadang aku kalau udah beres-beres rumah suka lupa makan. Tapi ngopi ngga ketinggalan. Hihi. Si badan lagi protes kali ya atas kelakuan awur-awuranku.




Lalu... Juga lagi diajarin untuk menjalani hidup sepenuh hati. Melakukan apapun itu dengan sungguh-sungguh dan rasa syukur. Karena ada masa dimana itu ngga bisa kita lakuin, meski hanya sebentar.


Mmmm.. Ternyata nikmat sehat itu ngga main-main.


Saat sakit aku benar-benar rindu kerempongan harianku. Ya ngurus anak, masak, beres-beres, moto-moto flat lay, nulis blog dan bikin konten IG. Ketika ngga berdaya, kita jadi semakin tahu apa yang memang ingin kita lakukan.


Kangennya Ditempeli Anak Terus


Alhamdulillah, aku dikelilingi circle yang kooperatif dan suportif. Selama sakit, anakku dirawat oleh kakek neneknya di rumah mereka. Jadi aku hanya fokus untuk istirahat aja.


Itu adalah kali pertama aku ditinggal bermalam oleh anakku.


Rasanya?


Ugggh, kangen!!


Kayak ada yang kosong. Mellow banget. Tapi, memang lebih baik dia di sana dulu. Karena kondisiku lemes banget. Akan ngga maksimal kalau dia bersamaku, pada saat itu. Yang ada malah screentimenya nanti aku lamain, agar aku bisa istirahat. Kalau bersama kakek-neneknya dia bisa punya aktivitas yang lebih beragam.


Meskipun hari pertama itu aku udah ngga tahan, mewek. Minta suami untuk jemput anaknya. Ngga usah nginap. Tapi kata suami, biarin aja anaknya di sana dulu. Agar aku bisa istirahat total dan cepat pulih. Karena kasian juga anaknya, kalau bersamaku, yang ngurus diri sendiri aja belum kuat. Iya juga sih, aku pikir.


Itu jadi pecutan untuk aku agar lebih optimis dan semangat untuk sembuh. Karena meskipun badan remuk, kalau anak ngelendot sampe nimpa-nimpa dan bikin Mamanya penyet. Tetap aja, ditempeli anak itu precious moment.


Rasanya, ngga apa deh ditimpa sampe penyet. Toh, juga dia bukan melakukannya sebagai tindakan abuse. Tapi karena memang mau selalu dekat denganku sebagai Mamanya. 


Tidur di perutku. Peluk-peluk sampe engap. Ngelendot gemes yang sering kali sikunya nekan lengan atau pahaku sampe ngilu.


Rasanya tuh bersalah banget. Karena suka bete kalau badan udah ngilu, karena dihujam bobotnya yang udah ngga ringan lagi itu.


Belum lagi rindu sama asem-asem kecut keringetnya lagi. Duh! Semoga kalaupun ntar sakit lagi, aku tetap kuat untuk membersamai anakku ya. Karena pisah sama anak tuh ngga enak kali.


Buk-ibuk semuanya... Sehat-sehat ya. Tetap atur pola istirahatnya. Tidur cukup. Makan enak. Haha.


Dilema Milih Sekolah


Bulan Mei kemarin juga, kami akhirnya mendaftarakan anak kami sekolah. Ada beberapa kebimbangan dan dilema yang dihadapi. Apalagi berbicara sekolah pada situasi di tengah pandemi begini. Lebih banyak yang harus disiapkan dan dipertimbangkan.


Aku cukup mudah untuk menentukan apa yang ingin aku jalani dan pilih. Tapi untuk urusan anakku, aku merasakan kalau aku sangaaaaaat hati-hati dan mikir beribi-beribu kali untuk mengambil keputusan terhadap hidupnya. Proses menimbang-nimbangnya panjaaang banget.




Yaa.. Semua itu karena aku ingin dia mendapatkan yang terbaik. Memang semuanya ngga pernah bisa sempurna seratus persen. Tapi setidaknya aku berusaha memikirikan semuanya dengan matang, beserta kosekuensinya yang Insyallah bisa aku atasi nantinya.


Naluri orangtua lah ya bok. Mau anaknya hidup damai, bahagia sentosa dan baik kualitas hidupnya. Siapa yang berani menyalahkan? LOL.


Kemarin itu kami sudah menyiapkan tiga opsi sekolah. Tapi yang pilihan ketiga ini, posisinya memang benar-benar cadangan.


Persaingan ketat berada pada sekolah A dan B. Masing-masing punya keunggulan dan kekurangan. Tapi setelah melihat-lihat sekolahnya secara langsung. Ngobrol dengan kepala sekolah dan guru. Berembuk dengan suami, akhir kita mantap memilih sekolah A.


Masalah juga muncul dalam hal pemilihan kelas. Sebenarnya, anakku itu rencananya bersekolah tahun lalu. Tapi karena pandemi, kita undur. Karena itu, aku pikir tahun ini dia udah bisa ke TK B. Ternyata berdasarkan aturan saat ini, usianya belum cukup untuk TK B. Masih harus TK A dahulu.


Lagipula, karena nanti ketika SD juga akan masuk ke Yayasan Sekolah yang sama. Usianya belum cukup untuk SD di situ, kalau dipaksakan langsung loncat ke TK B.


Akhirnya nurut aja sama aturan yang berlaku. Lagi pula aku juga menyetujui kalau usia anak mempengaruhi mental dan kesiapannya. Sekolah bukan perkara cepat-cepatan kan?


Bulan Istirahat


Seperti rentetan cerita di atas. Selain karena sakit dan sibuk ngurusin daftar sekolah anak. Kehidupan di bulan ini agak selow.


Kerjaan yang DL bulan ini, dikerjain pelan-pelan. Yang bulan depannya, ngga dicicil-cicil. Biasanya aku suka nyicil kerjaan, biar ngga keteter. Bulan ini lagi puk-puk-in diri biar ngga gitu ambi dan ngga usah lasak dulu. Haha. Lagi dikasi waktu istirahat ya nikmatin aja. Enjoy.


Bahkan kalau biasanya setiap hari ada aja to do list-nya. Akhir bulan kemarin aku biarin aja si to do list kosong untuk sementara.


Kalau biasanya sengaja diem karena ngga mood. Kali ini tuh bukan perkara mood. Malah moodnya lagi on fire banget. Ini tuh permintaan badannya yang lagi mau lenyeh-lenyeh. Ya udah deh...


Dengarkan tubuh kita.


Akhirnya Ngedrakor Lagi...


Jadi, sisa bulan Mei yang santai itu aku habiskan dengan aktivitas ringan. Selain rutinitas sebagai Ibu dan aktivitas rumahan (yang juga dibikin lebih longgar dari biasanya).


Memutuskan juga untuk kembali nonton drakor. Padahal sebelumnya aku sempat mogok dan males. Karena terakhir nonton, salah pilih drama. Agak menye-menye dan malesin. Ngga nyaman banget nontonnya.


Tapi karena dapat rekomendasi drakor yang katanya oke. Aku coba nonton. Ternyata aku suka. Hehe.


Apa itu?


Yasssss!


Because This Is My First Life.


Hahaha...


Sangking suka dan berkesannya, sampai aku tulis juga reviewnya di blog ini.




Yang mau baca, boleh ya DI SINI. Cukup panjang lebar aku bahas di situ.


--


Itu dulu deh yang bisa aku rekap untuk kehidupanku di bulan Mei. Ketemu lagi di #JurnalBulananMadamabi: Juni nanti ya.


XOXO


Madamabi___

Review: L'OREAL Paris Revitalift Crystal Fresh Hydrating Gel Cream

Holla... Setiap L'OREAL Paris mengerluarkan produk baru dengan label "Revitalift". Pasti aku selalu mencuri perhatianku. Apal...