Monday, January 24, 2022

Review: Rintik Skincare Shower Oil

January 24, 2022



Holla...

 

Baru kali ini banget deh denger dan tahu yang namanya shower oil. Sebagai orang yang gandrung dengan body care, tertarik banget dong pastinya mau nyobain shower oil ini. Apalagi kulitku super kering kan, jadi merawat kulit tubuh tuh termasuk prioritas. Belum lagi nama brandnya teduuuh banget kan Beb, R.I.N.T.I.K. Hihi.

 

First, Kenapa Sih Kita Butuh Rintik Skincare Shower Oil Ini?

 

Sebelum bahas produknya dan gimana pengalaman aku pakai produk ini. Aku mau infoin dulu nih, kenapa sih kita butuh yang  namanya Shower Oil dari Rintik Skincare ini?

 



Jadi begini, Shower Oil merupakan body care yang difungsikan sebagai conditioner tubuh. Nah, menarik kan? Karena selama ini kita tahunya hanya hair conditioner aja. Sekarang ada juga nih body conditioner. Selain memiliki manfaat sebagai pengganti body wash, dapat juga dijadikan pelengkap dalam bath routine kamu. Agar suasana mandi di rumah bisa sama mewahnya kayak di spa gitu Beb. Jadi selain membersihkan tubuh, sekalin me time. Treat your body, reward yourself gitu deh.

 



Tidak hanya itu, produk ini juga diformulasi agar menutrisi kulit, menjadikannya lebih halus, lembut dan lembab.

 

Produk body care dari brand lokal asal Lampung ini ditujukan untuk pemilik kulit tubuh yang kering dan normal. Oia, selain Vegan juga sudah ada izin BPOM-nya ya.

 

Dengan 5 Kandungan Oil Yang Terkenal Baik Untuk Kulit

 

Shower Oil ini  terdiri 5 jenis minyak berbahan natural yang sudah terkenal manfaatnya untuk merawat keindahan dan kesehatan kulit. Yaitu: Almond Oil, Cananga Oil (Ylang Ylang), Sunflower Oil, Bergamot Oil dan Grapeseed Oil.

 

Almond Oil mengandung Vitamin E yang mampu melembabkan kulit.

 

Cananga Oil (Ylang Ylang) dapat membantu mencerahkan kulit dan sebagai aromatherapy.

 

Sunflower Oil sangat kaya akan asam lemak omega-6 dan vitamin E yang dapat meredakan kemerahan, iritasi dan menghaluskan kulit.

 

Bergamot Oil selain sebagi Anti-bakteri, juga berfungsi sebagai Anti-inflamsi untuk kulit lho.

 

Last but not least, ada Grapeseed Oil yang mengandung Antioksidan dan Antimikroba yang dapat membantu membersihkan kotoran yang menempel di kulit tubuh.

 

Ingredients

 



Info Produk

 

Manufactured by: PT.Mash Moshem Indonesia

 

Distributed by: PT. Rintik Natural Indonesia

 

BPOM: NA18210701473

 

Netto: 100 ml

 

Price: @149.000 IDR

 

Where To Buy: Shopee (yang mau belanja, langsung klik di sini ya) & Tokopedia.  Bisa juga via WA yang ada di link bio IG Rintik Skincare, di sini kalian dapat berkonsultasi online sebelum membeli lho.

 

For more info, kalian bisa langsung mengunjungi akun Instagram mereka ya : @rintik.skincare 

 

Selain Desainnya Aesthetic dan Vintage Kemasaannya Super Safety Lho!

 

Dari awal lihat kemasaan Shower Oil Rintik, aku tuh ngebatin. Ini sih tipe aku banget desainnya. Haha. Mulai dari warna sampai detail ilustrasinya aku suka banget deh ngelihatnya. Aesthetic dan Vintage.

 



Boxnya didominasi dengan warna cream dan ilustrasi berupa tanaman Almond, yang tidak lain dan tidak bukan adalah salah satu kandungan utamanya. Keterangan dan info seputar produk sangat lengkap pada box ini. Mulai dari deskripsi produk, ingredients, how to use dan info penting lainnya. Tidak hanya itu, boxnya juga dilapisi dengan segel plastik bening.

 



Untuk botolnya, memiliki desain serupa. Dengan material plastik bening yang hampir seluruh badan botolnya dilapisi oleh stiker kertas yang memuat keterangan produk. Desain dan ilustrasinya masih sama dengan yang ada di box. Tutupnya model press top berwarna putih. Botolnya ini juga di-seal lagi dengan plastik lho. Ngga sampai di situ aja usaha Rintik untuk mengamankan isi produk yang berupa minyak dan rentan tumpah ini. Pada mulut botolnya ditutup lagi dengan segel alumunium foil. Cakep sih ini usahanya. Karena memang rentang tumpah kan kalau minyak.

 

Mmm… Kalau Oil Begini, Greasy Ngga Sih?

 

Teksturnya itu berupa minyak berwarna keemasan yang konsistensinya ngga terlalu kental ataupun cair. Pekat namun ringan. Medium lah.




Sempat mikir bakalan greasy di kulit, karena namanya juga oil kaaaan. Eh tahunya dia langsung teremulsi. Jadi begitu kenak ke kulitku, ngga seperti lapisan minyak yang licin dan lengket, melainkan teremulsi menjadi seperti creamy wash yang ringan dan sedikit foaming.




Oia,ketika dibilas memang terasa seperti ada lapisan yang melaminasi kulit dan terasa melembabkan. Namun bagiku, tidak sampai menimbulkan rasa lengket ataupun risih yang ngga nyaman kok. Hanya saja (mungkiiiin) untuk yang terbiasa dengan body wash dengan finish keseut akan sedikit ngerasa aneh.

 

Aroma Kenanga-nya Mendominasi dan Bikin Relax Banget

 

Ketika aku unboxing Shower Oil ini, aromanya itu berhasil menyelinap ke penciumanku. Padahal, kayak yang aku  bilang sebelumnya, segelnya berlapis-lapis dan rapat banget. Akan tetapi, bukan dalam artian wangi yang menyengat, nyegrak dan tajem ya. Melainkan aroma wangi yang feelnya natural dan pure, meskipun masih terdapat fragrance pada kandungannya. To be honest, aku sih pengen agak lebih strong dikit lagi sih aromanya. Tim aroma kuat soalnya.

 

Yang paling mendominasi adalah aroma khas Ylang Ylang atau Cananga Oil atau Bunga Kenanga. Aku tahu benar aroma ini, karena dulu punya pohonnya dan terbiasa dengan aromanya. Aroma bunga kenanga yang alami, floral segar dengan sedikit hint asam. Lalu samar-sama, tercium juga aroma almond yang manis, menenangkan serta berhasil jadi mood booster.

 

Memang, ketika digunakan akan terjadi perubahan kualitas aroma. Nah, ini tuh tergantung dari cara pengunannya lho. Jika dipakai langsung ke badan, aromanya kenanga-nya masih tercium hanya saja akan tercium juga aroma khas minyak yang sedikit langu dan nutty. Tetap tercium, namun tidak begitu semerbak lagi. Tapi tetap ngga mengurangi efek relaksasinya kok.

 

Sedangkan kalau ditetesin ke bak air hangat, aromanya semakin menyeruak layaknya aromatherapy. Init uh dapat banget sih feel kayak di spa-nya.

 

3 Cara Penggunaan Dengan Sensasi Yang Berbeda

 

Ngga hanya aroma, cara penggunaan juga mempengaruhi sensasi dari si Shower Oil ini. Selama menggunakan ini, aku tuh udah tiga kali eksperimen cara penggunaan lho.

 

Pertama, bisa digunakan langsung (tanpa menggunakan sabun terlebih dahulu) setelah membasuh badan dengan air. menurutku, ketika dipakai langsung, efek moisturizingnya sangat maksimal. Lebih terasa rich. Cocok untuk yang kulitnya super kering (sepertiku), dan nyaman-nyaman aja dengan sensasi moisturizer yang melapisi kulit.

 

Kedua, kamu bisa gunakan setelah penggunaan sabun. Ini efeknya mirip dengan yang pertama. Lembab namun tidak terlalu rich. Oke sekali untuk yang mau efek moisturizing optimal namun tidak mau lapisan moisturizernya terlalu melekat di kulit.

 

Ketiga, diteteskan pada bak air hangat. Atau kalau punya bath tub silahkan berendam ya. Karena aku ngga punya, jadi nya seperti air siraman kayak orang mau nikahan atau nujuh bulanan gitu aja deh Beb. LOL. Ketika dituang ke bak air hangat, aromanya lebih intense dan efeknya lebih ke arah relaksasi. Enak banget deh kalau dipakai malam hari mau bobo. Calming-nya dapat. Tetap memberikan kelembaban pada kulit, namun tidak semaksimal ketika digunakan langsung.

 

Menurutku, ketiganya oke, sesuaikan dengan kebutuhan kamu dan kondisi kulitmu saat menggunakanya aja ya.

 

Dry Skin Bestie Banget dan Meminimalisir Aroma Tidak Sedap Pada Tubuh

 

Selama rutin pakai ini sekitar dua minggu, aktifitas mandiku jadi menyenangkan banget. Jadi lebih relax dan kulit lebih lembab, halus, lembut dan glowing. Sel kulit mati ngga kelihatan terlalu menumpuk dan membuat kulit jadi kayak bersisik. Kalau habis mandi, ngga yang kayak buru-buru banget gitu nyari body lotion karena takut kulit jadi kering kerontang. Tapi meskipun begitu, aku tetap selalu menggunakan body lotion, karena ngga mau jadi habit aja gitu, ngeskip body care. Semoga ntar Rintik ngeluarin body lotion juga deh, biar wanginya lebih klop. Kode ini mah. Hihi.

 




Oia, selain kelembaban kulit. Ada hal penting yang aku rasain selama pakai produk ini. Yaitu, aroma tubuh yang tidak sedap semakin terminimalisir. Awalnya ngga kepikiran ke sini ya. Tapi setelah aku rasakan, kok memang iya ya. Aroma tubuh jadi lebih menyenangkan. Bahkan tanpa disadari, wangi bunga kenanganya tuh kecium di sela-sela lipatan kulit. Seperti siku, telapak tangan dan jari-jari. Padahal udah mandi beberapa jam lalu.

 

Worth To Buy?

 

Baru ini pakai Shower Oil, dan aku sangat suka. Menyenangkan sekali rasanya mengenal produk ini. Bangga banget sama produk lokal. Good job sih buat Rintik yang bisa mengusung konsep dan inovasi baru seperti si Shower Oil ini.

 

Aku suka mulai dari packagingnya, kandungan yang terdapat di dalamnya, sampai bagaimana dia berkerja di kulitku tuh sangat memuaskan. Selain itu, bagiku produk ini berhasil banget sih menjawab kebutuhanku. Si kulit kering yang gandrung me time dengan cara merawat diri.

 

Rekom banget deh untuk dicoba. Selain kualitasnya memang bagus. Produk ini akan memberikan experience yang berbeda dan menyenangkan pada proses mandi kamu. Coba deh. Belum lagi, harganya juga cukup terjangkau, untuk sensasi yang menyerupai perawatan tubuh di spa.

 

Pros

 

Konsep menarik

 

Packaging safety dan aesthetic

 

Teskturnya mudah ter-emulsi dan tidak greasy

 

Aromanya bikin relax

 

Membuat kulit lembab, lembut dan halus

 

Meminimalisir aroma tubuh yang tidak sedap

 

Cons

 

Pengennya sih, aromanya lebih strong dikit lagi deh

 

Boleh dong ada size yang gede dengan harga lebih ekonomis, hihi.

 

Repurchase

 

Maybe!

 

Rate: 4,5/5

 

XOXO

 

Madamabi___

 

Saturday, January 22, 2022

Review: Elsheskin Retinol Rejuvenating Night Serum | Limited Packaging #YourBeautyGuardian

January 22, 2022



Holla…

 

Masih dari rangkaian serum limited packaging-nya Elsheskin nih Beb. Setelah review Acne Care Serum dan Daily Boost Antioxidant, sekarang waktunya aku review Retinol Rejuvenating Night Serum (RRNS). Konon merupakan nama baru dari Active Rejuvenating Night Serum (ARNS) yang terlebih dahulu muncul, juga sudah pernah aku review sebelumnya di blog ini.

 

Seperti yang sering aku katakan di akun Instagram dan blogpost review ARNS, serum retinol dari Elsheskin ini adalah holy grail-ku. Jadi begitu melihat versi terbarunya yang semakin gemes, jelas masuk list teratasku dong.

 

Mmm, apakah berkerja dengan baik di kulitku? Lalu, apakah terdapat perbedaan antara RRNS dengan versi yang lama (ARNS)?

 

Aku ceritain di sini ya.

 

“Rejuvenates, Boosts Radiance, Reduce Lines Wrinkles and Age Spots”

 



Bisa dilihat dari namanya, Elsheskin Retinol Rejuvenating Night Serum. Produk yang khusus ditujukan untuk pemakaian pada malam hari. Menjadikan 1% Encapsulated Retinol, Multi Peptide Complex, Hyaluronic Acid, Niacinamide, PHA dan Licorice Extract sebagai star ingredientsnya. Perpaduan kandungan tersebut diharapkan dapat membantu regenerasi kulit, mengoptimalkan skin barrier, merawat kulit bermasalah, mengencangkan, mengangkat sel kulit mati, menghidrasi, sebum control, mencerahkan, meratakan warna kulit dan menyamarkan dark spots.

 



For your info, teknologi Encapsulated Retinol pada produk ini melapisi Retinol aktif dengan kapsul liposom. Yang dilepas secara perlahan dengan time-released technology. Membuat Retinol meresap lebih dalam, serta lebih lembut. Sehingga lebih ramah digunakan, bahkan untuk pemula dan pemilik kulit sensitif.

 

Elsheskin RRNS juga diformulasikan pada level pH antara 4.5-5.5. Mendekati,  level pH alami kulit. Sehingga diharapkan dapat berkerja secara optimum pada kulit. Selain itu, serum ini sudah tersertifikasi Halal MUI, izin BPOM juga dong pastinya (jangan stop untuk memperhatikan ini pada setiap produk yang kalian gunakan ya, penting banget!).

 

Ingredients

 

Aqua, Niacinamide, Pentylene Glycol, Propanediol, Glycerin, Cichorium Intybus Root Oligosaccharides, Tetradecyl Aminobutyroylvalylaminobutyric Urea Trifluoroacetate, Magnesium Chloride, Dipeptide Diaminobutyroyl Benzylamide Diacetate, Acetyl Hexapeptide-8, Caprylyl Glycol, Caesalpinia Spinosa Gum, Sodium Benzoate, Gluconolactone, Calcium Gluconate, Lecithin, Polysorbate 20, Retinol, Ethylhexylgrycerin, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Xanthan Gum, Disodium EDTA, Hyaluronic Acid, Glycyrrhiza Glabra Root Extract.

 

Info Produk

 

Diproduksi Oleh: PT. Immortal Cosmedika Indonesia

 

Untuk: PT. Elshe Estetika Nusantara

 

BPOM: NA18210109825

 

Size & Price: 15 ml (139.000) & 30 ml (240.000)

 

Where To Buy: Sociolla – Official Store Elsheskin via Tokopedia & Shopee – Website Elsheskin – WA

 

Untuk pembelian via website dan WA yang ada di bio akun Instagram @elsheskin. Kalian bisa pakai kode "SQUADSARIHATI" untuk diskon 10% dan bisa konsultasi kulit online juga lho.

 

Packaging Semakin Gemas dan Tersedia Mini Size-nya Juga

 

Seperti yang kita ketahui, limited packaging serum Elsheskin ini didesain berwarna-warni. Untuk yang RRNS ini identik dengan warna merah. Memiliki box yang didominasi merah berbentuk segitiga yang bisa dibongkar-pasang. Keterangan pada boxnya sangat jelas. Karena perpaduan warnanya pas, tidak menyilaukan atau menyulitkan ketika dibaca. Agak berbeda dengan dua serum yang lebih dahulu aku review, yang menurutku terlalu soft dan silau warna font dengan box-nya.

 




Dikemas dalam botol kaca putih dengan tutup ulir yang merangkap sebagai aplikator berupa pipet tetes berwarna merah. Ini tuh masih menunjukkan ciri khas desain produk Elsheskin banget ya?

 

Meskipun material botolnya berupa kaca, namun menurutku cukup tebal dan kokoh. Ngga ringkih dan (semoga) ngga mudah pecah juga. Hihi.

 

Terdiri dua size, 30 ml dan 15 ml. Punyaku ini yang 15 ml. Walaupun kemasaannya mungil, pipet tetesnya jadi lebih pendek, tapi menurutku tidak menyulitkan ketika mengambil isi produknya.




Pilihan size ini oke juga untuk yang ingin mencoba terlebih dahulu, ketika cocok bisa upgrade ke size gede-nya.

 

Apakah Tekstur RRNS Sama Persis Dengan ARNS?

 

First impression aku ketika pakai serum ini, langsung ngeh sama teksturnya yang sedikiiiiiit agak beda ya menurutku dengan yang ARNS. Ya gini deh, kalau pakai yang versi baru, pasti akan keinget-inget yang lama. Eaak!

 

Ketika pakai ARNS teksturnya kental, tapi watery dan mudah meresap. Warnanya putih keruh. Sekilas seperti emulsion (dalam versi yang lebih cair) ya. Formulanya nyaman. Aku ngga ngerasa ada efek tingling atau efek ganggu lainnya. Enak-enak aja di kulitku.

 

Nah, begitu pakai lagi si RRNS, secara penampakan teksturnya memang mirip. Tapi aku merasa yang ini lebih enak dan mudah lagi meresapnya. Lebih singkat waktu untuk dia benar-benar diserap oleh kulit. Lebih enteng juga rasanya di kulit.

 



Adaptasinya di kulitku juga lebih mulus dan lancar jaya lagi. Ngga ada sedikitpun efek yang ngga nyaman.

Fragrance

 

Ya udah pada paham lah ya, kalau serum Elshe itu tanpa fragrance. Meskipun ada aroma, itu berasal dari ingredientsnya. Untuk RRNS ini, tipis banget hint aroma dari kandungannya. Bahkan kalau ngga dirasa-rasa yang niat banget begitu malah ngga ketangkap sih di penciumanku.

 

How To Use

 

Tuangkan sekitar 5-6 tetes RRNS di telapak tangan, lalu aplikasikan secara merata pada wajah dan leher sembari dipijat dengan lembut dan beri tepukan ringan hingga serum meresap.

 

Penggunaan hanya untuk malam hari, setelah tahap cleansing dan toner. Setelah serum ini, baru lanjutkan dengan moisturizer. Pastikan kamu selalu menggunakan sunscreen pada day skincare routine-mu, dan selalu reapply dong tentunya.

 

Serum ini dapat dilayer dengan beberapa serum Elsehskin lainnya. Yaitu:

 

Radiant Skin Serum

Hydracare Calming Serum

Smoothing Serum

Radiant Supple Serum

Daily Boost Antioxidant Serum

 

Perfomanya Gimana Nih? Apakah Mirip Dengan Yang Lama?

 

Untuk perfomanya, aku mau update dan sedikit sharing gimana dan di mana perbedaan ketika pemakaian pertama dulu dengan yang sekarang. Meski katanya hanya berubah nama dan kemasaan. Aku sih merasakan pengalaman yang cukup terasa signifikan (ya biasalah ya, kalo udah lama ngga pake, terus pake lagi pasti ada feel yang berbeda). Karena udah pakai serum ini dari yang versi lama (ARNS) dan juga versi terbaru yang limited packaging (RRNS), ya mau ngga mau pasti akan kebatin eh yang ini gini, yang ini begini. Wkwk. Bukan bermaksud compare mana yang terbaik, tapi mungkin bisa menjawab beberapa pertanyaan yang (mungkin) muncul di benak kalian.

 

Beda nama doang? Perfomanya beda juga ngga sih? Mirip ngga nih dengan yang lama?

 

Ketika pakai ARNS, awalnya emang ada purging. Sampe 4 kali pakai masih ada efek purgingnya. Tapi kulit emang berasa banget lebih mudanya. Jadi lebih kencang. Kerut-kerut samar. Kulit yang tadinya mengkerut kayak kulit jeruk layu jadi lebih fresh. haha. Suka sih walaupun purging. hehe. 

 

Selain tekstur kulit jadi lebih halus, ngerasa lebih kencang tapi tetap kenyal juga sih kulitnya. Hydratingnya juga oke banget. Sebulanan pakai serum.ini lagi, aku belum ada dihinggapi jerawat baru. Untuk acne prone sepertiku, seneng banget dengan hal ini tentunya.

 

Sedangkan ketika memakai RRNS ini lagi. Seperti yang aku katakan, adaptasinya lebih mulus dan lancar. Sama sekali ngga ada purging atau efek ngga nyaman. Anteng banget deh pokoknya kulitku. Malah kayak ngga percaya, eh beneran nih si serum retinol ini se-jodoh itu sama kulitku. Wkwk. Mungkin karena sekarang kulitku lebih tahan banting dan biasa dengan active ingredient yang potent begini kali ya?

 

Efek hydratingnya juga terasa banget. Kulit ngga ada ngerasa kering kretek-kretek. Terjaga sekali sih kelembaban kulitku. Lebih plumpy dan (ngga tahu sih apa perasaan aja) ngerasa lebih kencang juga nih kulit, khususnya area pipi. Tekstur kulit juga semakin smooth.





Aku setuju banget dengan klaim mencerahkan, memudarkan dark spot dan meratakan warna kulit. Karena sebulan lebih pakai serum, efek ini terlihat sekali di kulitku.

 

Worth To Buy?

 

Whoaaaa! Holy grail banget sih ini. Rekom banget deh untuk yang skin concernya ke aging, mencerahkan dan memudarkan dark spot. Makin ciamik sih formulasinya. Seperti yang aku bilang, aku merasa ada sedikit perbedaan dari RRNS dengan ARNS dahulu. Secara tesktur lebih enakan dan mudah diterima oleh kulit. Performanya di kulitku (kulitku ya, tentu saja bisa berbeda di kulit yang lain) juga terasa lebih maksimal dan mendekati klaim. Pokoknya aku sih Yesss! sama Elsheskin Retinol Rejuvenating Night Serum ini.

 

Worth to buy deh. Apalagi sekarang ada pilihan size. Jadi untuk yang belum pernah coba dan mau test dulu, bisa banget pilih yang size 15 ml seperti punyaku ini.

 

Good job Elsheskin!

 

Pros

 

Kemasaan lebih menarik

 

Tekstur lebih mudah meresap

 

Proses adaptasi dengan kulitku lebih mudah

 

Efek hydratingnya terasa banget

 

Performa mendekati klaim

 

Cons

 

Belum menemukan hal yang cukup mengganggu bagiku

 

Repurchase?

 

Tentu saja!

 

Rate

 

(4,8/5)

 

XOXO

 

Madamabi___

Friday, January 14, 2022

Review: Elsheskin Daily Boost Antioxidant Serum | Limited Packaging #YourBeautyGuardian

January 14, 2022



Holla…

 

Aku selalu percaya dengan kemampuan Vitamin C untuk mengatasi kulit kusam. Namun dulu tuh, sering kayak udah ngeri duluan kalau ketemu skincare dengan kandungan Vitamin C. Kebayang bakalan cekit-cekit dan bikin kulit kering. Adapun satu serum Vit C yang cocok banget di aku, yaitu Vitamin C Serum-nya Elsheskin yang sekarang reborn menjadi Daily Boost Antioxidant Serum.

 

Excited banget sama produk ini. Apalagi, kemasaannya juga makin kece kan. Jadi semakin terpanggil untuk mencoba.

 

Aku sudah pakai produk ini hampir satu bulan. Jadi udah okelah ya, kalau aku mau ngelapor bagaimana performanya di kulitku? Apakah berhasil bikin aku jatuh cinta seperti si Elsheskin Vitamin C Serum yang terlebih dahulu aku gunakan itu?

 

Booster Untuk Perlindungan Kulit Sepanjang Hari

 



Elsheskin Daily Boost Anti Oxidant Serum di klaim sebagai antioxidant yang melindungi kulit dari polusi. Meratakan warna kulit. Memberikan perlindungan pada kulit yang teriritasi. Serta mencegah kerusakan skin barrier.

 

Dengan 15%  Ethyl Ascorbic Acid, Ferulic Acid, Vitamin E, Green Tea dan Sunflower Sprout sebagai hero ingredients.

 




Fyi, 15% Ethyl Ascorbic Acid atau dikenal juga dengan Vitamin C, adalah jenis lain dari Ascorbic Acid yang lebih stabil dan kuat untuk mengatasi radikal bebas. Selain juga mampu merangsang produksi kolagen sekaligus meratakan warna kulit.

 

Serum ini ditujukan untuk semua jenis kulit. Khususnya yang memiliki skin concern sering terpapar polusi, warna kulit tidak rata, kerutan dan garis halus juga kulit dehidrasi.

 

Dapat digunakan juga untuk pemilik kulit sensitive dan mudah berjerawat.

 

Daily Boost Antioxidant Serum ini tentunya sudah daftar BPOM dan mengantongi sertifikat Halal MUI. Vegan. Alcohol Free. Non-Comedogenic. Essential Oil Free. Paraben & Sulfate Free. Not Tested On Animal.

 

Ingredients

 



Info produk

 

Diproduksi Oleh: PT. Immortal Cosmedika Indonesia

 

Untuk: PT. Elshe Estetika Nusantara

 

BPOM: NA18211903176

 

Size & Price: 15 ml (139.000) & 30 ml (240.000)

 

Where To Buy: Sociolla – Official Store Elsheskin via Tokopedia & Shopee – Website Elsheskin – WA

 

Untuk pembelian via website dan WA yang ada di bio akun Instagram @elsheskin. Kalian bisa pakai kode "SQUADSARIHATI" untuk diskon 10% dan bisa konsultasi kulit online juga lho.

 


Selain Kemasaan Semakin Cute & Eye Catching Juga Praktis  Serta Higienis

 

Pasti banyak yang setuju lah ya, kalau packaging serum-serum-nya Elsheskin sekarang tuh semakin gemes. Meskipun disebut limited packaging, aku sih berharap seterusnya bakalan begini dong. Habisnya cute banget, bikin mood ketika skincare semakin happy dan semangat gitu. Hihi.

 



Botolnya berwarna putih yang dilengkapi dengan pump aplikator kuning terang menyala. Praktis dan higienis tentunya. Selain itu, perpaduan warna tadi, "manggil" banget. Cute dan eye catching. Materialnya kaca tebal yang kokoh, ngga ringkih. Pumpnya juga enak banget. Bikin produk mudah keluar dan bisa ditakar sesuai kebutuhan.

 



Box-nya juga unik banget. Kalau biasanya box skincare berbentuk kubus kan? Nah, kalau ini tuh boxnya bentuk segitiga. Kerennya lagi, boxnya itu bisa dibongkar-pasang Beb. Karena memang tidak direkatkan dengan lem, melainkan disisip. Sehingga kita kita bisa membaca bagian dalamnya, yang tercantum informasi mengenai level pH dan deskripsi produk.

 

Tapi, sama seperti Acne Care Serum yang terlebih dahulu aku review. Meskipun warna box-nya cute, namun fontnya terlalu kecil dan kombinasi warna pada font agak membuat silau dan susah untuk dibaca. Memang sih, ini hanya berlaku untuk box-nya aja. Botolnya sih aman. Informasi pada botol dapat dibaca dengan jelas.

 

Teksturnya Mudah Meresap dan Gentle di Kulit

 



Teksturnya berupa gel yang konsistensinya bisa dibilang cukup cair (untuk ukuran gel). Ketika diaplikasikan ke wajah, mudah ngeratainnya dan terasa watery. Licin dan basah. Meresapnya perlahan tapi pasti. Beberapa detik di awal masih kayak lengket kalau sengaja nempelin jari ke wajah. Tapi bukan lengket yang bikin risih ya. Setelahnya sih nyaman banget. Kondisi kulit langsung terasa perbedaannya. Berasa kayak lebih segar gitu. Ngga ada tingling, gerah atau burn sensation.

 

Proses adaptasi kulitku dengan serum ini juga berjalan mulus banget. Ngga ada purging atau hal kurang nyaman apapun. Baik budi banget pokoknya di kulit.

 

Seperti yang aku katakan di awal, dari dulu selalu penasaran plus takut pakai vit c serum. Tapi punya Elshe ini gentle banget pokoknya.

 

No Fragrance, Namun Tercium Aroma Green Tea dari Ingredientsnya

 

Meskipun diklaim no fragrance, selama aku pakai serum ini aku mencium aroma green tea yang merupakan salah satu hero ingredientsnya. Bukan aroma khas parfume begitu sih memang. Namun cukup kentara di penciumanku. Sejauh ini sih masih dalam batas wajar-wajar aja. Hanya aja pointnya, meskipun disebut tanpa pengharum bukan berarti juga sama sekali plain ya Bok.

 

How To Use

 

Gunakan sekitar 2-4 pump. Aku lebih senang menuangkan di telapak tangan terlebih dahulu, baru setelah itu diaplikasikan ke seluruh wajah dan leher sambil ditepuk-tepuk sampai meresap. Dapat digunakan pagi dan malam. Namun lebih disarankan digunakan pada pagi hari setelah membersihkan wajah dan toner. Lalu lanjutkan dengan moisturizer dan juga sunscreen ya.

 

Mmm, Apakah Performanya Sesuai Klaim?

 

Selama pakai serum ini lebih dari 3 minggu. Menurutku, kulitku kelihatan "lebih hidup" dan "lebih muda" gitu lho. Wkwk. Lebih sehat. Seperti memiliki kulit baru (okeeee), karena benar-benar terlihat dan terasa perubahan yang cukup sifnifikan.

 



Terasa lebih plumpy, karena efek hydratingnya juga nyata banget. Kelembaban kulit jadi terjaga seharian. Skin tone juga terlihat lebih merata, bercahaya dan bekas jerawat kemerahan perlahan pudar. Teksturnya juga jadi lebih smooth. Setiap aku menyentuh kulit wajah, langsung ngebatin. Eh ini kulit kenapa jadi lebih halus ya?

 

So far sih aku senang banget sama hasil serum ini di kulitku. Performanya hampir mirip dengan Vitamin C Serum , tapi dengan formulasi yang lebih nyaman dan ciamik lagi dari sebelumnya. Pas sih, performa yang aku rasakan mendekati klaim-nya.

 

Worth To Buy?

 

To be honest, aku sebenarnya sudah sempat mencoba serum ini, sejak lagi diproses dan belum dikemas secantik ini. Dari situ aja aku udah jatuh cinta banget dan ngga sabar mau menggunakan versi finalnya. Udah klop banget. Salah satu serum dengan kandungan aktif yang potent namun gentle dan kerjanya ligat banget di kulitku.

 

Holy grail sih ini.

 

Apalagi untuk orang-orang yang agak sulit menerima kandungan aktif yang cukup kuat, seperti Vitamin C contohnya. Menurutku serum ini cukup mudah diterima. Jadi rekom deh untuk yang pengen pakai serum vitamin c  namun takut iritasi. Coba deh Beb, kali aja cocok kayak aku. Hihi.

 

Pros

 

Botol kemasaan dilengkapi dengan pump aplikator, praktis dan higienis

 

Desain kemasaan semakin menarik

 

Tekstur mudah meresap

 

Gentle

 

Meratakan warna kulit

 

Menyamarkan bekas jerawat kemerahan

 

Efek hydratingnya terasa

 

 

Cons

 

Font info dan deskripsi produknya terlalu kecil dan sulit dibaca

 

Repurchase

 

Jelas dong!

 

Rate

 

4,9/5

 

 

XOXO

 

Madamabi___

 

Review: Herborist Lulur Tradisional Bali Rice | Coconut | Avocado

Dulu, setelah lahiran aku pernah manggil tukang pijet sekalian lulur ke rumah (home treatment ala-ala gitu deh LOL). Nah si ibu itu cuma mau...